7.

1.2K 90 13
                                        

"ji,bentar aku mau beli cemilan dulu buat Soyeon sama bunda kamu" pinta Hyunsuk diatas motor sambil memukul pundak Jihoon.

"udah dibilangin gak usah bawa apapun. Bawel banget sih"

"udah jangan banyak bacot,pegangin. Aku mau turun" Hyunsuk memegang tangan Jihoon,dan langsung melompat lalu berlari kedalam sebuah supermarket.

Awalnya Hyunsuk bilang cuman mau beli beberapa cemilan. Saat balik ke parkiran Jihoon kaget melihat Hyunsuk membawa 2 kantong besar belanja yang isinya hanya cemilan dan beberapa eskrim juga minuman dingin.

"anjir jajannya orang kaya emang beda" gumam Jihoon melihat Hyunsuk yang tersenyum sambil menenteng belanjaannya.

"ayokk jalan. Bunda kamu pasti udah nunggu"

Jihoon hanya diam dan membantu Hyunsuk naik ke motornya.

~Skip~

Sesampai dirumah Jihoon,benar saja. Hyunsuk disambut ramah oleh keluarga itu.

"kak sukkie!!!" teriak Soyeon berhamburan keperluan Hyunsuk.

"hai Soyeon apa kabar?"

"baik, kakak gimana??"

"baik juga kok."

"eh sukkie udah sampe."

"hehehh iyaa Tante. Oh iyaa ini sedikit cemilan buat Tante sama soyeon." ujar Hyunsuk sambil memberikan cemilan yang ia beli tadi.

"ya ampun Hyunsuk,kan udah dibilang jangan bawa apa-apa. Makasih yaa sayang,jangan panggil Tante,panggil bunda aja"

"hehehhe iyaa bunda"-ujar Hyunsuk sedikit canggung.

"makasih kak sukkie. Sayang kak sukkie banyak-banyak "

"ekehmm" Jihoon berdehem karna merasa diacuhkan oleh keluarganya sendiri.

"ayok duduk,Jihoon bilang tadi katanya mau ajak Hyunsuk makan malam. Mangkanya bunda siapin banyak lauk buat kalian,bunda gak tau kesukaan kamu apa. Tapi semoga aja kamu suka yaa"

"sukkie pasti suka kok. Makasih yaa bunda"

Selama makan malam berlangsung, Soyeon hanya menatap Hyunsuk. Kalau boleh jujur sebenarnya Hyunsuk merasa risih. Tapi ia tidak bisa bilang. Anehnya Jihoon malah peka.

"heh belalang! Lo liatin Hyunsuk kayak gitu,bikin dia risih aja"

"eehhh enggak kok. Hehehhe" -hyunsuk.

"bund,Abang mau ngomong sama Hyunsuk. Abang sekali lagi minta tolong,bunda kurung yaa mahluk luar angkasa ini. Dia bakalan ganggu Abang kalo terus berkeliaran" bisik Jihoon kepada bundanya sambil menatap tajam sang adik dan dibalas tatapan tajam juga oleh Soyeon.

"jihoon,kalo ngomong itu yang bagus." ujar Hyunsuk sambil mencubit paha Jihoon yang ada disebelahnya.

"auhh sakit suk."

"adek,kamu tau nggak tetangga sebelah hamil anaknya satpam kompleks" ujar sang bunda agar mengalihkan perhatian Soyeon.

"ih masak sih bund? Eh aku juga sering liat. Mbak itu malam-malam suka makan sate dipos komplek kita" lanjut Soyeon mengikuti bundanya kekamar.

"satu keluarga julid semua yaa" batin Hyunsuk.

Kembali ke topik.

Jihoon mulai serius,ia menatap wajah Hyunsuk dalam sekali.

"hmmm suk. Gue minta maaf yaa soal kemaren itu,tangan Lo masih sakit? Maaf yaa gue kasar sama lo"

"udah gak papa kok kemaren sempat memar dikit aja. Tapi udah sembuh,tuh liat!" ujar Hyunsuk sambil memperlihatkan lengannya yg udah sembuh.

Yes you! (hoonsuk)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang