10 tahun lamanya Alyssa Nazilatun Ni'mah memendam cinta dalam diam. merajut rindu dalam doa dan terang-terangan memohon kepada Allah untuk menjadikan Mohammad Zidan Aiman Naza untuk menjadi takdirnya. siapa sangka garis takdir keduanya saling terik...
"Sayang.." zidan menepuk- nepuk pipi alyssa yang sedang terlelap di sofa. alyssa menangis dalam tidurnya. matanya terpejam, tapi bisa mengeluarkan airmata. alyssa menangis sesegukkan.
"Sayang bangun ini kakak." sekali lagi zidan mencoba membangunkan alyssa. kali ini dia menggerak-gerakkan tubuh alyssa.
Mata alyssa terbuka, lalu mengedarkan pandangannya ke sudut ruangan.
Melihat zidan berada disisinya, alyssa langsung memeluk laki-laki itu. tangisnya kembali tumpah saat berada dipelukan zidan. zidan masih bingung dengan kondisi istrinya sekarang, namun dia tetap membalas pelukan alyssa untuk menenangkan hatinya.
"Kok kakak sudah pulang? harusnya kan besok pagi." tanya alyssa yang masih dalam pelukan zidan. entah mengapa alyssa merasa nyaman berada dalam dekapan zidan.
"Jadi kakak gak boleh pulang sekarang nih ?" zidan melepaskan pelukannya alyssa.
"Yasudah kakak pergi lagi aja." lanjut zidan, dia bangkit dari duduknya dan berpura-pura untuk meninggalkan alyssa.
Alyssa langsung menahan tangan zidan. kemudian menyuruh zidan duduk kembali.
"Kamu kenapa? kalau ada masalah cerita sama kakak" zidan menghapus air mata yang masih berada dipipi alyssa. waja zidan terlihat khawatir, takut terjadi sesuatu pada alyssa selama di tinggalnya.
Alyssa tersenyum "Aku baik-baik aja, kak. cuma mimpi buruk." ucap alyssa berbohong. biar bagaimanapun juga alyssa sedang ada masalah. dia begitu mengkhawatirkan mamahnya. untungnya kejadian kalau mamahnya itu meninggal hanya mimpi. tapi alyssa merasa kalau mimpi itu benar-benar nyata. saat ini yang harus dilakukan alyssa adalah melayani suaminya dulu dengan baik. alyssa tahu kalau zidan pasti lelah setelah pulang dari luar kota. dia tidak mungkin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi sekarang. alyssa memilih untuk memberi tahu zidan pada waktu yang tepat.
Alyssa bingung, apakah saat ini waktu yang tepat untuk memberitahukan kepada zidan atau bukan. Diliriknya zidan yang tengah berbaring disampingnya sambil memegangi tangan alyssa. dia melihat zidan sudah lebih segar daripada ketika zidan memasuki rumah. alyssa memantapkan hatinya untuk berbicara kepada zidan sekarang.
"Sayang.." Belum sempat alyssa berbicara, zidan sudah memanggilnya. alyssa memiringkan tubuhnya untuk menghadap zidan. pandangan mereka bertemu. zidan menatap alyssa dengan intens. "Kakak merindukanmu."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*****
Zidan terlihat bingung melihat tingkah alyssa pagi ini. Biasanya setelah sholat subuh alyssa membuat sarapan lalu bersiap-siap untuk ke sekolah. Tapi sekarang alyssa sibuk jalan mondar-mandir.
"kamu kenapa sih al, bolak-balik gitu kayak gosokan." Zidan tak bisa menahan lagi apa yang ada dihatinya. Alyssa langsung menghampirinya.
"Hmm jadi begini kak...." Alyssa menunduk sambil melintir ujung jilbabnya. Dia sudah tidak bisa lagi untuk tidak bicara sekarang. Dia harus menjenguk mamahnya. Meyakinkan sendiri kalau mamahnya itu baik-baik saja.