18

4.3K 265 15
                                        

Setelah beberapa ronde Adnan melakukan sex dengan para anggota SRM, Adnan pun pingsan disaat Kenzo menyelesaikan puncaknya di dalam perut Adnan

Adnan akhirnya di gendong Kenzo ke mobilnya karena yang paling bisa dipercaya agar Adnan mendapati pengobatan rumah sakit terlebih dahulu adalah Kenzo, kalau yang lain? Tentu saja tidak kemungkinan Adnan akan mati ditengah jalan karena nafsu para binatang tampan itu terlalu menggebu gebu.

"Hahh... merepotkan" ucap Kenzo sambil meluncurkan mobilnya kerumah sakit

Saat sampai Kenzo langsung menggendong Adnan ke rumah sakit agar Adnan mendapati perawatan

Dokter yang melihat langsung berlari ke arah Kenzo, Dokter itu sedikit shock saat melihat wajah Adnan

"Ini Nak Adnan yang kemarin kan?" Tanya dokter itu

"Kemarin?" Sahut Kenzo

"Oh kau bukan pria yang kemarin mengantar Adnan kemari, kau orang yang berbeda" ucap Dokter itu

Ia langsung meminta beberapa perawat meletakan Adnan ke kasur di dalam ruangan rumah sakit tersebut

"Kenapa bapak mengenal Adnan?" Tanya Kenzo

Dokter itu melirik mata Kenzo lalu ia melihat Kenzo dari atas sampai bawah

"Tidak, hanya saja dia pernah kesini" ucap Dokter itu dan langsung melenggang pergi

Kenzo menghembuskan nafasnya kasar, ia duduk di kursi tunggu depan kamar rumah sakit

Dokter yang tadi langsung berjalan cepat kearah Kenzo dan lalu

Plak

Dokter itu menamparnya

"Apa orang tuamu tidak pernah mengajarkanmu etika!" Kesal Dokter itu

"Sial, apa yang bapak lakukan!" Balas Kenzo

"Ayo keruangan saya!" Ajak dokter itu

Saat didalam ruangan, dokter itu meminta Kenzo duduk

"Hahh.. sebelumnya kau bisa memanggil saya Tristan atau terserah panggilanmu apa"

"Inti? Kenapa kau menamparku!"

"Saya mencium bau peju dari bagian bawahmu, kau tidak membersihkan kegiatanmu dengan bersih. Lalu kau mengantarkan dia kerumah sakit? Jelas sekali kau yang melakukannya" analisis Tristan

"Bukan aku sendiri, kami melak--

"Kami! Astaga pantas saja, kenapa kalian jahat sekali! Bagaimana jika ada apa apa dengan Adnan" dokter Tristan terus terusan mengomel kesal kearah Kenzo

Kenzo hanya memutar bola matanya malas

"Bagaimana jika nak Adnan benar benar terkena pendarahan serius? Apa kalian mau bertanggung jawab?" Tanya Tristan tiba tiba

Deg

Kenzo mengangguk

"Ku anggap itu sebuah tanggung jawab ya" ucap dokter itu dan ia kembali meninggalkan Kenzo

"Hahh... sebenarnya aku juga tidak ingin terlibat" gumam Kenzo

.
.

Adnan keluar dengan bantuan beberapa perawat, ia mendatangi Kenzo

"Kenzo? Ayo pulang ini sudah menjelang malam" ucap Adnan pelan

Kenzo mengangguk dan sekarang ia yang menenteng Adnan kemobil

Didalam mobil Kenzo sesekali melirik Adnan, Adnan yang menyadari hal itu tersenyum miring

"Ada apa?" Tanya Adnan

"Apa sesakit itu?" Tanya balik Kenzo

Adnan mengangguk lalu tersenyum lagi
"Tidak apa sih, pengalaman baru 2 penis tidak buruk" ucap Adnan santai

"What..the.."

"Sudah-sudah aku sekarang sudah berdamai dengan keadaan" ucap Adnan lagi

Kenzo hanya mengangguk
'Apa ia memang selembut ini?' -batin Kenzo heran

"Nah tinggal belok kanan dan kelang beberapa rumah sampai"

"Yang krim cokelat?"

Adnan mengangguk

"Ayahmu kerja apa?" Tanya Kenzo tiba tiba

"Hmm? Bukan urusanmu" ketus Adnan

"Oke aku pulang dulu bye" ucap Adnan lagi

Kenzo hanya mengangguk lalu ia memutar mobilnya ke balik arah untuk segera pulang

"Aku pulang, Ibuk mana bi?" Tanya Adnan sambil melepas sepatunya

"Belum pulang nan, 4 hari lagi baru pulang tadi katanya ada pesan buat Adnan kalo Ibuk Oliv pergi ke Canada 4 hari"

"Ohhh" Adnan naik keatas untuk ke kamarnya

Ting tong

Ting tong

"Bik bukain pintunya..mau mandi ini" ucap Adnan yang ingin masuk kekamarnya

"Iya nan ada Pak Yuda juga dipintu"

"Oke Bi"

.
.

"Siapa?"

"Temannya Adnan bi"

"Atas nama?"

"Elsen"



.

.

.


Bersambung
~~

Bully! BFck! (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang