23

1.8K 170 7
                                        

Typo Maaf ...

.
.
.


Luhan berdiri dengan tubuh gemetar serta keringat dingin mulai membasahi dahinya.

"Katakan, aku tidak akan menyakiti mu, asal kau mau bekerja sama dengan memberiku informasi yang sebenarnya"

Bahkan suara dingin yang penuh aura gelap itu terasa menusuk di telinga Luhan.

Luhan mencoba untuk tetap tenang meski saat ini tubuh dan jantungnya benar-benar berdetak tak karuan.

"Sa- saya.. itu.."

"Pengawal Lu, kau adalah yang paling dekat dengan putra ku, bukan tak mungkin kau tak tahu tentang sesuatu" terlihat dengan jelas, bagaimana raut wajah keras tuang Leung menatap tajam luhan di hadapannya.

Luhan benar-benar tak tahu apa yang harus dia katakan. Salah-salah, dia takut salah bicara. Mungkin dia bebas dari tuan leung, tapi belum tentu juga singa jantan yang lain tidak menerkamnya saat dia melakukan kesalahan, ya benar singa yang lain yaitu wang yibo.

Glub

Saliva itu telah luhan telan berulang kali.

"Tu- tuan, aku tidak tahu apapun.." baiklah, luhan pikir kata-kata itu yang bisa menyelamatkannya saat ini.

Bersembunyi di balik kata tidak tahu, agar setidaknya dia bisa bernafas sedikit lebih lama, dari pada memilih mati sia-sia di antara dua singa Wang.

Wang leung mengangkat sebelah alisnya, "Tidak tahu? Kau pikir aku akan percaya begitu saja saat kau mengatakan tidak tahu? Kau bahkan berada dekat dengan putraku dan kau tidak mengetahui apapun? Kau pikir aku bodoh?" Tuan leung mencerca luhan dengan pertanyaan pertanyaan yang sulit dia jawab.

Sebenarnya bukan hanya untuk menyelamatkan si polos zhan dari amukan Leung, tapi dia juga berusaha keras menyelamatkan dirinya sendiri. Dia tau ini akan terjadi cepat atau lambat, tapi luhan benar-benar tak menduga hal ini akan terungkap hanya dalam hitungan hari.

Luhan masih menunduk dalam diam.

Wang Leung mengeraskan rahangnya kesal, sebuah Glock dia keluarkan dari sakunya dan membidik kening luhan.

"Kau masih ingin menutupinya?"

Luhan bukan tak tahu benda apa yang ada di depan keningnya saat ini, dia meremat bagian bawah jas hitamnya pelan.

"Saya hanya menjalankan tugas apa yang tuan muda Wang yibo perintahkan tuan, untuk hal pribadinya saya tak mengetahui apapun" hanya itu kata-kata yang bisa keluar dari mulut luhan saat ini ketika bahkan tenggorokannya terasa tercekat.

"Tuan,," suara lain menginterupsi mereka.

Wang Leung tak menoleh dia tetap di posisinya berdiri dengan senjata di tangannya.

Luhan mengenal suara itu, dia sedikit melirik ke samping Itu Sehun, tapi tak mengatakan apapun.

"Tuan besar, menurut infomasi yang saya dapat, Tuan muda menutupi semua ini dari seluruh orang di mansion. Bahkan saya yakin, bahwa pengawal ini juga tak mengetahui apapun" Sehun mencoba menyelamatkan Luhan dari amukan Tuan leung.

Tuan leung melempar asal Glock yang di pegangnya, "shit.. anak sialan itu, beraninya membodohi ku. sehun, cepat temukan dia dan seret mereka berdua kehadapan ku. Dan kau, sampai mereka kembali kau akan berada di ruang bawah tanah. Menutupi informasi penting tetaplah sebuah kejahatan bagiku, bawa dia"

Beberapa pengawal yang berada di ruangan itu segera menggiring luhan ke ruangan bawah tanah.

Sebelumnya luhan sempat bersitatap dengan sehun, sehun tahu bahwa Luhan sangat marah padanya saat ini.

Little pumpkinsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang