Eps 10

13.1K 1K 93
                                        

" Ken kecelakaan "
━━━━━┅━━━┅━━━━━━━━┅━━━┅━━━━━
Brumm!!

Kedua peserta balapan malam ini, melaju dengan cepat meninggalkan bekas ban di garis start serta asap kendaraan yang memenuhi sekitar.

Penonton bersorak atas di mulainya pertandingan yang paling sering ditunggu, pertandingan balap motor antara king racing dan rivalnya.

"Good luck Ken!! " Teriak Dion melihat motor Ken melaju melewati garis start di putaran pertama.

Anggota Danderos dengan seksama melihat dua motor saling menyalip melalui layar billboard yang berada di depan tribun, terlihat mereka bertanding sangat sengit melewati belokan tajam.

"Guys, ko perasaan gue ada yang janggal ya" Ucap Yuda menonton pertandingan dengan tatapan kosong.

"Iya yud.. " Balas Dion yang sedang memakan dessert, tadi dia sempat ambil di stall.

"Bener kan yon! kata hati gue ada yang salah, " Yuda melihat Dion dengan mata berbinar, dia senang ternyata bukan hanya dia yang merasakannya emang ya Danderos tuh bestiee banget.

"Perasaan gue tuh ya yud.. " Ucap Dion menggantung.

"Apa apa?? " Yuda tak sabar mendengarnya.

"Perasaan gue sekarang..., gue kebelet boker! Anjir udah di ujung, gue ke tolilet duluuu! " Setelah mengungkapkan perasaan resahnya Dion auto ngacir ke tolilet. Yuda cengo melihat tingkah absurd Dion, pantes Dino ngga nganggep dia saudara kembarnya, Yuda aja ogah klo dikasih saudara kaya Dion.

"Anjing! " Umpat Yuda kasar.

"Sabar ya yud, I feel you" Dino menepuk pundak Yuda berusaha untuk menenangkannya.

Keadaan di dalam sirkuit.

Ken melajukan motornya diatas rata-rata, dia sangat mahir melewati belokan tajam sehingga bisa mendahului Elang. Ken berhasil melewati enam putaran tanpa hambatan, hanya saja entah mengapa dia jadi teringat dengan Mac.

Sedang apa lelaki itu sekarang, apakah dia baik-baik saja, bohong jika Ken tidak memikirkannya.

Sedangkan keseharian Ken saat ini dipenuhi dengan tingkahnya yang kadang membuat kesal ataupun membuat rasa nyaman di hati Ken.

Ada satu hal yang membuat Ken bingung, kenapa Mac seperti membuat jarak dengannya, perasaan sebelum itu mereka sudah semakin dekat, Ken juga sudah mau berusaha dekat dengan Mac.

Masih dalam kecepatan tinggi Ken mengendarai kuda besinya, dia tidak menyadari bahwa Elang sudah melewati nya dan melaju jauh di depan.

Saat di tikungan terakhir sebelum garis finish, tanpa Ken sadari ada seseorang yang menumpahkan banyak paku ke tengah lintasan yang akan dia lalui.

Ken melajukan motornya dibatas maksimum, hingga dalam hitungan detik motornya tidak stabil dan terguling berulang kali sampai menabrak pagar pembatas antara tribun dan lintasan.

Kejadian yang tidak disangka akan terjadi membuat seluruh sorak-sorai penonton menjadi lenyap, mereka terlalu terkejut melihat kejadian itu.

Mereka melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana kencangnya si kuda besi membawa sang pengendara hingga terpental dan menabrak pembatas pagar.

Lalu sang pengendara yaitu Ken tergeletak begitu saja dengan tragisnya di pinggir pagar pembatas, sedangkan motornya berhenti berputar tak jauh dari Ken.

Sedangkan Elang berhenti di garis finish dengan senyum liciknya, ini yang dia tunggu musuh bebuyutannya berada dalam keadaan tidak berdaya.

"Loser" Ucap Elang licik lalu melajukan motornya meninggalkan arena balap dan acara party bersama anggota gengnya.

NARESWARA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang