Ayano: Di Sini Adalah Lokasi Tempat Nero Dan Yang Lainnya, Kalian Berdua Harus Mengamankan Tempat Itu Dan Menanam Sihirku Melalui Alat Ini
Fienix: Aku Kira Cerita Ini Berakhir
Ranie: Kita Harus Mengakhirinya Dengan Membuka Rahasia Di Masa Lalu. Kita Tau Kalau Scarlet Menggunakan Sihirnya Untuk Membawa Yang Lainnya Ke Sini.
Di Sebuah Desa Dekat Lokasi Tujuan Mereka
Ranie: Bagus, Ada Tempat Untuk Petualang Di Sekitar Sana.
Fienix: Tapi Kota Ini Sepertinya Sedang Sakit Atau Semacamnya.
Ranie: Kita Tanyakan Ke Ketua Serikat Atau Orang Orang Di Sekitar Sini
Di Dalam Guild Petualang
Resepsionis: Selamat Datang, Ada Yang Bisa Aku Bantu
Fienix: Kami Di Sini Menjalankan Misi Di Sekitar Desa Ini, Dan Kami Cuman Mampir.
Resepsionis: Cuman Mampir?
Ranie: Ya, Ngomong Ngomong Ada Apa Dengan Tempat Ini. Sepertinya Orang Orang Terlihat Lesu Atau Semacamnya.
Resepsionis: Jujur Saja, Ada Peperangan Yang Akan Terjadi Dan Hasil Panen Kami Rusak. Sekarang, Beberapa Dari Penduduk Mulai Kelaparan Dan Menghemat Energi Mereka Dengan Tidak Bergerak.
Fienix: Kalau Dipikir Baik Baik, Walaupun Aku Masih Zombie Aku Mulai Lapar.
Ranie: Di Mana Lokasi Tempat Peperangannya?
Resepsionis: Di Arah Utara Dari Tempat Ini.
Mereka Berdua Pergi Ke Tempat Peperangan Itu Dan Melihat Peperangan Yang Terjadi
Fienix: *Memegang Perutnya* Sial, Aku Mulai Lapar.
Ranie: Makannya Nanti Saja, Kita Harus- Tunggu Bukannya Ini Lokasinya.
Fienix: Apa Maksudmu?
Ranie Memperlihatkan Tanda Yang Dibuat Oleh Geona.
Ranie: Ayano Pernah Mengatakan Kalau Geona Membuat Tanda Saat Muncul Di Tempat Lain, Dan Tandanya Adalah Ini.
Fienix: Hey Lihat, Ada Seseorang Yang Bertarung Di Sana.
Orang Itu Membara Dan Menyerang Kedua Belah Pihak.
Ranie: Dewi Phoenix?
Fienix: Kau Tau Soal Dewi Ini?
Ranie: Katanya Dewi Ini Selalu Mati Dan Hidup Kembali.
Fienix: *Mengambil Teropong* Tidak Mungkin... Mera Dionna?
Ranie: *Mengambil Sesuatu*
Fienix: Apa Yang Kau Lakukan?
Ranie: Memanggil Ayano
Ranie Mengambil Alat Untuk Teleportasi Dan Menancapkannya Ke Tanah.
Ayano: *Muncul* Ada Apa?
Fienix: Kami Sudah Di Tempat Yang kau Minta, Tetapi Kau Mau Melihat Dia *Memberikan Teropong*
Ayano Mengambil Teropongnya Dan Melihat Sesosok Mera Dionna Sedang Membuat Kedua Pihak Akur Dan Menyelesaikan Masalah Mereka.
Ayano: Ada Sesuatu Hal Yang Tidak Beres, Ayo Ikuti Aku
???: Aku Tidak Peduli, Hentikan Peperangan Ini.
???: Jangan Mengatur Kami *Menyerang*
???: *Menghindari Serangannya Dan Menyerangnya Dengan Satu Serangan* Ada Yang Mau Menghalangi.
Ayano: *Berjalan Dihadapan Dewi Phoenix*
???: Ayano *Menunduk*
Ayano: Angkat Kepalamu, Dan Kalian Semua, Aku Ingin Bertemu Dengan Pemimpin Kalian Dari Kedua Pihak Kalian Di Kerajaan Rising Sun.
???: Ba-Baik *Pergi*
???: Kenapa Kau Ada Di Sini, Ini Urusanku
Ayano: Kau Mera Kan?
???: Mera Dionna? Apa Aku Seperti Dirinya? Apa Itu Efeknya?
Ranie: Mereka Sudah Mengamankan Tempat Kita, Dan Fienix Memberitahu Soal Ini Ke Guild Petualang.
???: Kak Ran?
Ranie: Kau? Tunggu, Myriam!?
Ayano: Aku Ingin Jawaban Darimu.
Myriam: ...
Beberapa Tahun Yang Lalu.
Mera: *Berlari*
Myriam: *Ikut Berlari* Oi, Kenapa Mereka Menembaki Kita
Mera: Mereka Berpikir Kalau Kita Itu Satu Tim. Tetaplah Berlari, Aku Akan Mengurus Ini *Rambut Merahnya Berubah Menjadi Putih Dan Berubah Menjadi Phoenix*
Saat Itu Mera Menyerang Mereka. Tetapi Sialnya, Aku Terkena Tembakan Dan Hampir Tiada. Tetapi Mera Menyelamatkanku, Saat Aku Terbangun Rasanya Seperti Hangat Dan Nyaman Untuk Tubuhku.
Myriam: Kenapa Rasanya Hangat Sekali
Mera: Ini Efeknya, Bersabarlah. *Menelpon* Yuri, Aku Butuh Pemeriksaan. Ini Soal "Tears Of Phoenix", Ini Penting. *Menutup Telepon* Ayo, Kita Ke Rumah Sakit
Myriam: *Bangun* Tetapi Bukannya Kita- *Melihat Sekeliling* Di Mana Kita?
Mera: Terkejut? Ini Seperti Neraka, Tetapi Neraka Ini Menyembuhkan Mu Karena "Tears Of Phoenix"
Yuri: *Memeriksa Myriam* Baiklah, Myriam Shutternaut... Mari Kita Periksa Dirimu. Sebelum Itu, Mari Kita Menandai Sesuatu
Myriam: Apa Ada Yang Salah?
Yuri: Ada Yang Membuat Kami Merasa Kurang Yakin Dan Kau Harus Mencobanya *Mengores Tangan Myriam Dengan Pisau* Tenang Saja, Ini Akan Sembuh. Mera? Bisa Kau Memakai "Phoenix Healing" Yang Khusus Untuk Phoenix Ke Dia?
Mera: Tentu *Membuat Semacam Bola Api Dan Mengenai Myriam*
Myriam: Apa Apaan Itu, Kau Mencoba Melukaiku
Yuri: Kau Yakin? *Menunjuk Ke Arah Luka Gores Yang Dibuatnya*
Luka Goresan Nya Menghilang, Rasanya Agak Aneh Di Awal, Tetapi Lukanya Langsung Sembuh.
Yuri: Hasilnya Positif, Kau Menjadi Dewi Phoenix.
Myriam: Tunggu? Apa! Apa Maksudnya?
Mera: Artinya, Kau Akan Menggantikan Diriku.
Myriam: Itu Hal Yang Bagus? Atau Buruk?
Mera: Maksudku, Itu Bagus. Tapi Aku Tidak Yakin Kalau Kau Sudah Siap.
Yuri: Katakanlah Mera, Dia Harus Tau.
Mera: Myriam, Kau Akan Menjadi Abadi. Kau Akan Diberkahi Dengan Kekuatan Dari Dewi Phoenix, Dan Kau Akan Hidup Abadi.
Myriam: Bukannya Itu Bagus?
Mera: Ya- Myriam, Keabadian Tidak Selalu Bagus. Akan Hanya Ada Kesengsaraan Yang Terjadi.
Yuri: Dan Itulah Mengapa Aku Takut Kalau Akan Ada Dewi Yang Masih Belum Tau Konsekuensinya. Akan Banyak Hal Yang Terjadi Dan Memengaruhi Mental Sang Manusia Tersebut
Myriam: Okay... Itu Sedikit Menyeramkan, Tetapi Ayolah Apa Yang Akan Terjadi
Mera: *Memegang Wajah Myriam* Saat Aku Tiada Dan Benar Benar Benar Tidak Bereinkarnasi, Kekuatanku Akan Menjadi Milikmu Dan Kau Akan Mengerti Penderitaan Itu. Aku Hanya Tidak Ingin Kau Merasakannya Sekarang Ini. Berjanjilah, Disaat Aku Tiada, Jangan Biarkan Penderitaanku Menjadi Hambatanmu.
Myriam: Aku Berjanji...
Myriam: Aku Berjanji, Tetapi Aku Tidak Bisa Merelakannya.
Ayano: *Memeluk Myriam* Tenanglah Myriam, Kami Selalu Ada Di Sini.
Ranie: Ngomong Ngomong, Luna Ozora Menanyakan Sesuatu Kepadamu Saat Di Dunia Mimpi. Siapa Sesosok Hantu Yang Bernama Mika Ini.
Myriam: Teman Lama, Aku Menemuinya Di Rumah Sakit Setelah Pertemuan Pertama Ku Dengan Dokter Yuri. Sayangnya, Dia Sudah Tiada Setelah Kecelakaan.
Ranie: Oh... Aku Minta Maaf...
Ayano: Sepertinya Aku Harus Kembali.
Myriam: Urusan Kerajaan?
Ayano: Tugas Kita Di Sini Adalah Mencari Tau Tentang Masa Lalu Dan Tidak Mengurusnya Di Masa Depan.
Ranie: Aku Dan Fienix Akan Kembali Besok.
Myriam: Aku Ada Latihan Besok.
Ayano: Dan Kita Sibuk Dengan Urusan Kita. Dah *Menghilang*
Ranie: Mau Minum Teh Atau Kopi?
Myriam: Tentu
???: *Melihat Dari Kejauhan* Itu Myriam Kan? Wah, Dia Sepertinya Sudah Lebih Dewasa. Ya Kan Dream?
Dream: Tugasku Di Sini Sudah Selesai, Ayo Kita Pulang.
???: Ya, Lagipula Aku Sudah Punya Kehidupan Baru Bukan?
KAMU SEDANG MEMBACA
Zombie Apocalypse
FantasySebuah Kiamat Zombie Terjadi Di Dunia Ini. Manusia Masih Bisa Bertahan Hidup. Semua Kejadian Ini Berasal Dari suatu Penyakit Yang Menular Dari Gigitan. Sekarang, Kita Bisa Hanya Bertahan Hidup... Suatu Hari, Anak Laki Laki Yang Sedang Bertahan Hidup...
