Please, kindly leave a vote and comments. Thank you! Happy reading 🎀❤
(Summer, 2023)
"Good Afternoon, Ms. Roseanne." Laki-laki dengan kemeja abu-abu yang lengannya tergulung hingga siku menyapa Roseanne dengan hangat. Tatapannya teduh, senyumnya mengembang tenang. Di balik kacamata tebalnya, terdapat pengetahuan luar biasa di kepala. Untung tidak membuat sebagian rambutnya hilang.
Roseanne tersenyum manis menghampiri laki-laki itu. "Good Afternoon too, Mr. Johnny." Suara decitan heels Roseanne dengan lantai berdengung di sekeliling ruangan ber-cat putih dengan meja kerja dan meja panjang juga sofa nyaman berwarna biru tua terletak rapih. Beberapa tanaman hias juga membuat suasana nampak asri dan tenang, didampingi pemandangan indah bangunan-bangunan tinggi kota metropolitan.
Johnny mengangguk, mempersilahkan duduk Roseanne pada sofa dihadapannya. Keduanya duduk berhadapan. "Then, how's your day? Kamu melewatkan sesi konseling minggu lalu, loh. It's everything alright?" Tanya Johnny sembari membuka kacamata, ia letakan di atas meja yang memisahkan Roseanne dan dirinya.
Roseanne terkekeh. "Saya baru dateng, loh, dok. Baru duduk. Masa nggak di suruh minum dulu?" Canda Roseanne.
Johnny menghela nafas berat, mengusap wajahnya kasar. "Maaf, Roseanne. Saya cuma khawatir." Ujar Johnny kemudian berdiri dari duduknya. "Kopi atau teh?"
"Sianida."
"Roseanne..."
Roseanne terkekeh geli. "Air putih aja, Dok. It's diet time " Ujarnya kemudian. Johnny mengangguk lalu berjalan menuju mini pantry di dalam ruangan miliknya. Tak lama kemudian, aroma kopi menyeruak ke seluruh ruangan. Johnny kembali ke sofa empuk di sana. Duduk di hadapan Roseanne, menyerahkan cangkir berisi air putih kepada Roseanne.
"Thank you, Dok." Ujar Roseanne sembari tersenyum. Ia mengambil cangkir tersebut, menyesap sedikit.
Johnny masih memperhatikan gerak-gerik Roseanne yang sedikit mencurigakan. Cangkir kopi di tangannya masih ia biarkan tak tersentuh saking menatap serius Roseanne. "I know something happen with you." Ujarnya tanpa basa-basi.
Roseanne terkejut. Menatap Johnny sembari tertawa. "Aku, dok?" Tanyanya menunjuk diri sendiri, menggelengkan kepalanya. "Nggak ada, dokter Johnny. I'm okay. Aku kesini cuma karena memenuhi jadwal kontrol ku aja."
"You lying."
"No, i'm not."
"Yes, you are."
"Nggak, Johnny."
Johnny menegakkan duduknya, menatap Roseanne intens. "Roseanne, kita udah temenan dari jaman lo masih suka nonton spacetoon, dari jaman masih download lagu di stafaband. Ditambah, sekarang gue adalah psikiater yang handle lo selama 5 tahun kebelakang." Johnny menahan napasnya sejenak, berharap Roseanne mengerti maksud ucapannya sebelum ia mengucapkan kalimat selanjutnya. "Kalo ada satu manusia di dunia yang nggak bisa lo bohongin, itu gue."
Roseanne ikut menatap Johnny lekat. Ia mencondongkan tubuhnya kearah Johnny. "I know it." Ujar Roseanne tersenyum, menyandarkan lagi tubuhnya pada sofa. Tatapan Roseanne beralih menatap pemandangan dari jendela sebelah kanan nya. Ia tersenyum, menghela nafas pelan. "Jakarta sempit, ya, John?"
Johnny ikut menatap kearah Roseanne menatap, jendela di sebelah kirinya. Ia mengangguk samar. "Iya. Sempit, Rose." Johnny beralih menatap Roseanne. Semburat ekspresi sedih terlampir pada wajah manis Roseanne yang terpoles makeup tipis. Senyum yang terukir sekarang dan sebelum-sebelumnya hanyalah kedok untuk menutupi perasaan sesungguhnya. Jika ada kata lebih parah dari 'hancur', maka itulah Roseanne.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cerita Bahagia
Fiksi Penggemar13+ [ 𝐟𝐞𝐚𝐭 𝐫𝐨𝐬𝐞, 𝐣𝐚𝐞𝐡𝐲𝐮𝐧, 𝐞𝐮𝐧𝐰𝐨𝐨 - 𝐨𝐧 𝐠𝐨𝐢𝐧𝐠 ] Roseanne harus menerima kenyataan bahwa 'Cerita Bahagia' yang ia tulis sedemikian rupa untuk hidupnya, terpaksa harus berganti menjadi 'Cerita Menyedihkan' setelah sang kekasi...