28

1K 108 3
                                        

Bruagh.

"Aakh.."

"Kau, bisakah kau tidak ikut campur urusan ku?" Wang yibo menarik kerah sehun kuat.

Braak

Sehun melawan dan mendorong kuat tubuh yibo menjauh.

"Apa yang kau lakukan yibo?" Sehun mengusap sudut bibirnya.

Wang yibo kembali mendekat dan menarik kerah baju sehun sekali lagi.

"Apa yang ku lakukan? Aku memberi mu pelajaran karena terlalu ikut campur urusan ku!!" teriak wang yibo.

Bruaaagh

Kali ini sehun yang memukul rahang wang yibo, "dasar bodoh" balas sehun.

Wang yibo yang jatuh tersungkur mengusap rahangnya, matanya memerah menatap sehun

"Aku menganggap mu saudara, tapi aku tak pernah menyangka kau akan menusuk ku dari belakang ge" ujar yibo geram.

Sehun menghela nafasnya, dia tau akan seperti ini akhirnya. Wang yibo akan salah paham.

"Yibo, terlepas dari apapun aku masihlah saudara mu. Apa yang ku lakukan semuanya demi kebaikan mu" terang sehun.

Wang yibo terkekeh, "demi kebaikan ku?"

Sehun menyipitkan mata, "yibo, kau salah paham"

Wang yibo mendongak, "salah paham? Apa menjauhkan ku dengan xiao zhan adalah sebuah kefahaman yang salah?"

Sehun mendekat dan menjulurkan tangannya pada wang yibo, tapi wang yibo menepiskan dengan kuat.

"Singkirkan itu" marahnya.

Sehun mengerti apa yang ada di pikiran wang yibo, "yibo, pikirkanlah kembali. Apa yang akan terjadi jika rahasia ini semakin berlarut-larut? Tuan besar akan membiarkannya? Tentu tidak, dia akan semakin marah dan merasa semakin di bodohi. Kau tau bukan apa akibatnya? Dia tak akan melepaskan kalian dengan mudah"

Wang yibo tertawa remeh, "bukankah sama saja dengan saat ini? Aku dan xiao zhan tetaplah di pisahkan"

Duaagh

"Aaakh.."

Wang yibo memekik sakit saat sebuah bogem mentah di balaskan oleh sehun.

Wang yibo mendongak dengan sudut bibirnya yang berdarah, "kau-"

"Aku ingin menyadarkan mu dengan pukulan itu wang yibo. Aku memukul mu sebagai saudara jauh mu. Dengar dan lihat apa yang terjadi setelah tuan Leung mengetahui semuanya. Betapa murkanya dia pada mu dan xiao zhan. Baru beberapa hari kau mengelabuinya tapi dia telah melakukan itu pada xiao zhan. Bisakah. Kau pikirkan jika kau menundanya lagi dan membohongi ayah mu lebih lama lagi? Mungkin kau hanya akan di pukul, tapi nasib xiao zhan? Bisakah kau menjamin nyawanya?" Tunjuk sehun pada wang yibo di depannya.

Wang yibo terdiam cukup lama, ingatan di mana kulit punggung xiao zhan tergores cambuk itu masih terngiang di mata wang yibo. Dan rasa sakit di dadanya kembali bangkit. Dia menggeleng dengan kedua tangan yang menggusak wajahnya.

Tidak, tentu saja dia tak ingin nasib xiao zhan lebih sial lagi. Tapi, apa yang harus dia lakukan sekarang? Haruskah dia setuju pada pilihan ayahnya dan meninggalkan xiao zhan?

Sehun mengerti apa yang di rasakan wang yibo saat ini, pilihan di tangan wang yibo sangatlah berat.

Perlahan sehun mendekat dan menepuk pundak yibo pelan.

"Pilihan ada di tangan mu yibo, jika kau memilih pria itu. Maka kau akan mempermalukan ayah mu dan mencoreng nama baik Wang. Tapi, jika kau meninggalkan xiao zhan, maka kebencian dan kekecewaannya dirinya pada mu, kau harus menerimanya suatu saat nanti"

Wang yibo mendongak dengan raut wajah yang sangat mengerikan, "lalu kenapa kau memberikan pilihan yang sulit ini pada ku?"

Sehun tersenyum getir, dia menggeleng. "Dari awal pilihan ini bukanlah dari ku yibo. Tapi dari hati mu sendiri. Aku hanya menjalankan apa yang di perintahkan bibi pada ku. Aku tau jika semuanya berawal dari ku dan menjadi kacau. Tapi, lebih baik kau membukanya saat ini dan berterus terang pada ayah mu. Tidak hanya untuk ayah mu, tapi juga demi kehormatan xiao zhan sebagai seorang laki-laki. Tidak selamanya dia harus bersembunyi di balik pakaian wanita" sehun merapikan jasnya dan pergi menjauh meninggalkan wang yibo yang terdiam dia tempatnya.

Dia meremat kuat kepalanya yang berdenyut sakit. Mana yang harus dia raih?

....

Fajar mulai menyingsing di ufuk timur. Dua bola mata yang semalam suntuk terpejam perlahan menggerakkan kelopaknya.

Melihat sekeliling, cahaya terang dari sinar lembut matahari pagi itu belum menembus gorden Emas Milik Wang yibo.

Mata rusa itu merekah sempurna, dia menggerakkan iris-nya ke kanan dan ke kiri. Sebelum dia menangkap sosok pria yang terbaring nyaman di sampingnya.

"Yibo.." suara serak itu menyapa telinga yibo, hingga si pemilik nama terbangun seketika.

"Zhan.." wang yibo duduk dan mengusap kening zhan, syukurlah panasnya telah turun.

Xiao zhan tersenyum lemah, melihat wajah pucat yibo pastilah pria itu sangat mengkhawatirkan dirinya.

Wang yibo mengusap pipi xiao zhan lembut, entah apa yang harus dia katakan saat ini. Dia sangat senang karena xiao zhan kembali bangun setelah demam semalaman, tapi di suatu sisi dia takut dengan seluruh pilihan yang ada di hadapannya.

"Kau baik-baik saja?"

Pertanyaan xiao zhan membuyarkan lamunan wang yibo.

"Harusnya aku yang bertanya pada mu. Maafkan aku, karena aku-"

"Tidak, ini bukan salah mu. Kita berdualah yang memilih jalan ini. Aku bisa menanggung apapun, asalkan itu kamu wang yibo" senyum lemah menghiasi bibir pucat xiao zhan.

Hati wang yibo tak baik-baik saja saat ini, dia merasa sakit bagai di tumbuk palu besar. Betapa besar dan tulus cinta xiao zhan padanya. Dia pun sama, dia bersedia melakukan apapun demi cintanya pada xiao zhan tapi..

"Menikahlah dengan putri tuan Ann.."

Kata-kata itu terngiang di kepala yibo bagai komedy putar yang tak berujung.

Dia rela melakukan apapun untuk cintanya pada zhan, kecuali jika nyawa xiao zhan yang jadi taruhannya.

Wang yibo tersenyum, "kau ingin makan bubur? Aku akan membuatkan mu bubur untuk menghangatkan perut mu" wang yibo mengusap pipi xiao zhan sebelum dia beranjak pergi.

Xiao zhan melihat punggung wang yibo menjauh, bukan dia tak bisa menangkap raut wajah yibo yang sangat frustasi saat ini.

Penyebabnya? Tentu saja xiao zhan tahu itu. Hubungan mereka, bukanlah sesuatu hal yang bisa di terima dengan mudah oleh orang tua wang yibo. Sebagai orang terpandang pasti mereka tak ingin nama baiknya tercemar.

Punggung yibo menghilang di balik pintu. Xiao zhan meremat selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.

"Jika memang kita berdua tidaklah mungkin, maka ku mohon biarkan aku bersama mu sedikit lama lagi. Agar tidak ada penyesalan dalam hati ku ini wang yibo.."

Little pumpkinsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang