32

956 101 5
                                        

",, yibo,, apa kau akan datang?" Xiao zhan mengusap air mata di sudut matanya.

3 hari berlalu sejak dirinya di bawa ke rumah bordil milik Zhu zhanjin. Dirinya di sekap di kamar itu dan tidak di biarkan keluar sama sekali.

Bahkan orang yang memberinya makan dan minum hanya membuka dan menutup pintu sebentar. Jika xiao zhan meronta dirinya akan di dorong kasar hingga jatuh ke lantai.

Xiao zhan tak bisa banyak melawan, selain tubuhnya yang masih sakit, kekuatannya tak sebesar para bodyguard yang berbadan Tinggi itu.

Helaan nafas xiao zhan terdengar ke seluruh ruangan. Tak banyak yang bisa dia lakukan selain menunggu dan menunggu saja.

"Apakah dia akan menyelamatkan ku lagi?" Xiao zhan murung, dia ingin kembali selamat. Tapi, jika wang yibo datang ke tempat itu, bukan berarti orang-orang Leung akan menghalanginya. Dan yang paling buruk, akan memukuli wang yibo. Xiao zhan masih berbesar hati hingga tak ingin itu terjadi pada yibo, dia tak ingin memberi lebih banyak kesulitan lagi, dan sisi lain ada bibinya yang juga di Ancam, mereka pasti tak akan segan-segan menyakiti bibinya jika xiao zhan banyak melawan.

"Bibi... Ku harap tak ada hal buruk yang terjadi pada mu.." lirih zhan, bibinya adalah prioritasnya juga. Xiao zhan tak ingin memberi kesulitan lain pada bibinya yang telah merawatnya hingga dia besar. Jika memang semua ini harus menjadi tanggung jawan xiao zhan, maka dia akan menerimanya meski sulit. Asal orang-orang terdekatnya tidak di sakiti.

Creeeaak..

Xiao zhan menoleh, dia melihat ke arah jam dinding ini tepat pukul 12, dia sudah hafal, akan ada petugas yang memberinya makan. Xiao zhan sama sekali tak menoleh ke arah pintu.

"Makanan mu.."

Xiao zhan mengerutkan keningnya, biasanya petugas itu hanya akan meletakkannya kemudian pergi.

Perlahan xiao zhan mendongak dan kelopak matanya membuka sempurna.

"K-kau.."

.....

Wang yibo mengerahkan seluruh kemampuan yang dia bisa, tapi hasilnya nihil. Seluruh orang di mansion bekerja di bawah kendali wang Leung, akan sangat sulit meminta bantuan pada orang di sekitarnya.

Ddddrttt... Ddrrrrtt...

Wang yibo segera meraih ponselnya, "bagaimana?"

"...."

"Baiklah, terus bergerak diam-diam. Di sudut mana pun, temukan keberadaannya"

Panggilan berakhir, wang yibo mengusap wajahnya kasar.

"Sial... Sebenarnya kau dimana zhan??" Yibo frustasi. Karena sangat sulit mengendus keberadaan xiao zhan.

Tok..tok..

Wang yibo menoleh, "masuk" singkatnya.

Pelayan itu menunduk hormat, "maaf Tuan muda Wang, tuan besar Leung ingin bertemu dengan Anda"

Wang yibo menghela nafasnya kasar, apa lagi yang pria tua itu inginkan? Batinnya.

Wang yibo dengan enggan pergi menemui ayahnya, dia harus bermain dingin agar ayahnya tidak curiga.

Wang yibo mengetuk pintu kayu itu sebelum masuk, dia melihat wang Leung tengah sibuk berkutat dengan berkas yang yibo tau itu adalah dokumen perusahaan mereka.

Little pumpkinsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang