Elsen sudah puas melakukan sex dengan Adnan ia berhenti saat Adnan tidak sadarkan diri setelah beberapa jam mereka melakukannya
Elsen berdiri ia memakai kembali pakaiannya, sekilas ia kembali menatap Adnan dan langsung pergi meninggalkan Adnan dikamarnya sendiri. Elsen keluar kamar lalu berbelok kearah kiri ia dengan cepat melangkahkan kakinya masuk kedalam museum yang sudari tadi menarik perhatiannya
Ditatapnya ruangan serba putih itu dengan berbagai desain busana dan seni patung yang terletak didalam kotak dan lemari kaca didalam ruangan itu
"Ini.. pakaian yang pernah di pakai mama"
"Ini patung yang pernah papa beli"
"Kenapa semua itu ada disini?" Tanya Elsen pada dirinya sendiri
"Itu adalah karya seni Bu Olivia, pakaian mutiara putih ini adalah pakaian yang membuat Bu Oliv bisa sesukses saat ini" ucap Seorang pelayan perempuan yang ikut masuk saat melihat Elsen masuk kedalam
"Kalo patung ini?"
"Patung ini milik Tuan Grayson ia membelinya langsung dari pihak tinggi"
"Pihak tinggi?"
"Yah, tuan Grayson tidak memberi tau nama bosnya" jawab pelayan itu lagi
'Woow papa mendapatkan pelayan yang setia sepertinya' -batin Elsen
"Oh aku akan keluar, terima kasih atas informasinya" Elsen langsung keluar dari ruangan putih itu ia kembali melewati kamar Adnan dan terus lurus sampai menemukan tangga turun yang ia cari
Elsen pulang di jam 03.44
.
.
Adnan terbangun saat sinar cahaya matahari mulai menganggu pandangan hitam tidurnya, dengan malas ia berdiri dari kasurnya menuju kamar mandi
Yah sudah hari minggu, saatnya bersantai. Hah santai dengan rasa sakit di bokong bukan hal yang indah, Adnan membasuh wajahnya dan menggosok gigi setelah itu ia turun ke ruangan bawah untuk segera makan pagi.
Adnan selesai dengan acara makannya ia kembali kekamar dan mulai membersihkan diri, yaa dia sudah janji akan datang kerja kelompok bersama teman dan kakak tingkat kuliahnya
Merasa cukup Adnan langsung berpamitan dengan para pelayan dirumah dan langsung mengendarai motor ninja ZX 10-R nya yang ia panggil dengan sebutan Sweety .
"Baik Sweety, mari kita berangkat"
Vrooooooommmm
Vroooommm
.
.
Adnan sampai ke tempat café yang lokasinya sudah dikirim tadi oleh seniornya, saat Adnan datang semua mata langsung menuju menatap arah Adnan dari atas hingga bawah, Adnan yang merasa gugup langsung mengelus leher belakangnya dan tersenyum renyah membalas tatapan mereka semua
"Ada apa kalian menatapku seperti itu? Apa ada sesuatu yang salah" tanya Adnan pelan mencegah adanya salah kata dalam pengucapannya
"Ah kau pasti anak orang kaya! Motormu keren sekali!" ucap salah satu temannya semangat
"Ohh itu..." baru saja Adnan ingin menjawab, ia langsung dipotong oleh salah satu temannya lagi
"Tidak wajahmu sangat cantik untuk pria sepertimu hahaha"
"Hahaha sudah ayo kita mulai kerjakan proyeknya"
"Dan ada satu teman kita lagi nanti! Jangan lupa kita akan mengerjainya sama persis seperti Adnan barusan"
"OKEY!" jawab grup itu kompak
Adnan mengelus dadanya ternyata tadi itu hanya tindak perjailan dari teman kerja kelompoknya saja
KAMU SEDANG MEMBACA
Bully! BFck! (21+)
Любовные романыAdnanda Prawijaya. Adnan pindah sekolah dikarenakan perpindahan perkerjaan orang tuanya dari Indonesia ke Belanda. Awalnya Adnan bersekolah seperti biasa di sekolah barunya, Adnan terbiasa membawa sifat buruk dari sekolah sebelumnya dan membuat beb...
