Beruang Es!

83 21 1
                                        

Baru saja Isa dan Zia sampai di pekarangan rumah. Gadis itu beranjak dari motor yang sudah ia parkirkan di garasi. Disusul oleh Zia untuk masuk ke dalam rumah.

"Assalamu'alaikum" Ucap kakak dan adik itu berbarengan.

"Waalaikumussalam" Jawab bunda yang baru saja keluar dari arah dapur.

"Bun, Isa tadi cuma beli ini." Isa memperlihatkan barang belanjaannya.

"Ngga jadi beli es krim?" Tanya bunda terlihat heran karena yang ada di kantong belanja hanya peralatan rajut.

"Dibeliin sama kakak baik!" Celetuk Zia, anak itu tengah meminum susu strawberry yang ia ambil dari kulkas.

"Hmm.. siapa kakak baik?" Tanya bunda penasaran.

"Adnan, Bun, teman sekelas Isa, ngga sengaja ketemu tadi." Jawab Isa.

"Oh, tak kira Perfect Crush mu itu.." Ucap bunda menutup mulutnya seolah meledek Isa.

"Ih bundaaa" Isa merasa kesal diledek bundanya.

"Isa mau ke kamar dulu Bunnn" Ucapnya sambil berlalu dari hadapan bunda dan Zia.

Sesampai di kamar, Isa berniat untuk mengerjakan tugasnya. Ia mulai mencoba mencari tutorial merajut. "Rada susah juga yaa?" Gumamnya.

Setelah menemukan tutorial yang dirasa cukup mudah, Isa mulai mengaitkan benang membentuk kerangka kepala panda. Ia terus mencobanya hingga membentuk seperti yang diinginkan. Gadis itu dengan telaten membuat gantungan kunci panda yang semalam Alvian sarankan.

"Akhirnya, hampir selesai." Ujar Isa.

Dua jam sudah berlalu, kini Isa berniat membuat lagi untuk gantungan kunci yang kedua. Masih berbentuk panda, karena ia ingin membuat untuk dirinya sendiri. Sementara yang lain untuk dikumpulkan sebagai tugas karya.

"Aku bikin apa lagi ya.." Monolog Isa setelah selesai membuat dua karya.

Ia berpikir sejenak. Berniat menghubungi Alvian. Siapa tahu akan mendapatkan pencerahan lagi.

Jantung Isa berdebar hebat saat Alvian memuji karyanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jantung Isa berdebar hebat saat Alvian memuji karyanya. Ia akan membuat karya lain lagi tetapi masih bingung. Gadis itu pun menunggu balasan dari Alvian.

Beruang Es! Isa langsung mencari tutorialnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Beruang Es! Isa langsung mencari tutorialnya. Gadis itu benar-benar berusaha mewujudkan apa yang Alvian rekomendasikan. Terlebih lagi pesan terakhir yang Alvian berikan. Isa jadi semakin bersemangat membuat karya.

Memang ya, kata-kata dari seseorang yang disukai bisa menjadi ajaib. Buktinya, Isa yang tidak bisa merajut kini kelihatan lihai. Padahal baru belajar. Namun gadis itu cepat memahami tata caranya.

Tidak menunggu waktu lama, hasilnya pun sudah jadi. Ia tinggal memasangkan gantungan kuncinya. Lalu Isa pun memotret hasil karyanya dan mengirimkan kepada Alvian.

 Lalu Isa pun memotret hasil karyanya dan mengirimkan kepada Alvian

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Alvian selalu gercep membaca pesannya. Itu tidak dilakukan hanya sekali dua kali. Tapi dari awal cowok itu selalu fast respon!

Senang sakali rasanya, pertama kali bagi Isa merasakan jatuh cinta

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Senang sakali rasanya, pertama kali bagi Isa merasakan jatuh cinta. Meskipun belum ada hubungan apa-apa, tetapi mereka semakin dekat setiap harinya.

Setelah itu, tidak ada pesan apapun lagi baik dari Alvian maupun Isa. Keduanya sama-sama sibuk mengurus kegiatannya masing-masing.

Di sisi lain, Alvian tengah bersiap menuju ke sebuah tempat favoritnya. Perpustakaan pusat. Ia akan bertemu seseorang di sana.

🌷🌷🌷

Bersambung...

Perfect Crush (Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang