"Tuan wang ini adalah salep anti nyeri dan peradangan, oleskan ini pada luka setiap pagi hari saja." Dokter paruh baya itu menyodorkan sebuah salep obat pada wang yibo.
Wang yibo menerimanya dan mengangguk, "terima kasih dokter Shin," ujar yibo.
Dokter Shin mengangguk, "sama-sama, tolong perhatikan ke steril-an pada luka tuan muda ini, jangan sampai terkena air dulu paling tidak selama 2 hari. Untuk obat minumnya, anda bisa menebus nya di apotik, akan saya resepkan" dokter itu mengeluarkan kertas dan Mulai mencoret di atasnya, wang yibo menoleh pada bawahannya, pengawal itu segera meraih resep obat dan pergi.
Dokter shin pamit setelah dia selesai dengan tugasnya, kini dalam ruangan itu hanya ada xiao zhan dan dirinya.
Wang yibo meraih tangan xiao zhan lembut, xiao zhan tertidur saat wang yibo membawanya ke kamarnya, mungkin karena perihnya luka yang xiao zhan dapatkan hingga xiao zhan tertidur.
"Kau masih sangat panas zhan," wang yibo meremat tangan xiao zhan yang masih terasa panas. Mungkin karena deman juga, hingga xiao zhan sulit membuka mata.
Tak ada jawaban apapun karena xiao zhan sepenuhnya tertidur, wang yibo masih menggenggam erat tangan xiao zhan di atas tangannya. Melihat mata rusa yang tertutup itu membuat hati wang yibo sangat sakit, bagaimana caranya dia menatap mata xiao zhan nanti saat dirinya akan mengumumkan perpisahan padanya.
Wang yibo bahkan tak sanggup membayangkannya, tapi demi apapun dia harus merelakan jalan xiao zhan terpisah darinya. Dia tak ingin membahayakan hidup xiao zhan lagi, baginya cukup satu kali dirinya berada di titik bodoh hingga tak bisa membantu xiao zhan saat di cambuk oleh ayahnya.
Ayahnya yang ambisius dan gila hati bukan tak mungkin bisa melakukan apapun pada xiao zhan kelak. Dan membayangkan xiao zhan berada di ambang kematian hanya karena dirinya membuat wang yibo merasa kecewa sekali lagi.
Dirinya berada jauh di bawah ayahnya, jika pun menyembunyikan xiao zhan di suatu tempat, bukan tak mungkin Wang Leung dan para Anjingnya bisa mengendus keberadaan xiao zhan dan kembali menyiksanya.
Wang yibo mengusap dahi xiao zhan dengan lembut, "maafkan aku zhan, aku tak bisa menjamin apapun selain keselamatan mu saat ini." Benar, hanya itu yang bisa wang yibo lakukan. Cinta, bukan dirinya tak bisa memperjuangkannya. Tapi jika taruhannya adalah nyawa xiao zhan, maka wang yibo siap mundur teratur demi keselamatan xiao zhan.
Apalah arti kebahagian dirinya di banding kebahagian xiao zhan, dalam sekejap xiao zhan menjadi prioritas di hatinya. Wang yibo juga tahu bahwa nanti tidak hanya dirinya yang terluka, tapi juga hati xiao zhan. Bahkan wang yibo telah berbesar hati menerima tatapan benci xiao zhan suatu saat nanti padanya. Biarlah, luka itu wang yibo yakin akan sembuh seiring berjalannya waktu, dan xiao zhan bisa menemukan orang yang lebih baik dari pada dirinya. Meskipun hati wang yibo tidaklah rela, tapi dia tak punya pilihan lain.
Bukan wang yibo takut mati karena xiao zhan, hingga tak memperjuangkan cintanya. Tapi, apakah ada yang bisa menjamin hidup xiao zhan jika dirinya mati? Wang yibo telah berpikir panjang, ayahnya bukanlah seorang laki-laki yang akan membiarkan orang yang mengusik hidupnya akan di biarkan begitu saja.
Wang yibo membuyarkan seluruh perasaan kalut di hatinya, saat ini biarkan dirinya fokus pada kesehatan xiao zhan.
Cup
Kecupan hangat wang yibo layangkan di kening xiao zhan, menyalurkan cinta dan harapan agar sosok yang tengah terbaring lemah ini bisa kembali sadar.
"Aku mencintai mu zhan.."
Tok..tok..
Wang yibo menoleh, siapa yang bertamu ke ruangannya?
"Masuk.." hanya itu yang wang yibo katakan tampa melepas tautan tangannya dengan xiao zhan, karena wang yibo benar-benar enggan meninggalkan xiao zhan walau sekedar membuka pintu.
Tap..tap...
"Huh..huh.. xiao zhan.."
Wang yibo menoleh, "luhan?"
Pria yang tengah mengatur nafasnya itu segera menunduk, "ma- maaf tuan muda wang, ak- aku hanya.."
Wang yibo menghela nafas, "apa kau yang mengatakannya pada ayah ku?"
Luhan mendongak, "ap- apa? Ti-tidak, aku bersumpah tidak tuan. Tuan besar juga mengurungku dan baru melepaskan ku dari ruang bawah tanah baru saja" luhan meremat pinggiran bajunya, terlihat jelas di mata wang yibo bahwa pria itu dalam keadaan kotor.
"Maafkan aku pengawal lu, aku melibatkan mu dalam masalah ku"
Luhan mengibaskan kedua tangannya, "ti-tidak tuan,, bu- bukan salah anda, tapi.. bagaimana keadaan zhan sekarang? Luka cambukan itu, ku dengar-"
"Dia sudah di obati" wang yibo memotong perkataan luhan. Dan kembali membenarkan selimut xiao zhan.
Seluruh perlakuan lembut wang yibo pada xiao zhan tak luput dari perhatian luhan, ada apa dengan tuan mudanya, perhatiannya pada bawahannya bisa di bilang cukup berlebihan, seperti perhatian pada seorang kekasih yang sedang sakit.
Kedua mata luhan terbelalak lebar, luhan segera menutup mulutnya dengan kedua tangan.
"Apakah mungkin?" Gumamnya.
Wang yibo mendengar gumaman luhan dan menoleh, "apa yang kau lakukan? Pergilah" wang yibo tak ingin waktu singkatnya dengan xiao zhan terganggu.
Luhan mengedip-ngedipkan matanya karena masih tertegun, tapi perlahan dia segera melangkah mundur dengan pelan. Apakah ini alasan sehun yang sebenarnya mengungkap rahasia mereka? Karena tuan muda wang jatuh cinta pada xiao zhan? Sehun hanya tak ingin keluarga wang berantahkan karena cinta tabu ini?
Luhan melangkah dengan kaki yang cukup lemas, astaga nasib seperti apa yang akan di terima xiao zhan suatu saat nanti? Pantas saja tuan leung menjatuhi hukuman yang begitu berat pada xiao zhan, apa karena xiao zhan telah bersama wang yibo?
Seluruh pemikiran itu berputar dalam otak luhan, jika semua itu benar, maka malang sekali nasib xiao zhan karena luhan yakin pasti wang leung tak akan pernah membiarkannya.
"Tunggu.."
Kaki luhan berhenti di ambang pintu saat teriakan wang yibo kembali menahannya.
Luhan meremat gagang pintu itu kuat, dia berbalik "i-iya tuan muda?"
Wang yibo berjalan ke arah luhan, fan berdiri dengan tegap di hadapannya.
"Kau, bisakah aku mempercayai mu untuk menjaga xiao zhan nanti?"
Kedua iris luhan membulat, "ap- apa yang tuan katakan?"
Wang yibo memijat keningnya, "saat aku tidak di sini nanti, bisakah kau membantu ku menjaganya?"
Luhan masih tak bisa mencerna ucapan wang yibo dengan baik, tidak mungkin kan tuannya memintanya untuk menikahi xiao zhan, astaga. Luhan mulai mengada-ada.
Wang yibo menghela nafasnya "aku tidak bisa terus berada di sampingnya, ayahku,,, aku yakin dia tidak akan diam saja. Jadi, teruslah berada di sekitarnya agar keselamatannya bisa di jamin. Dengan kata lain, kau diam-diam ku tugaskan untuk menjaganya"
Hah,, luhan bisa bernafas lega. Awalnya dia takut kalau-kalau tiba-tiba wang yibo menjodohkannya dengan xiao zhan. Ternyata menjaganya, dengan kata lain menjadi pengawal xiao zhan.
Luhan mengangguk saja, "baik.." dia hanya menjawab sekenanya.
"Tapi,,"
Luhan kembali menoleh, "iya tuan?"
"Apa kau tau siapa orang yang membocorkan semua rahasia ini?"
Glub
Luhan menelan ludahnya kasar, "ak- aku,, itu.."
Mata elang menelisik gerak-gerik luhan, rasa gugup di kedua mata bulat itu terlihat jelas. Luhan tau sesuatu.
"Katakan.." tekan yibo.
Luhan semakin tercekat, "ak- aku, itu sebenarnya.."
KAMU SEDANG MEMBACA
Little pumpkins
Fiksi PenggemarSiapa yang percaya cinta dan benci? Wang Yibo seorang pewaris keluarga wang, tanpa sengaja bertemu dengan seorang petani labu yang merusak lapangan Golf-nya hingga membuat dirinya sangat membenci Xiao zhan. Kejadian itu membuat seorang xiao zhan pet...
