[My First Story 2022, Republish]
Jeon Jungkook, pria kaya raya terkenal kejam kepada semua orang yang memiliki masalah dengan dirinya.
Pria itu dengan sengaja menikahi seorang gadis miskin yang memiliki hati lembut bernama lalisa. Menikah hanya unt...
Seperti sebuah kesialan di dalam hidup, akan tetapi apapun yang Lalisa inginkan Jungkook dengan senang hati menuruti mau istrinya. Walau ia yang berbalik menderita untuk melakukan apa yang menjadi syarat agar pria itu bisa berkerja di tempat yang sama dengan Lalisa. Walau bersusah payah namun tidak terlihat tampang susah di wajah Jungkook dalam misi nya.
Dia bahagia, Jungkook sangat bahagia dapat bertemu Lalisa lagi pada akhirnya.
Sunggu kata-kata terakhir yang terdapat di surat Lalisa begitu mengusik hidup Jungkook. 'Semoga takdir tidak memberikan mereka jalan untuk bertemu lagi'. Itu kalimat yang paling menyedihkan yang pernah Jungkook baca. Seakan saat itu dunia mengaminkan apa yang menjadi harapan istri nya.
Tapi ternyata tidak, Tuhan mempertemukan mereka lagi hari ini dengan perasaan yang masih sama. Jungkook dapat melihat dari sorot mata Lalisa walau karakternya sedikit keras kepala. Masih ada cinta di hati Lalisa untuk suami nya.
Tadi Lalisa sempat mengatakan bahwa ia tidak mengizinkan Jungkook menggunakan hartanya jika mau berkerja di restauran tuan Liam. Uang-uang dan segala kartu yang dibawa Jungkook seakan percuma dan sia-sia. Ia tidak bisa menggunakan uang nya untuk memesan kamar hotel atau hanya sekedar makan malam saja.
Sejak tadi mata Jungkook memandang ke depan. Ia sedang ada di halte bis bersama dengan Jackson. Hukuman atau ujian Lalisa tidak berlaku pada pelayan mereka hingga Jackson bisa leluasa mengisi perut nya yang lapar sejak berangkat dari Seoul.
Terlihat Jungkook begitu tergoda dengan makanan yang dilahap Jackson dengan rakus. Ia menjilat bibir nya memandangi bagian daging dari hamburger yang mengintip dari sela-sela roti. Jackson sudah mengatakan 'Makan lah dengan uang ku', tapi Jungkook tidak mau. Karena uang-uang Jackson pun berasal dari pemberian nya juga.
Dia tidak mau Lalisa sampai tahu dan salah paham padanya. Ia tidak mau Lalisa marah jika mengetahui Jungkook sekali lagi menipu dirinya.
Sudah pukul tiga dini hari. Beberapa pria yang baru keluar dari club malam terlihat berjalan sempoyongan. Diantara mereka ada yang tertidur di pinggiran toko, di halte bis dan pinggir jalan raya yang cukup sepi. Memang terlihat pemandangan yang biasa saja, karena sudah menjadi budaya yang susah sekali hilang di sekitar daerah ini.
Jungkook berusaha memejamkan matanya dengan cara duduk di kursi halte bis itu. Ia harus cukup istirahat, Jungkook ingin bekerja dengan baik untuk merebut perhatian Lalisa besok. Tapi bagaimana mau tidur jika ada saja suara-suara yang di dengarnya. Mulai dari suara knalpot mobil sport dan gumaman dari orang-orang yang sedang lupa diri.
"Tuan, kita tidur di mobil saja jika tidak nyaman" Ucap Jackson yang memperhatikan gerak-gerik tuan nya.
Jungkook mengusap kasar tengkuk leher nya. Ia menguap memandangi para pria bodoh yang sedang bergelimpangan karena kadar alkohol yang di telan mereka.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.