Dream: *Melakukan Parkour* (Sebenarnya Pelacak Itu Mendeteksi Sesuatu Diantara Kita. Tapi Robot Macam Apa Itu. Naoki Kiki Memang Tidak Boleh Di Remehkan, Lagipula Aku Harus Kembali Ke Tervat)
Dream Dikepung Oleh Banyak Robot. Tidak Ada Jalan Keluar.
Dream: (Tidak Ada Jalan Keluar? Kau Meremehkan Diriku Imajinasi)
???: Manusia Aneh, Menyerahlah Jika Kau Tidak Ingin Mati.
Dream: Hey Ayolah, Mana Sopan Santun Kalian. Lagipula, Kenapa Kalian Mengincar Ku? Padahal Ada Kembang Api Di Langit Sana.
???: Kembang Api?
Kembang Api Menarik Perhatian Semua Orang, Tetapi Dream Berhasil Lolos.
Dream: Hey, Robot NL. Beritahu Teman Ilmuan Mu Itu "Maaf Merusak Robotnya. Dan Sampai Jumpa Di Sisi Lain" *Pergi*
Sementara Itu
Ranie: *Masuk Ke Ruang Bawah Tanah* Fienix!? Kau Di Sini!?
Truna: Fienix!
Ayano: Biarkan Aku- *Merasa Sesak Nafas*
Ranie: Hey, Kau Kenapa?
Ayano: Sesak... Nafas...
Akura: Ayano, Jangan Gunakan Manamu. Pemilihan Mana Di Sini Sedikit Daripada Di Tervat
Fienix: Hey Semuanya, Di Bawah Sini
Ranie: Tempat Apa Ini? Bau Sekali
Ayano: Saluran Pembuangan
Ranie: Menjijikan Sekali.
Myriam: Hey Kak Ran, Yang Terakhir Dia Adalah Telur Busuk *Melompat*
Fienix: Ayo, Kita Harus Pergi
Di Dalam Saluran Pembuangan
Truna: *Menyalakan Senter*
Ayano: Senter? Buatan Sendiri?
Truna: Ini Sudah Kebiasaan Saat Pelatihan. Nero Dan Mary Juga Membantu.
Ayano: Mary, Astaga. Anak Itu Berulah Lagi
Akura: Kau Juga Mengenal Nya?
Ayano: Mary Apocalypse Selalu Datang Cuman Numpang Mandi Di Mobil Van Milik Grill Goldstein.
Fienix: *Mendengar Sesuatu* Diam...
Ada Zombie Datang Lalu Pergi Melewati Mereka Berenam.
Ayano: Zombie... Tapi Kenapa Dia Tidak Menyadarinya?
Myriam: Zominato. Itu Julukan Zombie Yang Tidak Bisa Melihat, Tetapi Telinganya Tajam.
Ayano: Tapi Dia Mendengar Percakapan Kita?
Ranie: Aku Rasa Dia Mengikuti Aliran Air.
Truna: Tetap Bersama Sama. Fienix, Kita Lalu Ke Mana?
Fienix: Di Sini
Akura: Kau Sepertinya Memahami Jalan Ini?
Fienix: Pekerjaan Paruh Waktu ku Saat Masih Remaja. Aku Dulu Sering Datang Ke Sini. Banyak Orang Mengeluh Barang Barang Mereka Jatuh Ke Saluran Pembuangan.
Ranie: Menjijikan.
Fienix: Tapi Bayarannya Sangat Mahal. Bahkan Aku Ahli Membuat Senjata Dan Latihan Bela Diri Di Sini.
Ayano: Ah... Dengan Barang Aneh Itu?
Fienix: Jangan Menganggapnya Barang Aneh. Kau Masih Belum Tau Cara Menggunakannya, Bukan?
Akura: Seperti Apa Senjatamu?
Fienix: Seperti Sabit Dengan Rantai. Senjata Itu Memiliki Banyak Kelemahan Saat Pertama Kali Digunakan. *Menunjukkan Pisaunya*
Truna: Itu Hanya Pisau.
Fienix: Eh, Sebentar, Bukan Ini. *Menunjukkan Sabit Kecil Dengan Tali Terikat Di Pegangannya* Aku Menggunakan Tali Karena Rantai Terlalu Berisik Dan Berat. Aku Ingin Menggunakannya, Tetapi Sudah Ku Bilang, Senjata Ini Punya Kekurangan.
Ayano: Seperti Apa?
Fienix: Senjata Ini Digunakan Untuk Serangan AoE (Area of Effect), Walaupun Begitu rekan Mu Juga Kena. Dulu Talinya Mudah Putus, Jadi Aku Menggunakan Rantai. Tetapi Setelah Mendapatkan Tali Terkuat Di Dunia (Serat Kevlar) Talinya Sudah Tidak Lepas. Walaupun Begitu, Aku Masih Ragu Menggunakan Sabit Ku Ini?
Ayano: Biar Ku Tebak. Kau Memberikan Senjata Ini Nama, Bukan?
Fienix: "Scythe Of Elizabeth". Itu Namanya
Myriam: Terdengar Keren.
Ayano: Nama Marga Ibu? Serius?
Fienix: Tentu Saja, Senjata Ini Dibuat Oleh Gween Juga. Mungkin Akan Ku Tunjukkan Ke Kalian Saat Diluar.
Fienix Berhenti Dan Memberi Aba Aba Untuk Diam Dan Truna Mematikan Senternya. Mereka Tidak Sendiri. Ada Sekelompok Bandit Di Saluran Pembuangan Yang Sedang Berpatroli
Fienix: (Aku Akan Maju, Lihat Dan Perhatikan) *Mengeluarkan Scythe Of Elizabeth*
Truna: (Tapi Katamu Senjata Ini Punya Kekurangan)
Fienix: (Ada Kelebihan Dari Kekurangan Tersebut) *Maju Mengendap Ngendap*
???: Bagaimana Di Sana? Kau Menemukan Sesuatu?
???: Tidak Ada, Sepertinya Tidak Ada Orang Yang Memilih Untuk Tinggal Di Tempat Ini. Tetap Waspada, Seseorang Pasti Masih Berkeliaran di Sini
Sementara Itu Di Tempat Dream
???: Berhenti, Ini Adalah Perintah.
Dream: Ayolah, Sudah Kubilang aku Minta Maaf Untuk Menembak Robot Itu. Lagipula... Jika Kau Tertarik Denganku, Kau Seharusnya Menyiapkan Sesuatu Yang Lebih Baik Daripada Ini
Dream Melewati Sebuah Pohon Terus Menghilang. Robot Robot Itu Kebingungan Dengan Apa Yang Terjadi. Para Robot Mencari Dream, Tetapi Mereka Tidak Menemukannya
???: Manusia Aneh Itu Siapa...
???: Yang pastinya, Dia Pasti Mata Mata Dari Organisasi. Tapi Percuma Saja, Dia Terlalu Misterius Dan Juga Sangat Lincah. Bagaimana Dengan Pelacak Di Rambut Orang Itu.
???: Dia Tidak Ditemukan Di Radar. Seperti nya Orang Itu Mengetahui Jika Dia Dikelilingi Oleh Barang Elektronik
Fienix: Dan Selesai *Tertawa*
Ranie Dan Myriam: *Ketakutan*
Truna: Kau Terlalu Bahagia Membunuh Seseorang.
Akura: Marga Myokoin Selalu Seperti Itu. Jika Jiwa Yang Berdosa Sudah Tiada Maka Dia Akhirnya Tertawa Untuk Melepaskan Hasrat Untuk Membunuhnya
Myriam: Itu Artinya... Dia Juga...
Ayano: Hanya Jiwa Yang Berdosa. Kalian Ini Terlalu Salah Paham Tentang Jiwa.
Fienix: Sudah Cukup, Mereka Lebih Berbahaya Daripada Bandit Yang Lain.
Ranie: Berbahaya?
Fienix: Aku Tidak Mau Menceritakannya, Pokoknya Kita Harus Pergi Dari Sini.
Di Ujung Dari Saluran Pembuangan.
Fienix: Kita Sampai, Walaupun Begitu Kita Bisa Menjauh Dari Para Pengintai.
Ayano: Hey, Aku Mengingat Ini. Ini pantai Tempat Kita Liburan.
Ranie: Malam Hari Serasa sangat Indah
Truna: Benar
Fienix: Baiklah, Kita Akan Menginap Di Rumah Sana. Lagipula Ada Hal Yang Ingin Ku Bicarakan Setelah Membunuh Para Bandit Tadi.
Akura: .... Ingatan Mu Kembali
Pelayan: Silahkan Minumannya
Dream: Terimakasih. (Untungnya Portal Nya Sudah Ku pasang. Baiklah...) *Mengambil Sebuah Toples Dengan Laba Laba Di Dalamnya* (Robotnya Kiki Lucu Juga. Aku Bisa Saja Kembali, Dan Meningalkan Robot Ini. Tetapi Akan Lebih Seru Jika Aku Membiarkan Mereka Melakukan Apapun Yang Mereka Mau)
Bersambung
KAMU SEDANG MEMBACA
Zombie Apocalypse
FantasíaSebuah Kiamat Zombie Terjadi Di Dunia Ini. Manusia Masih Bisa Bertahan Hidup. Semua Kejadian Ini Berasal Dari suatu Penyakit Yang Menular Dari Gigitan. Sekarang, Kita Bisa Hanya Bertahan Hidup... Suatu Hari, Anak Laki Laki Yang Sedang Bertahan Hidup...
