30

1.2K 116 11
                                        

Wang yibo hanya menatap datar pada seorang gadis yang memakan Sarapannya dengan Anggun. Hati wang yibo tidak tergerak sama sekali. Untuk melihat keindahan dan keanggunan seorang wanita muda yang saat ini tengah menemaninya sarapan pagi di sebuah restauran ternama.

"Yibo ge, apa kau ingin makanan lain? Ku lihat seluruh makanan mu tak kau sentuh sama sekali" gadis itu melihat seluruh makanan itu tak yibo telan sedikit pun.

"Yah, beginilah aku. Jika tak suka pada sesuatu maka aku tidak akan menyentuhnya sama sekali" ujar yibo dingin.

Gadis itu meremat garpu makan yang dia pegang, bukan dia tak mengerti apa yang ingin di sampaikan wang yibo padanya.

Senyum simpul terbit di sela bibirnya, "yibo ge, jika kau tidak menyetujuinya. Kenapa kau pergi?" Gadis itu menunduk lesu.

"Terpaksa." Pendeknya. Yah, itu kejujuran jika saja ayahnya Wang Leung tak mengancam keselamatan xiao zhan maka dirinya tidak akan pergi ke acara bodoh ini. Menemani gadis asing untuk sarapan, dan mengatur perjodohan pada mereka berdua. Sangat menggelikan di benak yibo.

Gadis yang bernama Ann yoona itu menunduk sedih, padahal dia telah jatuh hati pada pandangan pertama pada wang yibo.

"Yibo ge, kita bisa memulainya pelan-pelan"

"Bagaimana ya? Aku sudah punya kekasih dan aku sangat mencintainya. Apa kau bisa menerima ku saat hati ku adalah milik orang lain?"

Yoona tercekat, tentu saja dia tidak bisa. Tapi, bukankan mereka di jodohkan maka mau tidak mau, wang yibo tetap harus menikahinya bukan?

"Tapi, kita tetap akan di nikahkan bukan?"

Wang yibo mengangkat bahu, "entahlah, bukankah apapun bisa terjadi di Akhir?" Wang yibo berdiri dari duduknya.

Dia sudah merasa kesal dengan seluruh acara yang menyebalkan ini.

"Tunggu, kau mau pergi kemana? Kita bahkan belum selesai sarapan" yoona menghentikan wang yibo yang ingin pergi.

"Aku bosan, dan kekasih ku menunggu ku. Aku datang hanya untuk mengatakan bahwa aku sama sekali tak tertarik pada acara perjodohan kita. Aku pergi" wang yibo kembali berbalik tapi yoona meraih tangannya.

"Tunggu, dengarkan aku.."

Wang yibo menyentak lengan yibo, "jangan menyentuhku" sentaknya.

Yoona menghela nafas, "bisakah kau bersabar? Lihatlah di arah jam 12. Ada seseorang yang memperhatikan kita sejak tadi. Aku yakin itu adalah suruhan ayah mu. Jika kau pergi sekarang aku yakin ayah mu akan marah"

Wang yibo melirik sekilas, memang ada pria aneh yang sibuk dengan kertas koran di depannya. Sial, jika yibo benar-benar pergi maka entah apa yang akan di lakukan Leung pada Xiao zhan.

Dengan berat hati wang yibo kembali duduk. Senyuman terpatri kembali di bibir Yoona.

"Nah, habiskan makan mu. Setelah ini kita akan berjalan-jalan sebentar sebelum kau mengantar ku pulang. Aku berjanji ini tidak akan lama" yoona akan lebih baik pada yibo, mengingat ini adalah kesan pertama mereka. Mengakhirinya kencan mereka lebih awal tak masalah. Besok atau lusa, mereka akan meluangkan waktu lebih panjang.

Wang yibo tak punya pilihan, dia meraih ponselnya, hendak menghubungi luhan tapi baru saja menekan panggil, batrey yibo low bad.

"Sial, aku lupa mencharge-nya" wang yibo memijat keningnya pening.

Yoona mengeluarkan ponselnya, "kau bisa menggunakan milik ku yibo ge."

"Ck, lupakan saja" wang yibo menolak.

Beberapa menit berlalu, mereka pergi ke beberapa Mall dan makan siang kembali di restauran Prancis mewah.

Hingga hampir jam 3 sore, wang yibo mengantar Yoona untuk pulang.

Little pumpkinsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang