36

1.1K 109 4
                                        


"Hey, makanlah, storbery ini baru saja di petik." Luhan menyodorkan sekotak Strobery pada xiao zhan.

Air liur xiao zhan hampir menetes, dia meraih kota itu dan hendak memasukkan strobery itu ke dalam mulutnya, tapi dia ragu

"Tunggu, kau tidak sedang ingin meracun ku kan, lulu?" Zhan menatap curiga.

Luhan memutar matanya malas, dia meraih satu buah berry merah itu dan memasukkannya ke dalam mulutnya sendiri.

"Ha.. aaa... Kau puas?" Luhan mengunyah buah Strobery dalam mulutnya.

Xiao zhan tersenyum, "kau yang terbaik" kemudian memakan seluruh buah itu satu persatu.

Luhan berdecih, "cih, kau begitu rakus. Bahkan lebih rakus setelah hamil" xiao zhan bagai kelinci yang kelaparan.

Xiao zhan tak mengindahkan, dia masih melahap seluruh buah merah itu dengan antusias.

Luhan menggeleng-gelengkan kepalanya, "ck,ck,ck.. aku merasa kasihan pada tuan muda wang, bagaimana bisa dia menitipkan Benihnya di dalam tubuh kurus mu ini"

Uhukk.uhuk..

Zhan tersedak, dia menepuk-nepuk dadanya.

"Aakh.. hah.." zhan mengatur nafasnya, "hei, lulu. Apa yang kau katakan. Jangan menyalahkan kehadiran bayi kecil ku. Sayang, jangan dengarkan bibi Lulu" zhan memeluk perutnya.

Luhan memutar matanya, "kau berlebihan zhan, aku hanya tak menyangka bahwa kau adalah seorang pria istimewa"

Xiao zhan memanyunkan bibirnya, "aku juga begitu terkejut. Tapi aku bersyukur. Aku memilikinya, dia adalah malaikat kecil bukan?"

Luhan mengusap pundak xiao zhan, "apapun yang terjadi padamu, aku dengan Tulus mengucapkan Selamat. Dan kau harus menjaga kesehatan mu kau tau. Ah, kau masih muda tapi perjalan mu cukup berbahaya kemarin" jika luhan yang berada di dalam posisi itu maka Luhan juga merasa Sulit bertahan.

Xiao zhan mengangguk, "tentu saja. Sebenarnya dialah yang lebih kuat di banding aku, dia bayi yang Luar biasa Aku akan menjaganya dengan nyawaku-"

"Bukan hanya kau"

Xiao zhan dan luhan menoleh, wang yibo memangku tangannya di ambang pintu. Senyum xiao zhan mengembang.

"Yibo.."

"Aku akan menjaga kalian berdua dengan nyawaku" wang yibo berjalan mendekat dan duduk di samping ranjang xiao zhan. Luhan menjauh dan berdiri menunduk.

"Terima kasih" ujar xiao zhan tulus.

Wang yibo mengangguk, "tapi, aku sudah tak memiliki apapun lagi kali ini. Aku hanya seorang pria miskin yang bahkan di usir oleh ayah ku. Apa kau masih bersedia hidup dengan ku?"

Xioa zhan terdiam, tapi sebuah senyuman menyusul kemudian. Setelah semua yang mereka lewati, mungkin inilah jalan yang terbaik. Wang yibo rela meninggalkan hartanya, dan apa yang tak bisa zhan tukar dengan semua itu.

Dia mengangguk, "tentu, aku mencintaimu" xiao zhan memeluk yibo.

Wang yibo membalas pelukan xiao zhan, "aku juga sayang, mencintai mu dan bayi kita."

.....

Suara dentingan gelas berisi wiski itu beradu.

Dua pria tampan, menikmati suasana malam di dalam ruangan Redup yang masih berada di dalam Mansion.

"Gege, Aku mengucapkan terima Kasih" wang yibo mengangkat gelasnya.

Sedang pria yang di panggil gege itu mengangkat sebelah bibirnya, "kau baru berterima kasih sekarang?"

Little pumpkinsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang