♧COMPLETED◇ Musuh bebuyutan yang dipertemukan kembali setelah perpisahan. tidak ada yang berubah, persaingan
♤Hwang Yeji x Hwang Hyunjin♧
Warning!
Bahasa Baku
OoC
Typos
Plot loncat
Rate Dewasa for safe
Jangan meninggalkan hate comment, kalau meningg...
Perjalanan hyunjin tidak berhenti sampai disini, ia kini sedang menunggu di ruang tunggu bersama beberapa pria paruh baya yang lebih tua dari umurnya. Sebagian mungkin berumur 50 tahun bahkan ada yang lebih. Mereka semua sibuk memainkan ponsel, melakukan panggilan, dan ada juga yang sibuk memakan kudapan ringan.
Sememtara Tuan hwang hyunjin hanya
Beberapa kali ia melirik jam di tanganya.
Beberapa kali ia memijat pelipisnya.
Beberapa kali ia menghela nafas.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
30 menit yang lalu
“uwah! Workshop merangkai bunga?! Aku ingin ikut!” ucap yeji semangat dengan menepuk tangannya beberapa kali.
Ternyata pusat perbelanjaan ini mengadakan workshop saat akhir pekan.
Hyunjin mengatakan.
“baiklah, terserah” ia hanya tidak ingin diganggu dan digoda, lebih baik yeji melakukan kesibukan.
Ruangan workshop terhalang kaca.
Jadi
Hyunjin masih bisa mengamati istrinya yang sibuk merangkai bunga.
Ya, ini tidak terlalu buruk.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Melihat wajah yeji yang serius.
Merangkai bunga dengan warna warna kesukaannya.
Tanpa hyunjin sadari disela sela saat jeda menghela nafas ia tersenyum.
“wajahnya bahkan terlihat berbeda saat serius” ucap hyunjin.
Setelah satu setengah jam berlalu dan hyunjin sudah cukup puas mengamati yeji akhirnya yeji sudah selesai.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“lihat bunga buatanku” ucap yeji bangga dengan senyum lima jarinya.
“yeoppo” jawab hyunjin singkat.
Yeji tersenyum dan memperhatikan bunganya Meskipun yeoppo yang dimaksud hyunjin adalah bunga yang lain.
“ingin pulang sekarang? Aku sudah lelah” tanya hyunjin.
“auh kasihan sekali” ucap yeji.
Hyunjin menaikkan bahunya dan neraih buket bunga yang yeji bawa.
Tangan kirinya memegang belanjaan, tangan kanannya memegang bunga karamgan istrinya.
“kajja” hyunjin berjalan mendahului yeji menuju parking lot.
Hyunjin selalu menolak ketika yeji ingin menggandengnya.
Bukan karena apa
Tapi menurutnya, saat yeji menggandengnya, ia merasa aneh, seperti sesuatu yang menggelitiki paru parunya.
Aku juga tidak terlalu paham apa yang hyunjin rasakan tapi yang pasti mungkin ia gugup.