14. Kidnapped

551 63 37
                                        

Bibi Moon tidak bisa tenang setelah lewat tengah malam, tuan mudanya tak kunjung pulang atau mengabarinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bibi Moon tidak bisa tenang setelah lewat tengah malam, tuan mudanya tak kunjung pulang atau mengabarinya. Karena bukan kebiasaan Seokjin melakukan itu selama ini. Seokjin selalu tepat waktu untuk pulang ke rumah, dan kalaupun dia terlambat pulang atau ada sesuatu yang ingin dilakukan dia selalu mengabari.

Untuk pertama kalinya, bibi Moon tampak gelisah sepanjang malam, sampai dia tidur di ruang tamu dan berharap tuan mudanya kembali dengan selamat malam ini.

Namun sayangnya, sampai pagipun Seokjin tidak muncul.

"Kenapa bibi tidur di ruang tamu?" nyonya besarnya pulang dengan wajah begitu lelah setelah perjalanannya dari Inggris.

"Nyonya, apa tuan muda memberitahu kemana dia pergi hari ini?" tanyanya bergegas setelah mendapati majikannya kembali ke rumah.

Nyonya Kim nampak bingung. Tidak biasanya Seokjin berlaku seperti ini.

"Aku menghubunginya beberapa hari lalu sebelum ke Inggris, kurasa dia sibuk dengan kuliah dan teman-temannya. Ah,"

Nyonya Kim ingat, nama sahabat terdekat Seokjin. Park Jimin. Hanya saja dia tidak memiliki nomornya.

"Aku akan tanya pada Namjoon apakah dia punya nomor teman Seokjin, kudengar mereka cukup akrab," katanya sebelum beliau masuk kamar dan beristirahat.

.

.

.



Sampai sore, nyonya Kim dan bibi Moon semakin gelisah. Dari Namjoon mereka mendengar kalau Seokjin tidak bersama Jimin saat ini.

"Aneh sekali bukan? Anak itu tidak akan pernah membuat kita cemas, aku rasa suamiku harus tahu tentang ini," katanya mengigiti bibirnya. "Aku khawatir sesuatu yang buruk terjadi pada Seokjin, oh," Nyonya Kim menatap bibi Moon seolah mengingat sesuatu.

"Dimana anak itu, Jeon Jungkook?" tanyanya,

"Maaf nyonya, namun Jungkook sekarang berada di tempat pelatihan dan tidak pulang ke rumah hampir seminggu. Karena perlombaan semakin dekat," kata bibi Moon yang paham juga dengan jadwal kegiatan Jungkook.

"Ku pikir mereka pergi bersama lagi, aku tahu mereka dekat akhir-akhir ini," nyonya Kim tampak lebih cemas dari sebelumnya.

"Apa tuan tidak berinisiatif menyusul nyonya ke Inggris? Atau kudengar tuan muda berencana pergi ke Jeju untuk bertemu temannya, Jung Hoseok, akhir bulan ini," tanya bibi Moon dengan segala kemungkinan yang bisa Seokjin lakukan.

"Aku akan memeriksa dia melakukan penerbangan ke luar negri atau tidak. Aku harus benar-benar bertemu suamiku dulu. Seokjin tidak akan melakukan ini tanpa sebab,"

.

.

.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
JINDERELLATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang