26

1.1K 112 6
                                        

Wang yibo berlari ke arah xiao zhan. Air matanya tak dia hiraukan hingga terjatuh begitu saja saat di tiup angin.

Dia ingin segera sampai pada tubuh xiao zhan yang tergeletak lemah di atas rerumputan.

"Zhan.." teriak yibo saat tubuh penuh luka itu berhasil di raihnya.

Mata xiao zhan sembab memerah, wang yibo yakin pasti xiao zhan hampir tak kuat menahan siksaan yang begitu menyakitkan dari ayahnya.

Tangan besar wang yibo bergetar mengusap wajah xiao zhan yang tengah menatapnya teduh.

"Yibo.." panggilnya pelan.

Wang yibo segera melepas kemeja yang dia kenakan dan menggunakannya untuk menutup tubuh bagian atas xiao zhan yang penuh luka.

"Maaf..maafkan aku.." wang yibo memeluk erat tubuh xiao zhan yang lemah.

Xiao zhan tersenyum kecil, saat ini dia tidak merasakan apapun lagi, karena wang yibo telah memeluknya hangat. Dia yakin wang yibo akan datang padanya dan memeluknya seperti ini, membuktikan bahwa cinta wang yibo padanya sangatlah kuat hingga rasa perih dan ngilu di belakang punggungnya memudar di telan udara.

"Yibo.. aku tau kau akan datang.." lirih zhan sekali lagi. Dengan senyuman manis yang terlihat jelas di paksakan.

Wang yibo mengangguk, jemarinya bergetar mengusap wajah xiao zhan yang sangat pucat. "aku datang, aku datang.. bertahanlah, aku akan mengobati mu.." wang yibo segera menggendong xiao zhan, dan membawanya menjauh dari tempat itu. Dia meminta pengawalnya segera memanggilkan dokter untuk xiao zhan.

Wang leung menatap dalam diam dari lantai atas, bibirnya terangkat senang, wine yang telah di sesapnya telah tandas hingga dia kembali menuangkannya ke dalam gelas.

"Tuan leung"

Seseorang datang menghampirinya, Wang leung menoleh, "sehun, kau lihat bukan. Aku selalu menang, putra ku telah berhasil ku tarik pulang. Persiapkan semuanya, Kabari keluarga Ann, bahwa aku mengundangnya makan malam dalam seminggu ke depan"

Sehun tersenyum, "tuan, aku telah mengikuti mu selama beberapa tahun. Bahkan sebelum Nyonya wang wafat, anda akan selalu menjadi pemenang dalam setiap hal"

Wang leung mengangkat gelasnya dan kembali berbalik menatap lapangan Golf di depannya.

"Kau benar, istri ku pasti senang melihat ku berhasil menarik putraku dari kebodohannya" bangganya.

Sehun tersenyum kecil, "tentu saja, aku selalu berharap nyonya wang tersenyum bangga karena anda berhasil membawa senyuman di bibir tuan muda"

Wang leung mengangkat sebelah alisnya, "apa maksud mu?"

Sehun menggeleng kecil, "maaf tapi aku tak bermaksud apapun tuan besar. Aku hanya mengingat tentang janji yang anda berikan pada nyonya wang"

Wang leung berbalik dan menatap tak suka, dia tak suka sehun mengingatkan hal yang selalu di ingatnya, tentu saja dia ingat apapun tentang istrinya. "Kau mengingatkan ku? Ck, kau mengingatkan ku pada janji yang ku buat sendiri? Tunggu, apa kau coba menyindir ku bahwa karena aku wang yibo kehilangan senyumannya?"

Sehun tersenyum lembut, "tuan besar,
Aku tak bermaksud begitu, sebagai kepala keluarga dan tokoh utama dari pemimpin wang, sangatlah wajar bagi anda untuk menjaga calon penerus dan membawanya ke jalan yang lurus. Tapi, anda hanya membawa raga tuan muda wang, tidak dengan hatinya"

Wang leung berdecak, "kau membelanya hanya karena kau adalah seorang gay?" Begitulah jika wang leung merasa kesal dan terhina, dia akan membalas ucapan lawannya dengan sangat tajam hingga tak jarang membuat lawannya terluka.

Little pumpkinsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang