"Kali ini bukan semua tentang rasa sakit, tapi rasa yang menyenangkan" - Ken Abimanyu Panduwinata.
━━━━━┅━━━┅━━━━━━━━┅━━━┅━━━━━
Dion dengan semangatnya menggebrak meja milik Ken, karena yang punya di panggil dari tadi kaga nyaut-nyaut.
"Woy!"
Ken tersentak kecil kembali tersadar dari lamunan, lalu menoleh kearah kiri dan dia melihat semua tatapan teman kelasnya mengarah ke dirinya.
"Kenapa? "
"Ayo lah Ken lo kali yang kenapa, akhir-akhir ini kita sering liat lo ngelamun" Ujar Dirga
"I'm okay"
"Apa karena hukuman waktu itu? kan lo dihukum sendirian, seberat apa sih hukuman nya, lo belom cerita anjir" cecar Yuda yang penasaran banget sama hukuman Ken tempo hari.
"Gue disuruh bersihin perpus"
"terus terus? "
"Udah itu gue selesai sampe sore"
"Ya lo ngga asik, yang lebih spesifik lagi Kenn" Dino selalu greget ketika Ken cerita, ngga semuanya langsung Ken ceritain lah baru opening tiba-tiba closing.
"Bawel banget sih kalian, ya gue cuma bersihin perpus, ngerapiin buku, sama.. " Ken ragu mau nyeritain ini ke mereka apa ngga.
"Iya sama?? " Karena penasaran dengan jawaban Ken, wajah mereka berlima sampai maju mendekat ke arah Ken.
"Ck! mundur bego berasa terdakwa gue"
"Iya iya kita mundur, buru ceritain apa lo ada ngelakuin sesuatu? Hayoo" tuduh Dion
"Kemarin gue sama pak Mac di perpus"
"Nah kan!, ngapain kalian berdua? Nina ninu?? " Seru Yuda heboh sampai satu kelas melihat ke arah meja mereka yang berada di bagian belakang pojok kanan kelas.
PLAK!
Tangan Ken ringan menabok mulut Yuda yang sangat menyebalkan.
"Aw! Sakit Ken bibir seksi gue di jadiin korban tangan lo" Yuda mengelus-elus bibirnya yang berkedut nyeri setelah bersilaturahmi dengan telapak tangan Ken.
"Salah sendiri, gw ngga ngapa-ngapin ya sama tuh guru dia yang ngeganggu gue pas di perpus"
jelas-jelas karena tingkah aneh guru itu membuat kerjaan yang harusnya selesai cepat malah sampai sore, kalo diingat lagi Ken bisa emosi.
"Serius Ken? masa sih? ngga percaya nih gue kalo ngga mata, kepala, pundak, lutut kaki gue yang liat langsung" sergah Dion
"Ngga sekalian pantat lu yang liat? "
tingkah kaya gitu tuh yang buat Dino kadang kesal sama kembarannya, otak kadang di taro didengkul kalo ngga di pantat.
"Sirik ae lo dinosaurus"
"Udah udah mungkin emang pak Mac lagi pengen nemenin Ken, dia kan lucu anaknya" ujar Dirga tersenyum jail ke arah Ken
"Sekali lagi lo ngomong gitu, nasib bibir lo sama kaya Yuda"
"Canda Ken, oh ya buat persiapan pertandingan gimana?"
"Gue masih koordinasi sama pelatih, tentang jadwal latihan"
"Okey, menurut kalian lawan tanding nanti bakal main kotor ngga?" tanya Dirga kepada lima temannya
"Hmm" saut Mahesa
"Gue rasa sih 100% yakin dir, lo tau lah sekolah sebelah kan iri dengkinya ampe tulang ekor" Danderos paham buat lawan yang satu ini dapat menghalalkan segala cara buat menang.
KAMU SEDANG MEMBACA
NARESWARA
FanfictionKarena Ka Mac dan Ken sudah pada Final Chapter story mereka dengan berat hati juga aku sebagai Author Nareswara, memutuskan tidak melanjutkan cerita ini demi kenyamanan bersama, terimakasih semua atas support nya, aku sangat menghargai antusias kali...
