[My First Story 2022, Republish]
Jeon Jungkook, pria kaya raya terkenal kejam kepada semua orang yang memiliki masalah dengan dirinya.
Pria itu dengan sengaja menikahi seorang gadis miskin yang memiliki hati lembut bernama lalisa. Menikah hanya unt...
Langkah kaki Jungkook terdengar gaduh. Ia berlari cepat memasuki rumah sakit Edelweis tempat Lalisa dirawat. J-Hope mengikuti pria itu, tidak ada yang ia lakukan selain memperhatikan kekhawatiran tampak di rupa Jungkook pagi ini.
Pria itu bertanya pada resepsionis yang ada di lobby rumah sakit. 'Dimana wanita yang mengalami kecelakaan pagi ini?' kata mereka, dia masih ada di ruangan ICU dan belum bisa meninggalkan tempat itu.
Jantung Jungkook berdegup tak menentu. Dia lah yang menginginkan penderitaan hadir di hidup Lalisa. Dia ingin Lalisa mengalami hal-hal buruk demi kebahagiaan arwah ayah dan ibu nya di surga. Namun saat Tuhan mengabulkan, kenapa dia yang lebih menderita mendengar kabar kesakitan Lalisa?
Jungkook sudah jatuh cinta. Bahkan sampai tenggelam mengagumi kesempurnaan nya. Hanya saja hati iblis itu menapik, ia tidak ingin berkhianat pada kedua orang tua nya. Ia tidak ingin memberi maaf pada Manoban yang belum sempat dihukum oleh dunia.
Langkah kaki Jungkook terhenti tepat saat ia melihat Jimin sedang berdiri di depan sebuah ruangan. Jimin tampak melihat kearah kaca kecil yang dapat menunjukkan keadaan darurat dari dalam ruang ICU berpintu besi. Jungkook mendekat, ia mengigit bibir nya karena perasaan itu semakin sakit menerpanya.
"Lisa..."
Suara gemetar itu membuat Jimin berbalik. Mata kecil nya kian tajam. Jimin mengepal kedua tangan berusaha menahan amarah yang tertahan sejak mendengar kekejaman Jungkook pada istrinya. Jimin bukan siapa-siapa, tapi pada saat seluruh dunia mendengar cerita tentang kekejaman Jungkook pada Lalisa, pasti semua orang merasakan hal yang sama.
Jimin membiarkan Jungkook mendekat pada pintu itu. Terlihat Lalisa masih terdiam di atas tempat tidur dengan perban yang melilit pada kepala dan bagian kaki nya. Jungkook dapat melihat ada selang yang dialirkan memasuki rongga mulut nya. Jungkook melihat jelas bagian dada itu sedikit terbuka untuk meletakkan sesuatu di dekat jantung nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Air mata Jungkook jatuh perlahan. Ia sudah berusaha mengendalikan, tapi hati nya begitu terluka melihat keadaan Lalisa. Ketidakberdayaan wanita itu begitu mengguncang jiwa nya. Mirisnya keadaan kritis Lalisa terjadi akibat ulah pria yang begitu dicintai nya.
Lalisa begitu tulus. Dia benar-benar mencintai pria yang selalu merencanakan penderitaan nya.
"Maafkan aku. Aku minta maaf"
Jungkook menunduk bersandar pada pintu besi itu. Tidak ada ucapan yang bisa Jungkook katakan selain permohonan maaf dari banyak nya penyesalan. Permohonan maaf atas sikap kejam nya pada Lalisa yang tidak melakukan hal jahat apapun padanya.
Jungkook mengepal satu tangan yang bersandar pada sisi pintu besi. Ia teringat satu nama yang begitu ia benci hari ini. Pria bajingan itu! Pria yang juga harus bertanggung jawab karena berusaha menyentuh Lalisa. Pria yang sudah ia ketahui sejak pertama bertemu dengan istrinya kerap mencuri pandang dengan tatapan menjijikkan nya.