"Sssst..." Xiao zhan mengipas bibirnya dengan kedua tangannya.
Wang yibo segera meraih tissu, "maaf, apa masih panas? Cepat muntahkan" wang yibo menengadahkan tissunya di bawah dagu xiao zhan.
Xiao zhan menggeleng, dia menelan bubur di mulutnya pelan. "Tidak perlu" zhan mendorong tangan yibo, karena sangat tak pantas bagi wang yibo yang seorang tuan muda ingin menampung sisa makanan dari mulutnya "aku sudah menelannya, kau tak perlu melakukan itu" zhan tak enak hati.
Wang yibo segera meraih mangkuk buburnya kembali, "maaf, mungkin aku terlalu sebentar meniupnya. apa itu melepuh?"
Xiao zhan menggeleng "tidak, ayo suapi aku lagi" zhan membuka mulutnya.
Wang yibo tersenyum dia kembali menyendok buburnya dan meniupnya agak lama.
Xiao zhan menerima suapan yibo dengan wajah ceria, ini kali pertamanya di manjakan oleh orang lain selain keluarganya.
Biasanya bibinya Hanna yang akan merawatnya karena sakit. Tapi, saat ini justru wang yibo orang yang dia cintai yang merawatnya semalam suntuk.
Zhan menghabiskan seluruh bubur buatan wang yibo. Perutnya yang sebelumnya keroncongan telah terisi.
"Terima kasih.." xiao zhan tersenyum tulus
Wang mengangguk dan mengusap sisa bubur di sudut bibir xiao zhan tanpa rasa jijik.
"Sekarang tidurlah, aku akan kembali siang nanti. Ada yang harus ku kerjakan di kantor" wang yibo mengelus sayang pucuk kepala xiao zhan.
Xiao zhan meraih tangan yibo dan merematnya pelan, wang yibo melihat di mana tangannya di genggam xiao zhan.
"Zhan.."
"Yibo.. " xiao zhan menunduk, "aku tau segalanya menjadi rumit karena aku, kau dan ayah mu, aku benar-benar minta maaf"
Wang yibo merasa sakit melihat guratan kesedihan di mata xiao zhan, tangannya balik menggenggam jemari xiao zhan, "kau tak perlu minta maaf, ini bukan salah mu, cinta itu adalah urusan yang suci. Dia sering hadir kapan pun dia mau. Kita tak bisa menolaknya saat dia hinggap. Xiao zhan, ayah ku akan menjadi urusan ku. Kau tak perlu berpikir keras. Percayalah pada ku semua akan baik-baik saja" wang yibo mengusap pipi xiao zhan dengan telapak tangannya yang lain.
Xiao zhan menatap mata tulus yibo dalam, "lalu,, bagaimana dengan hubungan kita?" Mereka baru saja merajut tali kasih, tapi sebuah kejadian menyeramkan hadir di awal hubungan mereka. Xiao zhan tentu saja khawatir, sebesar apapun cintanya pada wang yibo, dia tetap tak ingin pria wang itu terluka karenanya.
Wang yibo kembali mengusap pipi xiao zhan lembut "jangan Khawatir, semua itu tidak akan membuat cinta ku pudar untuk mu sayang. Aku akan melindungi mu apapun caranya."
Xiao zhan tersenyum perih, dia tahu wang yibo juga menahan luka di hatinya. Bukan dia tidak tau apa yang akan terjadi pada hubungan mereka selanjutnya. Tuan Leung begitu membenci dirinya.
"Aku tau, aku mencintai mu yibo. Aku percaya pada mu"
Wang yibo tersenyum, dia memeluk xiao zhan pelan, tangannya mengusap lembut bagian bawah punggung zhan yang tak luka.
"Aku juga sangat mencintai mu. Aku yakin jalan di depan kita akan terbuka lebar"
Xiao zhan mengangguk, "tentu, aku akan selalu menggenggam tangan mu di samping ku, aku mencintai mu"
"Terima kasih sayang, aku mencintai mu.. sangat"
....
Wang Leung menegak cairan merah pekat itu dengan sekali tegak. Hampir seperempat botol dia habiskan seorang diri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little pumpkins
FanficSiapa yang percaya cinta dan benci? Wang Yibo seorang pewaris keluarga wang, tanpa sengaja bertemu dengan seorang petani labu yang merusak lapangan Golf-nya hingga membuat dirinya sangat membenci Xiao zhan. Kejadian itu membuat seorang xiao zhan pet...
