Seokjin kecil menjerit kencang. Kilatan petir diluar mengejutkannya saat dia tengah mencoba untuk tidur di dalam kamarnya yang hangat. Dengan kaki kecilnya, dia keluar dari kamar tidur dan meringsek masuk ke kamar orang tuanya.
"Eomma!!!" teriaknya kencang, naik keranjang ibunya dan segera memeluk sang ibu.
"Takut ya?" sang ibu tersenyum geli menyaksikan betapa heboh putranya setiap ada petir di malam hari.
Seokjin mengangguk lucu,
"Tidak perlu takut, petir itu tidak semenakutkan itu. Kamu ada di rumah yang aman dan nyaman," sang ibu mencoba menenangkan putranya, mengelus belakang kepala Seokjin dengan lembut.
"Tapi tetap saja, aku takut eomma," Seokjin cemberut.
Anak laki-laki itu semakin memeluk ibunya sangat erat, seolah tidak ingin lepas.
"Tenang, ada ibu di sini ya sayang," ucapnya gemas, mencium pucuk rambut putra kesayangannya itu.
Setelah beberapa saat, Seokjin melepaskan pelukan dari tubuh ibunya dan ikut berbaring di tempat tidur di temani ibunya yang setengah berbaring dan membaca sebuah novel kesukaannya.
"Eomma, aku tidak ingin cepat dewasa," celetuk Seokjin kemudian, dia mendongakan kepala agar bisa menatap wajah ibunya yang luar biasa cantik dengan lebih baik.
"Wae?" tanya sang ibu, mengerling si kecil dan tersenyum.
"Eomma akan meninggal, aku tidak mau," pungkas Seokjin, dia memeluk pinggang ibunya dengan posesif,
"Kamu harus dewasa dan menjadi pria yang tangguh," ucap ibu Seokjin kemudian, tersenyum hangat.
"Aku ingin selalu bersamamu, aku tidak mau berpisah eomma," rengek Seokjin kecil kemudian,
"Eomma juga sayang, eomma tidak akan pergi kemana-mana kok," kata sang ibu menenangkan,
"Benar?"
"Yaa...."
Tapi Kim Nara, ibu Seokjin berbohong. Dia meninggal karena penyakitnya setelah Seokjin menginjakan kakinya di kelas 4 SD. Dan ayahnya akhirnya menikah kembali dengan seorang wanita pilihannya bernama Kim Taehee, setelah tujuh tahun kemudian. Kim Taehee sudah memiliki dua putra bernama Kim Namjoon dan Kim Taehyung dengan suaminya sebelumnya. Anak pertamanya berusia tiga tahun lebih tua dari Seokjin dan putra keduanya seumuran dengan Seokjin, hanya berbeda 26 hari, dan mereka sama-sama lahir di bulan Desember.
Mereka berlima akhirnya tinggal bersama di rumah keluarga Kim dan sejak saat itu, rumah Seokjin tidak lagi sepi.
.
. .
September tahun ini, di kediaman keluarga Kim.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.