Sisi Gelap

80 16 0
                                        

Selamat membaca! ^^

Hari ini adalah hari Senin, hari dimana seluruh siswa berangkat ke sekolah. Termasuk Alvian dan teman-temannya. Setelah upacara tadi, para guru sedang mengikuti rapat untuk persiapan penilaian akhir semester ganjil yang akan dilaksanakan satu minggu lagi.

Alvian dan keempat temannya sedang di dalam kelas. Namun tidak dengan Rifal, karena tadi katanya ada urusan. Mereka berlima sedang main bareng atau istilah lainnya mabar. Game Mobile Legends yang saat ini menjadi game favorit dicircle mereka, berlangsung dimainkan kurang lebih selama lima menit yang lalu.

Sementara di tempat lain, Rifal sedang menjemput Alya ke kelasnya. Gadis itu meminta Rifal untuk datang ke kelasnya karena ada sesuatu yang harus dibicarakan. Setelah sampai, Rifal segera mencari keberadaan Alya.

"Permisi, Alya ada?" Tanya Rifal pada salah satu siswi setelah sampai di kelas gebetannya.

"Oh ada, bentar ya" Jawab siswi itu.

Rifal hanya bergumam untuk menanggapi. Tidak berselang lama, Alya pun datang di hadapan Rifal.

"Ada apa?" Tanya Alya.

"Lo kan tadi yang nyuruh gue kesini?" Ucap Rifal.

"Oiya hehehe" Kekehnya membuat Rifal gemas sendiri.

"Gue mau bicarain sesuatu sama lo" Ujar Alya.

"Tapi ga disini ngomongnya" Lanjut cewek itu.

Alya menyuruh Rifal untuk mengikutinya. Setelah sampai di rooftop, Alya berhenti dan mengajak Rifal untuk duduk disalah satu bangku yang tersedia di sana.

"Fal, lo deket sama Alvian kan?" Tanya Alya pada Rifal.

"Hm" jawabnya.

"Jangan cuek gitu dong, gue kan udah ngga suka lagi sama dia. Dan sekarang me be yours" Ujar Alya sambil menatap yakin Rifal.

"Iyaa" Jawab cowok itu.

"Gue temenan sama dia. Kenapa?" Lanjutnya.

"Dia lagi deket sama cewek?" Tanya Alya.

"Maybe iya, Disa kan temen deketnya waktu SD. Gue pernah denger." Jawab Rifal.

"Ooh, kemarin dia juga sempet deket sama temennya sepupu gue. Maka dari itu, gue heran sama tuh cowok." Ucap Alya.

"Kalo ada info apa-apa tentang dia boleh kasih tau aku ya?" Lanjutnya.

"Oke" jawab Rifal sambil mengacak rambut Alya.

"Gue ke kelas" Pamitnya.

"Hm" Gumam Alya menahan salah tingkahnya.

Setelah itu, Rifal kembali ke kelasnya. Tanpa disengaja samar-samar ia mendengar celotehan kelima temannya termasuk Alvian.

"Yan, yan, lo kok bisa sih segitunya sama Isa. Kasian dia woi."

"Udah dikasih harapan, ujung-ujungnya diblokir"

"Ck parah lo Yan"

"Ini adalah sisi gelap Alvian"

"Hahahah"

Saat Rifal datang di meja mereka. Alvian sedang berbicara dengan serius, "Gue ngeblok dia karena gue punya alasan. Gila, yakali tiba-tiba gue ngeblok tanpa alasan, njir"

"Daripada gue nyakitin perasaan dia mending gue blokir aja" Lanjut cowok itu.

Rifal melewati kelima temannya dengan tenang seolah tidak mendengarkan apa-apa.

"Eh, Pal darimana aja lo?" Tanya Anjas.

"Kelas sebelah" Jawab Rifal kemudian ia mengeluarkan ponsel dari sakunya.

"Gue denger-denger lo abis jadian sama cewe yang dulu pernah naksir Vian, Pal?" Celetuk Gior.

"Lo nikung sahabat lo sendiri?" Tuduh Anjas.

"Maksud lo apa?" Tanya Rifal tak santai.

"Fal udah gausah dengerin buaya ngomong, lo mana ngerti bahasa buaya" Ujar Aldi berusaha menenangkan.

"Enak aja buaya" Sahut Anjas.

"Nih buaya" Lanjutnya sambil menunjuk Gior.

"Anjrit ya Njas?!" Kesal Gior.

"Bilangin tuh ke temen lo, biar ga usah ngasih harapan ke cewe-cewe yang suka sama dia kalo ujung-ujungnya ditinggalin" Ucap Rifal kemudian ia lanjut mengetikkan sesuatu pada gebetannya.

"Anjir, siapa yang baperin. Mereka aja yang pada baper." Ucap Alvian berusaha membela diri.

"Ck, udah cok, gausah dibahas anying" Ujar Reza menengahi.

"Iya woi, tuh ada guru masuk." Ucap Aldi.

Setelah selesai berargumen, mereka duduk ditempat duduknya masing masing dan mendengarkan penjelasan guru yang masuk ke kelas mereka.

🌷🌷🌷

Di sisi lain, Isa dan beberapa teman-teman Pramuka tengan mengumpulkan hasil karyanya. Setelah itu mereka berangkat untuk melaksanakan pelantikan. Sebagai tanda bahwa mereka anggota Pramuka tetap.

"Kak Isa, maafin aku ya udah nyamain idenya Kak Isa," Ujar Firda, salah satu adik kelas Isa yang juga merupakan anggota Pramuka.

"Engga masalah, aku juga udah nemu ide lain kok, nih ganci panda, hehe.." Jawab Isa menunjukkan karyanya.

"Wah, bagus banget Kak!" Puji Firda melihat hasil karya Isa.

"Makasiii, karya mu juga baguss" Isa juga memberikan pujian pada karya Firda.

Boneka kura-kura dari kain flanel yang terlihat menggemaskan.

"Sa, ayo, bentar lagi dimulai acaranya." Dara datang menarik tangan Isa supaya tidak asyik mengobrol dengan adik kelasnya itu.

"Iya-iya, Dar," Jawab Isa menurut pada Dara.

"Lo tau nggak? orang yang ngajak lo ngobrol itu-"

"Dara, Isa!" Panggil Rafa. Cowok itu sudah terlihat sangat rapi dengan pakaiannya.

"Nih, apalin." Rafa menyerahkan kertas kecil berisi janji anggota Pramuka.

"Oke, makasih." Jawab Isa dan Dara bersamaan.

Setelah itu, Rafa pun pergi membagikan kertas tersebut ke beberapa anggota yang lain. Sementara Isa dan Dara melanjutkan perjalanan menuju lokasi acara.

🌷🌷🌷

Bersambung

Perfect Crush (Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang