Keberadaan Dafin sangat berharga untuk Dean. Begitu pula sebaliknya. Sepeninggalan kedua orang tua mereka, mereka harus menjalani kehidupan hanya berdua.
Sikap protektif Dean memang kadangkala membuat kesal Dafin, namun sebenarnya ia tahu, saudara...
Bener-bener nggak nyangka ternyata masih banyak yang nungguin update cerita inii💚💚
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Terimakasih semuanya ♡´・ᴗ・'♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⚛ 🎀 𝒯𝓌𝒾𝓃𝓈 𝒰𝓃𝒾𝓋𝑒𝓇𝓈𝑒 🎀 ⚛
Happy Reading~
"Dean, ke pantai aja deh yaa. Mumpung libur ini."
Dean menatap datar ke arah Dafin yang menyembulkan sedikit kepalanya dari balik pintu kamar miliknya. "Nggak."
"Dih kenapa?!"
"Lo belum sembuh."
"Ih gue udah sembuh Dean."
"Muka lo masih lebam."
"Lebam doang mah. Ayok Dean."
"Nggak bisa Dafin."
"Dean..."
"Nggak Daf."
"Ayokkk!!!"
"Nggak."
"Kenapa?"
Dean menghela napas. Letih dengan rengekan Dafin dari 2 jam yang lalu. Tapi lucu......🥺
"Ya udah kalo lo nggak mau! Gue mau sama Gio aja. Jelek lo anj-"
"Terserah." Dean kembali sibuk dengan I-pad nya. Berusaha mengecek tugas sekolahnya yang belum selesai. Sedangkan Dafin yang melihat itu berdecak. Menghentakkan kaki lalu pergi dari depan kamar Dean.
Dafin mengambil HP nya lalu menekan logo hijau di sana. Menghubungi seseorang yang ingin di ajaknya liburan hari ini.
"Ada masalah Daf?" tanya seseorang di seberang sana. Ini orang cepat tanggap banget dah, pikirDafin.