“Shimizu, kau datang?” sambut Asahi dengan pertanyaan begitu melohat kehadiran Shimizu di gym.
“Tidak Azumane, aku hanya mengambil barangku” Jawab shimizu sambil berlaru ke tempat penyimpanan bola dan barang-barang lain di dalam gym.
“Kenapa kau membawanya? Biasanya juga kau tinggalkan di sini karena bakal dipakai setiap latihan atau ada pertandingan” tanya Asahi saat ia melihat Shimizu membawa papan ujian dan berkas-berkas lain.
“Aku akan mengecek hal yang penting dan segera memberikannya pada Hitoka-chan..” Shimizu membenarkan posisinya yang sedikit kesulitan membawa barang-barang itu. Asahi dengan sigap menawarkan bantuan, namun segera ditolak Shimizu karena dia masih bisa mengatasinya. “..karena aku akan berhenti menjadi manajer voli saat ini juga.” Lanjutnya.
“BERHENTI MENJADI MANAJER?! KENAPA?”
Semua anggota klub voli Karasuno yang sedang istirahat setelah latihan langsung menatap ke arah Asahi dan Shimizu. Suara kaget yang nyaris terengar seperti teriakan telah berhasil mencuri perhatian semua orang yang berada di gym. Dengan cepat, mereka semua sudah berdiri di hadapan Asahi dan Shimizu, menanyakan apa yang terjadi dan apa maksud pertanyaan Asahi.
“Ya seperti yang dibilang Azumane, aku akan berhenti menjadi manajer Voli Karasuno” jawabnya gampang. Ia tidak keberatan dengan Asahi yang membuatnya dirudung banyak pertanyaan seperti saat ini karena dia sudah tau, cepat atau lambat ia akan mengalami situasi seperti ini.
“Iya aku dengar itu. Tapi kenapa?” Kini sang kapten yang mengajukan pertanyaan. Shimizu menatapnya heran, lalu tatapannya beralih pada Tsukisima yang terlihat membuang muka.
Ternyata mereka benar-benar menuruti Suga, pikirnya.
“Lembaran kertas yang kalian baca beberapa waktu yang lalu benar adanya. Aku pelakunya. Suga benar-benar tidak bersalah.”
“Apa-apaan ini? Jangan bercanda Shimizu-san, kau pikir aku percaya Shimizu-san? Kalau memang kau pelakunya, apa alasanmu melakukan ini semua?” tanya Tanaka tidak terima. Ntahlah dia sendiri juga bingung kenapa dirinya tidak terima saat mendengar dari mulut Shimizu kalau dialah pelakunya, ntah tidak terima karena dia pelakunya, ntah tidak terima kalau dia merasa bersalah pada Suga, atau tidak terima karena Suga dan Shimizu terlihat seakan-akan saling melindungi satu sama lain.
“Kalau kau benar-benar ingin tau alasannya, baiklah, akan aku sampaikan.” Shimizu menarik napasnya, sebenarnya ia tidak pernah siap untuk ini, karena setelah ini ia pasti akan dibenci, namun sikap Suga semalam benar-benar membuatnya harus siap untuk keputusan ini.
Semalam, Suga berkali-kali menelepon Shimizu walau tidak pernah diangkatnya. Karena belasan kali mencoba dan tidak ada jawaban, Suga mengirim pesan pada Shimizu untuk mengatakan agar dia hanya diam dan menyerahkan semuanya pada Suga. Suga berjanji akan menyelesaikannya.
Shimizu tidak membalas pesan itu. Walau begitu Shimizu takut kalau Suga akan melakukan hal-hala bodoh lagi seperti mengorbankan namanya lagi, i tulah yang membuat Shimizu merasa harus mengakui ini.
“Aku melakukanya karena aku tidak ingin tim kita dalam kondisi prima saat pertandingan nanti, aku ingin kemenangan berada pada tim lawan. Aku menjadikan Suga kambing hitam yang memang posisinya tersingkirkan oleh Kageyama, kalian pasti akan berpikir bahwa pelakunya adalah dirinya karena dia merasa iri pada Kageyama. Dan benar saja, kalian berpikir seperti itu. awalnya aku hanya berharap kondisi kalian yang tidak prima, namun ternyata aku dengar kekompakan tim ini juga menurun, kalian saling tidak mempercayai.”
Semua mata terbelalak mendengar apa yang disampaikan Shimizu. Terkecuali Yachi dan Tsukisima yang memang sudah mengetahuinya.
Semua anggota Klub Voli Karasuno ingin tau lebih banyak lagi, begitu pula dengan Shimizu, masih banyak yang ingin ia sampaikan, namun kalimatnya terhenti. Yachi dan Tsukisima terlihat terkejut dengan apa yang disampaikan Shimizu. Mereka pikir Shimizu akan mati-matian menutupinya, tapi ternyata mereka salah.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bercela [END] ✔
FanfictionMemberi toss terbaik adalah hal yang harus ia lakukan. Berdiri di lapangan dengan waktu terlama yang ia bisa adalah hal yang harus ia pertahankan. Di tahun ketiga ini, ia akan mengukir kenangan indah di lapangan voli sebagai tim dari Klub Voli Karas...