07. New comer

473 71 19
                                        

Seokjin sudah selesai menata ulang kamarnya. Tempat tidur dua yang awalnya disatukan kemudian Seokjin pisah agar berjarak. Dia tidak ingin tamu yang akan menginap di rumahnya itu merasa tidak nyaman jika mungkin tidur berdekatan dengan Seokjin.

Seokjin sudah biasa menginap dengan teman-temannya sebelumnya. Semisal Hoseok saat SMA dan juga menginap di apartemen Jimin. Seokjin suka berteman dengan orang baru, meski sebenarnya banyak yang segan untuk berteman dengannya ketika orang-orang tahu siapa orang tua Seokjin. Jadi, dia memiliki teman yang terbatas dan benar-benar tulus padanya.

Seokjin menunggu tamunya dengan tak sabar di dalam kamarnya. Tak lama kemudian pintu kamarnya di ketuk pelan.

"Jin," suara ibu Seokjin memanggilnya,

Seokjin segera membuka pintu, berjengkit agar orang-orang tidak mendapatinya terlalu bersemangat.

"Nee eomma," kata Seokjin seraya menarik daun pintu dengan hati-hati.

Ibu Seokjin dan seorang anak laki-laki berdiri di depan kamar Seokjin. Tubuhnya besar dan tampak bugar, meski tinggi badannya tidak setinggi Seokjin dan berbeda beberapa senti. Berkebalikan dengan tubuhnya, anak ini memiliki wajah yang lebih muda dari yang Seokjin perkirakan. Seokjin yakin usia anak ini di bawah usianya.

"Hai," Seokjin langsung menyapa anak itu dengan ramah,

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Hai," Seokjin langsung menyapa anak itu dengan ramah,

Seokjin tidak bisa menyembunyikan perasaan senangnya, akhirnya dia bertemu dengan teman satu kamarnya itu.

Si anak membungkuk sopan, kemudian mata mereka bertatapan. Mendapati Seokjin yang tersenyum ramah, anak itu sedikit terkejut. Hanya sepersekian detik saja, lalu anak itu merubah ekspresi wajahnya. Mungkin takut hal itu membuat dia terlihat tidak sopan.

"Ini Jungkook, Jeon Jungkook, putra teman lama eomma," kata sang ibu memperkenalkan Jungkook.

"Aku Kim Seokjin, senang mengenalmu Jungkook," Seokjin memperkenalkan diri,

Jeon Jungkook yang di perkenalkan ibu Seokjin masih belum bereaksi, dia masih menatap Seokjin lama. Sampai kemudian ibu Seokjin pamit untuk meninggalkan mereka.

"Jungkook masuklah ke kamar dan istirahat, Seokjin yang akan tinggal bersamamu, jangan sungkan jika membutuhkan sesuatu," katanya.

"Ayo masuk," ajak Seokjin,

Jungkook mengikuti Seokjin masuk ke kamarnya.

Seokjin mengawasi Jungkook yang mengedarkan matanya melihat isi kamar Seokjin.

"Ini bukan kamarku sebenarnya, karena renovasi aku pindah ke sini. Sebenarnya kamar ini awalnya untukmu, kata ibu begitu. Tapi karena aku menata ulang kita jadi harus berbagi, tidak apa-apa kan?" tanya Seokjin,

Jungkook mengeleng, entah kenapa Seokjin merasa Jungkook terus menatapnya dengan tatapan aneh. Bukan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman, hanya mata besar anak ini tampak begitu tertarik dengannya.

JINDERELLATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang