17

4.5K 266 11
                                        

Adnan berjalan kembali ke kelasnya setelah menyelesaikan kegiatan jam olahraganya

Saat ia duduk dikursinya Adnan melihat suatu catatan dimejanya

*Rooftop sepulang sekolah* -Elsen

"Pfft.." Adnan menahan tawanya ia sangat senang rencananya sangat sangat mulus karena insting binatang dari mereka malah banyak membantunya

Teman teman Adnan satu persatu mulai memasuki kelasnya untuk mengikuti jam pelajarang berikutnya.

Sepulang sekolah

Adnan berjalan santai kearah rooftop, saat mencapai tangga, dapat ia lihat Ornel menunggu disudut tangga sambil menatapnya tajam

"Apa?" Tanya Adnan sambil melewatinya

"Memastikan kau tidak kabur" Jawab Ornel sambil mengikuti Adnan

"Oh.."

Tiba tiba Adnan menghentikan jalannya di tengah tangga lantai 2-3

"Hey? Kenapa tiba tiba berhenti? Mau kabur?" Curiga Ornel

Tiba tiba Adnan berbalik badan, ia berjalan pelan kearah Ornel dan memeluk Ornel pelan

"Maaf Ornel.. waktu itu aku benar benar bersalah.." bisik Adnan tepat ditelinga Ornel

Ornel mendorong Adnan ia mengusap telinganya karena merasa sedikit jijik dan kaget

"Kau gila?" Tanya Ornel

"Aku hanya minta maaf Orn.." ucap Adnan pelan

"Terserah aku tidak peduli, cepat keatas Elsen menunggumu"

Adnan menarik nafasnya pelan
'Tidak semudah itu ternyata, baik Ornel lihat saja nanti..' -batin Adnan sedikit kesal

Akhirnya mereka berdua sampai ke rooftop, ah.. apa ini? Semua anggota berkumpul

"Ohh putri galak kita sudah datang" ucap Elsen senang

"Putri? Dia hanya budak sex haha" ucap Carlo

"Hahaha" tawa mereka bersama

Adnan mengepalkan tangannya kesal tapi ia harus tetap santai dan sabar agar rencananya tidak rusak

Eh!

Ada satu anggota tidak ada disini, mata Adnan mulai menyelisik seluruh keberadaan orang di rooftop ya tak salah lagi dugaannya benar!

Dmitri tidak ada

Dia sudah termakan umpan cinta begitu cepat

"Melihat apa kau babe? Mari kesini penis kami sudah minta dilayani dari tadi" ucap Zein sambil membuka resletingnya

'Tidak apa Adnan, kau kuat' Adnan diam saja sambil berjalan kearah mereka santai

Smirk terlihat jelas di bibirnya, Elsen yang melihatnya merasa curiga

"Menyembunyikan apa kau?" Tanya Elsen to the point

Adnan menggeleng ia malah membuka pakaiannya satu persatu dan membuat mereka terkejut

Mereka merasa dejavu dengan kejadian ini lalu Carlo dengan cepat membuka suara

"Apapun yang terjadi, aku minta padamu Elsen untuk kedepannya agar membagi kenikmatan bersama sama" jelas Carlo

Elsen hanya mengangguk paham

Deg

Mata mereka semua membulat saat melihat Adnan memakai lingeris putih sexy dan menggoda

Elsen memiringkan senyumannya senang, ia berjalan cepat kearah Adnan lalu menciumnya dengan kasar tangan Elsen yang nakal langsung meraba raba bongkahan kenyal kepemilikan pria cantik didepannya

Bully! BFck! (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang