3.

1.3K 116 14
                                        

Kring.....

Bel istirahat berbunyi. Hyunsuk berlari ke kelas Jihoon sebelum Jihoon pergi dengan teman-temannya.

“apa?” tanya Jihoon dingin.

“hahh!! N-nanti...” Hyunsuk masih ngatur nafasnya guys.

“ngomong yg jelas!!!” sarkas Jihoon gak sabar.

“sabar dong. Dia lagi sesak nafas nih. Suk,tarik nafas! Hembuskan” ujar jaehyuk agar Hyunsuk bisa bernafas dengan lancar dan Hyunsuk menurutinya.

“sekarang apa?” tanya junkyu.

“jihoon nanti aku kerumah kamu. Atau kamu kerumah aku?” tanya Hyunsuk.

“lo aja yang kerumah gue. Nanti pulang bareng gue aja”

“gak usah,nanti Jihoon sharelock aja. Sukkie naik bus aja nanti”

“gue gak Nerima penolakan apapun Choi Hyunsuk. Ini perintah gue! Kalo Lo gak mau ngajar gue yaudah gue mah bodo amat! Tinggal lapor sama kepala jurusan Lo aja!”

“ehh jangan. Yaudah nanti sukkie tunggu Jihoon didepan gerbang ya?”

“iyaa Lo tunggu aja disana!”

“yaudah sukkie kekantin dulu. Lapar!” ujar Hyunsuk sambil tersenyum manis,laru berlari seperti anak kecil

Jihoon terdiam sejenak melihat makhluk manis itu tersenyum. Rasanya manis sekali.

“ekhemmm! Gui gik nirimi pinilikin ipipin Choi Hyinsik!” ejek jaehyuk kepada Jihoon yang disambut tertawaan keras oleh Kim Junkyu.

“apaan sih Lo gaje. Anjing!” -jihoon.

~Skip~

Setelah pulang sekolah Hyunsuk benar menunggu Jihoon didepan gerbang sekolah.
Tak lama setelah itu jihoonpun muncul,dengan motor ninja merahnya.

“pake helmnya.” ujar Jihoon sambil memberikan helmnya kepada Hyunsuk.

Hyunsuk kebingungan ia tidak bisa memakai helm sebesar itu. Kalau helm KYT sama helm Bogo masih bisa lah yaa. Tapi ini.....

“heudeh. Lu bisanya apa sih? Masang ginian aja gak bisa”

Jihoon pun membantu memasangkan helm Hyunsuk.

Jaehyuk,Asahi dan junkyu yang melihat hanya menahan tawa melihat itu.

Jihoonpun kembali naik keatas motornya. Tapi tidak dengan Hyunsuk.

“apalagi sekarang Choi Hyunsuk??!” bentak Jihoon frustasi.

“m-motor kamu ketinggian. Aku gak bisa naik”-ujar Hyunsuk gugup,dan takut dengan bentakan Jihoon tadi.

“sabar Jihoon. Jihoon anak baik. Kesayangan bunda.” ujarnya pada dirinya sendiri.

Jihoon kembali turun dan menggendong Hyunsuk untuk naik ke motornya.
Hyunsuk yang diperlakukan seperti itu terkejut bukan main. Apalagi teman-teman Jihoon yang saat ini sedang memperhatikan. Tak biasanya Jihoon seperti ini.

“pegangan!” pinta Jihoon.

“ini udah!” bilang Hyunsuk. Padahal ia cuman memegang bagian luar jaket Jihoon.

Jihoon makin kesal menarik tangan Hyunsuk agar bisa memeluknya selama diperjalanan supaya sikecil itu tidak jatuh.

“pengangan tuh kayak gini. Badan Lo kecil nanti kalo terbang gue juga yang repot!”

Hyunsuk hanya diam,jantungnya semakin dag Dig dug serrr. Mungkin Jihoon bisa merasakan detak jantung Hyunsuk saat ini.

~Skip Rumah Jihoon~

Yes you! (hoonsuk)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang