Xiao zhan di bawa pada sebuah bangunan besar.
"Turunlah" salah seorang di antara mereka membuka pintu.
Dengan ragu xiao zhan berjalan keluar dari mobil.
"I-ini tempat apa?" Letaknya ada jauh di tengah hutan. Tapi bangunannya sangat bagus. Puluhan mobil berjejer di sana. Xiao zhan yakin, pasti mereka bukan orang miskin sepertinya.
"Ini adalah Bar Oscar. Letakkanya memang jauh dari kota, tapi sangat populer bagi kaum lengan potong"
Xiao zhan menoleh, "apa maksud mu?"
"Kau akan bekerja di sini. Bar ini adalah milik teman Tuan Leung, kau tidak perlu bekerja di mansion lagi."
Xiao zhan melangkahkan kakinya mundur, "ti- tidak, aku tidak ingin bekerja di sini" zhan menggeleng.
"Terserah, jika kau ingin pergi silahkan. Tapi, jangan salahkan kami jika terjadi sesuatu yang mengerikan pada bibi mu itu"
Deg
Jantung xiao zhan berdetak cepat, "kalian, jangan mengganggu bibi ku" teriak xiao zhan.
"Kau tidak memiliki kuasa apapun, sekali Tuan kami mengatakan Bunuh, maka kami tak akan segan membunuhnya"
Tes..tess..
Air mata xioa zhan jatuh begitu saja.
"Kalian kejam" lirihnya.
"Masuklah, ada orang yang akan mengatur posisi mu di sana" kemudian orang itu menarik lengan xiao zhan masuk.
Xiao zhan tak bisa melawan banyak, "sakit lepas.." teriaknya.
"Diam atau kami akan membungkam mulut mu dengan kaos kaki kami"
Xiao zhan menggeleng kasar. Air matanya juga mengalir begitu deras.
"Hikss.. kalian, lepas.."
Braak
Tubuh xiao zhan di lempar ke dalam ruangan yang berisikan seorang pemuda dengan dandanan yang aneh.
Pria itu memakai pakaian wanita yang sangat menggoda dan berdandan layaknya wanita.
"Oh, ini orang baru?"
Pria yang membawa xiao zhan mengangguk, "kau bisa memberikannya tugas apapun. Kami pergi"
"Ap, apa? Tidak tidak mau" zhan hendak pergi tapi rambutnya di tarik pria dengan pakaian wanita tadi.
"Yaak, sakit.." teriak zhan sekali lagi.
"Wajah mu sangat bagus, putih dan bersih. Tubuh mu juga sangat langsing. Aku yakin harga jual mu akan tinggi"
Srak
"Aaakh.." zhan memekik saat pakaian atasnya di lepas.
"iyuuuh, kenapa dengan punggung itu?" Pemuda itu mengusap punggung xiao zhan.
Xiao zhan hanya menangis, saat tangan itu meraih lukanya.
"Luka cambuk? Astaga. Hidup mu pasti sulit pria cantik. Tapi tak apa, aku punya obat yang bagus untuk luka jenis ini. Sepertinya aku harus bersabar sampai luka mu sembuh sempurna" pria itu menjauh dari xiao zhan.
Xiao zhan meraih kemejanya dan menutupi tubuhnya seadanya.
Creaaak
Pintu di buka, "bawa pemuda itu ke dalam kamar yang telah di sediakan. Beri dia makan dan produk kecantikan terbaru. Jaga pintunya 24 jam penuh, jika dia pergi. Maka kalian akan ku penggal"
Dua pria yang baru masuk mengangguk hormat, "baik, Nyonya Zhanjin"
Tubuh xiao zhan di tarik paksa sekali lagi, dia di bawa ke dalam ruang kamar yang tak begitu besar, tapi juga tak begitu kecil.
Srak..
Salah satu pria suruhan zhanjin itu melempar obat, "oleskan pada punggung mu 3x sehari. Itu pesan Nyonya zhanjin. Jika kau tak ingin mengoleskannya sendiri. Maka nyonya zhanjin akan meminta pria lain untuk melakukannya untuk mu"
Dua pria itu kemudian pergi kemudian mengunci pintu.
Xiao zhan meraih obat yang mereka berikan, jika xiao zhan tak mengobati lukanya, bukan tak mungkin pria yang di panggil nyonya itu akan mengirim orang lain untuk melecehkannya nanti.
"Hiks... Yibo,, aku ingin pergi dari sini.. tolong aku.." lirih xioa zhan. Dia di usir pergi dari mansion, tapi ternyata Tuan leung telah merencanakan rencana lain untuk menyingkirkannya.
Serendah inikah dirinya saat ini? Sebesar itu kebencian Tuan leung padanya hingga menjualnya pada seorang pelaku prostitusi?
Xiao zhan mengusap kasar air matanya yang jatuh di pipinya, "aku akan bertahan, aku akan mencari jalan agar aku bisa pergi dari sini" xiao zhan menyemangati dirinya sendiri. Dia yakin, dia bisa pergi nanti.
....
Braaak
Wang yibo melempar apapun yang ada di kamarnya.
"Sialan.." teriaknya marah.
Saat dia kembali ke mansion xiao zhan tidak ada di sana. Dia bertanya pada Luhan, tapi Luhan menggeleng lemah.
Terakhir xiao zhan mengatakan pada Luhan untuk membantunya keluar dari mansion, dia ingin pergi ke Rumah bibinya.
Tapi hingga siang, xiao zhan tak kembali, dan luhan sempat mencari ke rumah xiao zhan.
Hanna mengatakan bahwa xiao zhan telah di jemput tuannya.
Begitulah yang di katakan Luhan.
Wang yibo hendak beranjak pergi mencari xiao zhan tapi langkahnya berhenti saat melihat wang leung melangkah masuk.
Wang yibo mengeraskan rahang, dia berlari dan meraih kerah ayahnya,
Sraak
"DIMANA XIAO ZHANN!!" teriak yibo
Tapi wang leung menatap datar putranya, "Lakukan sesuai janji mu untuk menikahi putri Ann, maka aku akan mengatakan dimana pria itu berada"
Wang yibo mengepalkan tangannya di kerah baju leung, tapi memukul ayahnya pun percuma. Tangan yibo mengendur dengan sendirinya.
"Ayah, ku mohon pada mu. Jangan menyakitinya, Ku mohon" mata yibo yang semula berapi-api menjadi pias. Dia takut ayahnya melakukan hal gila pada xiao zhan.
Wang leung mengangkat sebelah alisnya, "dimana kesombongan mu yibo? Bukankah kau ingin memukul ku? Lakukan saja. Dan katakan selamat tinggal pada pria miskin itu"
Wang yibo mendongak, "Ayah, aku akan melakukan apapun, tapi jangan sakiti xiao zhan" mohon yibo.
Wang leung membalikkan badan, "bulan depan, Kau akan menikah dengan Putri Tuan Ann, dan setelah pernikahan mu. Akan ku katakan di mana pria itu" kemudian wang leung pergi.
Wang yibo mengusap wajahnya kasar, "Ya tuhan zhan, aku berjanji akan segera menemukan mu sayang. Bersabarlah"
Wang yibo tak bisa bertindak gegabah. Dia harus melawan ayahnya pelan-pelan.
Demi xiao zhan, dia harus bersabar sedikit. Karena salah sedikit saja, nyawa xiao zhan akan terancam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little pumpkins
FanficSiapa yang percaya cinta dan benci? Wang Yibo seorang pewaris keluarga wang, tanpa sengaja bertemu dengan seorang petani labu yang merusak lapangan Golf-nya hingga membuat dirinya sangat membenci Xiao zhan. Kejadian itu membuat seorang xiao zhan pet...
