Pagi ini, Isa berangkat sekolah lebih pagi dari biasanya. Ia berangkat naik angkot karena ayahnya ada project di luar kota. Isa naik angkot hanya sampai pertigaan. Dia memilih jalan kaki untuk melanjutkan perjalanan menuju ke sekolahnya.
Mumpung masih pagi, sekalian olahraga. Pikirnya.
Ditengah perjalanan, ia melihat sosok laki-laki yang sangat mirip dengan Alvian. Kebetulan sekarang hari Jum'at dimana ia memakai baju pramuka. Begitupun dengan cowok yang ia lihat saat ini.
Cowok itu memakai baju pramuka yang dilapisi dengan hoodie berwarna hijau tua. Helm yang menutupi sebagian wajahnya membuat Isa kesulitan menangkap siapa sosok itu sebenarnya. Apakah benar, dia adalah Alvian?
"Sepertinya pikiranku terlalu jauh.. nggak mungkin itu Kak Al." Ia bergumam lirih.
Isa pun melanjutkan perjalanannya dengan sedikit berlari. Mengingat bahwa ia mendapat tugas piket, ia pun mempercepat langkahnya. Tidak butuh waktu lama, Isa sudah berada di depan gerbang sekolah.
"Isa!" Teriak seseorang. Siapa lagi jika bukan Dara. Suara cemprengnya tentu sangat dikenali oleh Isa.
Perempuan manis itu pasti tengah membersihkan kelas. Karena hari ini ia juga mendapat tugas piket. Kalau begitu, Isa harus cepat-cepat membantunya.
"Biar gue yang lanjutin, Ra. Lo istirahat aja sana, gantian!" Perintah Isa mengambil sapu yang dipakai Dara.
"Enggak!" Tolak Dara dengan cepat menyambar kembali sapu yang berada di tangan Isa.
"Lo pasti cape kann?" Tanya Isa melihat Dara yang sudah berkeringat.
"Enggak!" Tolaknya, lagi. Benar-benar keras kepala!
"Yaudah kalau gitu, gue bantu nyapu halaman aja ya, soalnya dalem kelas udah bersih." Ucap Isa meninggalkan Dara menuju ke halaman depan kelas.
Di depan sana ada salah satu teman sekelasnya. Adnan Samudra. Cowok itu tengah menyirami tanaman. Rajin sekali!
"Eh Bu Ketu!" Sapa Adnan. Cowok itu masih melakukan aktivitasnya menyiram tanaman.
"Rajin amat Nan?" Balas Isa mengambil sapu lidi yang tersender di dinding dekat air kran.
"Ya jelas lah, Adnan Si Paling Rajin!" Ucap cowok itu seolah berbangga diri kalau dirinya paling rajin di antara yang lain.
Ya, benar sih. Pasalnya di sana hanya ada Adnan sendirian. Biasanya bersama Rafa, tapi cowok itu entah pergi kemana.
"Lo sendirian aja? Rafa mana?" Tanya Isa yang sudah mulai menyapu halaman.
"Lagi kumpul Pramuka sama Pak Adi." Jawab Adnan. Isa hanya diam.
"Gue duluan ya, Sa!" Pamit Adnan setelah selesai melakukan aktivitasnya.
"Ya! thanks yaa Nan!" Ucap Isa karena Adnan sudah melaksanakan tugas piketnya pagi ini.
Sebagai seorang ketua kelas, Isa memang disegani oleh teman-temannya. Ia merasa bahwa dirinya harus bisa merangkul mereka supaya berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Beberapa temannya memang ada yang jarang piket, tetapi pelan-pelan mereka bisa berubah. Isa yang memberi contoh dan juga mengajak supaya mereka sadar akan tanggung jawab. Seperti pagi ini, beberapa siswa-siswi dikelasnya sudah mengerjakan tugas piket dengan baik.
Di lain tempat, Rafa dan Dara tengah berada di ruangan yang sama yaitu ruangan Pramuka. Pak Adi menyuruh mereka untuk berkumpul karena minggu depan akan ada pelantikan. Sebagai ketua Putra dan ketua Putri, mereka berdua siap menerima informasi dan akan menyampaikan ke anggota Pramuka lainnya.
"Baik Pak, terima kasih atas informasinya. Nanti sore setelah pulang sekolah akan kami sampaikan ke anggota yang lain." Ucap Rafa yang didukung oleh Dara.
Setelah itu, mereka berdua pun menyalimi tangan Pak Adi sebelum keluar dari ruangan Pramuka.
"Ekhem!" Isa berdehem karena kebetulan melewati Rafa dan Dara saat ia menuju ke kantin.
"Eh, lo mau kemana?!" Dara mencegah lengan Isa supaya gadis itu berhenti.
"Kantin, beli pulpen, pulpen gue habis!" Jawab Isa, langsung melepaskan cekalan tangan Dara.
Gadis itu sengaja meninggalkan mereka. Tidak ingin mengganggu lebih tepatnya. Karena setelah dilihat-lihat, Dara cocok juga sama Rafa, pikir Isa.
Isa kembali ke kelas setelah selesai membeli pulpen. Ia langsung duduk di sebelah Dara. Untung saja belum ada guru yang masuk.
"Sa, nanti jangan pulang dulu yaa, mau ada kumpul Pramuka." Dara mengingatkan terlebih dahulu kepada Isa. Mereka sama-sama mengikuti ekstrakulikuler tersebut dan sudah menjadi pengurus inti.
"Okey, Raa." Jawab Isa.
"Eh ada Pak Wawan!" Teriak salah satu teman sekelas Isa.
Seperti biasa, hari Jum'at memang mata pelajaran bimbingan konseling. Jadi Pak Wawan-lah yang mengisinya. Semoga tidak membosankan, sungguh menyebalkan jika hal itu sampai terjadi.
"Selamat pagi Anak-anak!" Sapa Pak Wawan ketika sudah sampai di ruang kelas.
"Pagi, Pak!" Jawab mereka serempak.
"Berhubung hari ini Bapak dan Ibu guru terdapat kegiatan, jadi kalian akan pulang lebih awal!" Pengumuman yang Pak Wawan berikan mengundang suara heboh dari teman-teman Isa.
"WOAH! ASIK PULANG GASIK!" Teriak beberapa teman Isa khususnya kaum laki-laki.
"Yess!" Dara juga ikut bersorak. Isa hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah teman-temannya.
"Sa! langsung kumpul aja yuk!" Ajak Dara yang disetujui oleh Isa.
"Gass!" Sambung Isa.
Setelah sampai di ruang Pramuka, beberapa anggota sudah ada yang kumpul. Terutama Rafa yang sudah duduk sambil memegang kertas berisi absensi.
"Nih, isi dulu absensinya." Cowok itu menyerahkan selembar kertas kepada Dara.
Isa pun hanya melirik interaksi mereka berdua. "Kalian cocok deh, Ra, couple baru nih.." Bisik Isa membuat Dara melirik tajam ke arahnya.
🌷🌷🌷
Bersambung...
Terima kasih sudah membaca!
See u next time ^^
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Crush (Revisi)
Romansa[DIHARAPKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Siapa yang suka AU? sini mampir 😍☝️ Bukan sepenuhnya cerita, tapi ada AU nya jugaa! Ceritanya bisa langsung dibaca aja yaa, tidak ada spoiler >< Terima kasih readers kuu!!
