7. Workshop

651 79 7
                                        

Perjalanan hyunjin tidak berhenti sampai disini, ia kini sedang menunggu di ruang tunggu bersama beberapa pria paruh baya yang lebih tua dari umurnya. Sebagian mungkin berumur 50 tahun bahkan ada yang lebih. Mereka semua sibuk memainkan ponsel, melakukan panggilan, dan ada juga yang sibuk memakan kudapan ringan.

Sememtara Tuan hwang hyunjin hanya

Beberapa kali ia melirik jam di tanganya.

Beberapa kali ia memijat pelipisnya.

Beberapa kali ia menghela nafas.

Beberapa kali ia menghela nafas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

30 menit yang lalu

“uwah! Workshop merangkai bunga?! Aku ingin ikut!” ucap yeji semangat dengan menepuk tangannya beberapa kali.

Ternyata pusat perbelanjaan ini mengadakan workshop saat akhir pekan.

Hyunjin mengatakan.

“baiklah, terserah” ia hanya tidak ingin diganggu dan digoda, lebih baik yeji melakukan kesibukan.

Ruangan workshop terhalang kaca.

Jadi

Hyunjin masih bisa mengamati istrinya yang sibuk merangkai bunga.

Ya, ini tidak terlalu buruk.

Melihat wajah yeji yang serius

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Melihat wajah yeji yang serius.

Merangkai bunga dengan warna warna kesukaannya.

Tanpa hyunjin sadari disela sela saat jeda menghela nafas ia tersenyum.

“wajahnya bahkan terlihat berbeda saat serius” ucap hyunjin.

Setelah satu setengah jam berlalu dan hyunjin sudah cukup puas mengamati yeji akhirnya yeji sudah selesai.

Setelah satu setengah jam berlalu dan hyunjin sudah cukup puas mengamati yeji akhirnya yeji sudah selesai

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


“lihat bunga buatanku” ucap yeji bangga dengan senyum lima jarinya.

“yeoppo” jawab hyunjin singkat.

Yeji tersenyum dan memperhatikan bunganya
Meskipun yeoppo yang dimaksud hyunjin adalah bunga yang lain.

“ingin pulang sekarang? Aku sudah lelah” tanya hyunjin.

“auh kasihan sekali” ucap yeji.

Hyunjin menaikkan bahunya dan neraih buket bunga yang yeji bawa.

Tangan kirinya memegang belanjaan, tangan kanannya memegang bunga karamgan istrinya.

“kajja” hyunjin berjalan mendahului yeji menuju parking lot.

Hyunjin selalu menolak ketika yeji ingin menggandengnya.

Bukan karena apa

Tapi menurutnya, saat yeji menggandengnya, ia merasa aneh, seperti sesuatu yang menggelitiki paru parunya.

Aku juga tidak terlalu paham apa yang hyunjin rasakan tapi yang pasti mungkin ia gugup.

--------------------------Seaside Field----------------------------

Hyunjin dan yeji sudah sampai di rumah dan yeji meletakkan bunga itu di nakas tepat disamping ranjang hyunjin.

Ani

Tepatnya disamping ranjang mereka.

“aku akan mandi” ucap hyunjin.

“ingin mandi bersama?” goda yeji.

“kau mau?” tanya hyunjin tidak ingin kalah.

“mau”

“jika kau sudah siap” ucap yeji sembari mendekati hyunjin.

“ya! Jangan mendekat!” hyunjin merasa geli dan melangkah mundur.

“wae? Chaggiya?” yeji mendekati hyunjin lebih dekat dan lebih cepat.

“jangan menggodaku!” teriak hyunjin dan mulai berlari menghindari yeji sembari menutup telinganya takut.

“ya! Illua!!” yeji terkejut karena hyunjin tiba tiba berlari dan mengejarnya.

Mereka berdua sudah berumur 22 tahun dan masih bermain kejar kejaran.

Seperti kucing dan anjing.

Bedanya anjing ini takut dengan kucing.

“hyunjin!” yeji mulai kelelahan dan menopang badannya pada lututnya.

“kemari! Aku janji tidak akan menggoda” yeji melambaikan tangan tanda hyunjin harus mendekat.

“janji?” tanya hyunjin.

Yeji mengangguk dan mengatur nafasnya.

Hyunjin tau ini tipu daya yeji karena.

Yeji tersenyum licik dan tiba tiba berlari untuk menyerang hyunjin.

Hyunjin dengan reflek berlari menghindari sergapan yeji.

Hingga akhirnya jalan buntu hyunjin memasuki kamar yeji.

Kamar tamu yang seharusnya dipakai oleh yeji.

Yeji tersenyum seakan akan ia kini akan menyantap makanan daging segar.

Sementara hyunjin bergidik ngeri.

“ya! Apa kau tidak lelah!” kesal hyunjin.

“ani” yeji tersenyum dan menggeleng meskipun nafasnya tak beraturan.

“baiklah aku menyerah!” ucap hyunjin pasrah.

Yeji tertawa dan berlari kea rah hyunjin untuk menggodanya

tapi.

♤TBC♧

Don't forget to click vote ⭐ or leave a comment down below cause your presence are mean so so so much for me ❤

Upload setiap malam around 10-11 PM.

Wishing you guys Health and Wellness

#hyunjin #yeji #2hwang #hyunjinyeji

RIVALTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang