6 bulan kemudian..
Wang yibo menyeka keringat di keningnya, hari ini hari panen. Warna Orange buah Labu itu memenuhi seluruh ladang luas Milik Xiao zhan.
Panen kali ini berlimpah Ruah, biasanya xiao zhan memperkerjakan 3 orang saja dan dirinya. Tapi untuk kali ini dia butuh 5 orang pekerja itupun telah di batu wang yibo.
"Menantu, apa kau juga melihatnya?" Hanna berbinar melihat hamparan Labu Orange yang berguling di atas tanah.
Wang yibo menoleh ke kanan dan ke kiri "apa? Melihat apa bibi han?"
Hanna memutar mata, "astaga, lihatlah lembaran Yuan yang yang bertebaran di tanah" hanna menunjuk tanah.
Wang yibo semakin bingung, dia melupakan terik matahari yang membakar kepalanya, beruntung sebuah capil tebal bertengger di sana.
"Apa? Dimana? Aku tak melihat Uang di atas tanah?" Wang yibo berputar.
Hanna menepuk dahinya sendiri, "astaga menantu, maksud ku labu-labu itu. Jika kita jual maka kita akan untung besar. Lihatlah, tahun ini labu kita berbuah banyak, bahkan dua kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya. Ku rasa ini adalah berkat dari bayi yang ada di perut istri mu" tunjuk hanna pada hamparan labu itu.
Senyum di bibir yibo mengembang "benarkah? Itu berarti bayi ku membawa keberuntungan?"
Hanna mengangguk antusias.
Yah, wang yibo dan xiao zhan telah menikah 6 bulan lalu. Setelah menikah wang yibo tinggal di rumah xiao zhan. Dia tidak bekerja di kantor lagi, dia memilih menjadi petani labu membantu Hanna.
Ini adalah Panen pertama mereka. Dan wang yibo berhasil. Sebenarnya ada teman yibo yang membantu yibo mencari tahu tentang pupuk dan cara yang benar merawat tanaman labu. Dan berkah Tuhan, panen mereka melimpah banyak.
Hanna menerima yibo dengan baik, setelah mejelaskan tentang hubungan mereka dan merestui mereka untuk menikah, hanna membuka lebar pintu rumahnya untuk menampung mereka berdua.
Lagi pula, dirinya tinggal sendiri. Di tambah lagi, akan datang seorang bayi kecil di hidup mereka. Betapa bahagianya Hanna karena sebentar lagi akan menjadi seorang nenek.
"Yibo... Bibi.." suara cempreng xiao zhan terdengar memanggil.
Wang yibo dan hanna menoleh, xiao zhan berjalan dengan sebelah tangannya yang memeluk perut, dan satu tangannya yang lain menenteng Rantang makanan.
Wang yibo tersenyum dia menghampiri istrinya dan mengusap perut buncitnya
"Sayang, di sini panas." Wang yibo meletakkan telapak tangannya di atas kepala xiao zhan.
Xiao zhan meraih lengan yibo, "kemari, ke pondok itu. Kau harus makan"
Wang yibo tersenyum dan mengangguk.
"Tunggu sebentar," wang yibo menoleh, "bibi, kemarilah. Ayo makan" teriak Yibo.
Hanna tersenyum dan menggeleng, "aku sudah, kalian makan saja. Aku akan melihat ke sebelah sana"
"Bibi, hati-hati" teriak zhan.
Hannya mengangguk dan pergi.
Wang yibo melihat susunan rantang makanan itu dengan mata laparnya, "sayang, apa yang kau bawa?"
Xiao zhan tersenyum, tangannya membuka telaten penutup rantang.
"Telur balado, nasi, sambal teri dan Tempe bacem"
Wang yibo tertawa, "kau memasaknya?"
Xiao zhan mengangguk, "benar, hari ini aku memasak hidangan dari negara indonesia" bangganya.
Wang yibo tersenyum, kemarin istrinya memasak hidangan Khas Thailand dan Hari ini Indonesia.
Yah, tak apa. Karena mood orang Hamil memang Aneh, dan istrinya telah hampir satu bulan ini memasak makanan yang berbeda dari berbagai negara.
"Ayo makan" zhan meraih daun dan menyendok nasi untuk yibo.
Wang yibo mengangguk, "wangi sekali. Ini pasti enak"
Zhan mengangguk, "cobalah"
"Kau juga harus makan"
Zhan mengangguk, "tentu, aku akan makan dari suapan mu saja" manjanya.
Wang yibo tersenyum, dia menyumpit makanan itu dengan sabar. Memberikan suapan pertama untuk istri dan anaknya.
Kehidupan wang yibo memang terjungkir balik, tidak ada kemewahan seperti sebelumnya. Hanya ada kesederhanaan yang begitu hangat dan pekat.
Sekalipun wang yibo tak menyesalinya sedikitpun, hidup sebagai seorang biasa untuknya sangatlah luar biasa. Jauh dari kejenuhan suasana kantor dan map-map yang menumpuk.
Sederhana saja, wang yibo sangatlah bahagia.
Perlahan tangan yibo mengusap perut xiao zhan, "hey, little Pumpkin. Apa kau senang? Makanan papa mu, enak bukan?"
Sebuah tendangan kecil di rasakan yibo di telapak tangannya, "dia menjawab mu yibo" zhan tersenyum.
Wang yibo mengangguk, "bayi Pintar. Sayang, daddy mencintai mu"
"Hanya baby saja?" Zhan memanyunkan bibirnya.
Wang yibo terkekeh, "kau juga" kemudian membawa xiao zhan dalam pelukan hangat.
Pria paruh baya yang berada di dalam mobil sedan hitam itu menyeka sudut matanya yang berair.
Melihat kebahagian wang yibo membuat hatinya senang sekaligus sakit.
"Jalankan mobilnya" perintahnya.
Mobil bergerak pergi.
Pria itu menekan sebuah nomor di pinselnya,,
Sebuah panggilan tersambung setelahnya.
"Emm,, beli seluruhnya. Jadikan mereka mitra mu"
Panggilan berakhir.
Sudut bibir itu perlahan terangkat, helaan nafasnya terasa lebih ringan
"Berbahagialah.." tulusnya.
....
"Ekhem"
Luhan menoleh, dia memutar matanya malas, "apa ada yang anda butuhkan lagi Tuan sehun?"
Sehun tersenyum samar, "emm, paman bilang dia akan pulang dalam 30 menit. Bersihkan seluruh bola basket ini dan siapkan kopi untuknya"
Luhan mencebik kesal, sehun bukanlah majikannya, tapi dia sering mengganggu Luhan. memerintahnya dengan semena-mena dan membuat kesal.
"Cih, sok Tuan.." cebik luhan pelan.
"Apa?"
Luhan menoleh, "ah, aku hanya melihat nyamuk."
Sehun tersenyum kecil bukan dia tak mendengar cebikan luhan. Pria cantik itu memang menggemaskan jika di ganggu.
"Ah, aku berubah pikiran. Aku yang akan menyiapkan Kopi. Kau pergilah ke kolam belakang. Bersihkan lumut di sana" kemudian sehun berbalik.
"Yaak, bagaimana bisa aku ?" Luhan kesal.
Sehun tak mengindahkan, dia hendak pergi, luhan yang kesal ingin melempar sehun dengan bola basket. Sialnya, kakinya tergelincir.
Sehun yang merasa akan ada serangan berbalik dan
Greeep
Duuug
Cup
Kedua pasang bola mata itu membulat sempurna.
"Eeempphhh..."
......
KAMU SEDANG MEMBACA
Little pumpkins
FanficSiapa yang percaya cinta dan benci? Wang Yibo seorang pewaris keluarga wang, tanpa sengaja bertemu dengan seorang petani labu yang merusak lapangan Golf-nya hingga membuat dirinya sangat membenci Xiao zhan. Kejadian itu membuat seorang xiao zhan pet...
