19

4.9K 316 52
                                        


"Siapa?"

"Temannya Adnan bi"

"Atas nama?"

"Elsen"

"Ohh sihlakan masuk tumben datang lagi temannya Adnan ya.." ucap Bik Yuni

"Makasih bi.." balas Elsen dengan senyuman
'Lagi?' Batin Elsen

"Tapi, kenapa mainnya malam?"

"Hanya mau main aja bi sekalian nginap semalam ada tugas praktek sekolah maren bi"

"Ohh tugas praktek, yaudah langsung aja kekamarnya Adnan, diatas sana ntar masuk aja, nanti biar bibi bawain makanan ama minumannya kesana" ucap Bibi Yuni

"Hmm makasih bii.. luan bi" balas Elsen dengan senyuman tampannya

'Owalah manisee, ana guna ne aku iso basa Walanda' batin Bik Yuni senang

Dengan cepat Elsen melangkahkan kakinya ke lantai 2 tempat yang sudah diberi tahu oleh Bibi Yuni tadi, Elsen memberhentikan langkahnya saat melihat sebuah ruangan kaca yang isinya seperti museum dalam rumah, Elsen yang melihat logo besar di atas pintu kaca itu pun mendatarkan wajahnya tak senang

"Oh.. jadi dia bekerja sama dengan orang tua kolot sialan itu" gumam Elsen pelan dengan tangannya yang sudah memegang gagang pintu tapi arah wajahnya melihat kearah kiri tempat museum kaca yang menarik perhatiannya sejak tadi

Cklek

"Eh?"

"Humm?" Elsen memiringkan wajahnya

"E-elsen.." Adnan gugup dan tidak percaya ada seorang pria tinggi yang sangat tidak ia sukai sekarang tepat ada didepannya

"Ehhh..?" Elsen tersenyum saat melihat rambut basah Adnan masih menetes dan wajah cantiknya sedang kebingungan dan ketakutan

Elsen mendorong Adnan masuk kedalam

Tak
Pintu kamar Adnan Elsen tutup lalu ia menguncinya

"Mau apa kau kesini?" Tanya Adnan dengan nada kesalnya

"Hanya ingin mengerjakan ujian praktek" ucapnya lalu membaringkan badan Elsen di kasur Adnan dengan santai

"Hei! Kuncinya kemarikan, aku mau makan dan kel-

Tok

Tok

Tok

"Nak Adnan, Nak Elsen makanan ama minumannya gih uwes" ucap Bik Yuni

"Iya bentaran bi"

"Hei mau kunci?" ucap Elsen tersenyum

"Tch" Adnan berjalan kearah Elsen dengan cepat Adnan mencium bibir Elsen, Elsen menerima hal itu dan berakhir menjadi cumbuan hangat

"Mpphh.. umph.."

"Nak Adnan?"

"Puah! Kunci!" Adnan merasa kesal

"Hahahaha" Elsen tertawa sambil memberikan kunci kamar Adnan yang berada di kantongnya kepada Adnan

"Kau mendapatkannya babe" ucap Elsen puas

"Hmm" Adnan hanya berdehem

Klek

"Lama kali Adnan, bibik pikir prakteknya pasti susah"

'Praktek?'
"Ohh iya bi.. emang agak susah pelajarannya"

"Nih ajak si bule ganteng makan nih, bibi tarok diatas meja tv sini ya" ucap Bik Yuni

"Iya bi"

Bik Yuni sesekali melirik kearah Elsen centil, Adnan yang sadar langsung menyindir Bik Yuni

Bully! BFck! (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang