Part. 5 #Teman Baru

183 29 0
                                        


Setelah 10 menit aku dibawa berlari dalam gendongan akhirnya tubuhku diletakan disebuah ranjang.

"Hei Nak, bertahanlah.. pertolongan akan segera datang." Lirih pria itu, dia memeriksa beberapa bagian tubuhku.

"Astaga.. tulang lenganmu patah! Sebenarnya apa yang sudah terjadi padamu.." Katanya dengan nada cemas.

"Maafkan Paman karena tadi sempat merasa ragu untuk membawamu masuk ke dalam.." Pria itu mengusap kepalaku pelan.. hanya pelan saja.. karena pria itu sadar bahwa kepalaku dipenuhi oleh luka.

"Krieeett.." Suara pintu terbuka.

Kemudian dengan samar aku melihat seorang scurity dan seorang dokter masuk kedalam kamar.

"Dokter Gong-Yoo Syukurlah Anda sudah datang! Dokter.. tolonglah anak ini.."

"Ya Tuhan! Siapa anak ini? Kenapa ada disini?" Seru dokter Gong-Yoo.

"Nanti akan saya jelaskan, tapi sekarang selamatkan lah anak ini terlebih dahulu, saya mohon Dokter.."

"Ya ya Baiklah, saya akan memeriksanya.." Dengan cepat dokter Gong-Yoo menghampiriku.

Setelah itu duniaku gelap!
Aku kembali tidak sadarkan diri..

***

Sinar matahari bermain dengan bayangan disekitar wajahku seolah-olah ia memang sengaja membangunkanku yang masih terlelap.

"Mmmphh.."

Aku mencoba menggerakan badanku, sakit.. semuanya terasa sakit!

Perlahan ku coba untuk membuka mata, lalu sejenak terdiam mengingat kejadian apa yang telah aku alami kemarin.

Saat ini aku masih berada di kamar mess security, bentuk kamar ini tidak jauh berbeda dengan ruangan rumah sakit di desaku.

Ada Lima buah ranjang dua arah saling berhadapan dengan cat ruangan yang didominasi oleh warna putih.

Bedanya ranjang yang ada disini merupakan ranjang susun seperti ranjang-ranjang yang ada di camp militer.

Jadi sederhananya kamar ini bisa ditempati oleh 20 orang sekaligus.

Disamping masing-masing ranjang terdapat lemari baju yang cukup besar, lemari ini juga berfungsi sebagai pembatas antara ranjang satu dengan yang lainnya.

"Krieett!" suara Pintu terbuka.

Dari sudut mata aku melihat belasan orang pria masuk kedalam kamar, aku yakin mereka semua adalah para penghuni kamar ini.

"Puji tuhan! Hei lihat! Gadis ini sudah sadar!" Teriak salah seorang diantara mereka yang menyadari kondisiku.

"Puji Tuhan!"

"Syukurlah..!" Timpal yang lain.

Kemudian mereka mengerubungiku seperti para semut yang menemukan sisa-sisa makanan.

"Hey Nak? Bagaimana keadaanmu?" Tanya seseorang dari mereka.

Aku hendak menjawab pertanyaan itu karena aku pikir tidak sopan rasanya kalau aku tidak menjawab pertanyaan sesederhana itu, lebih lagi mereka sudah menolong nyawaku.

Tapi suaraku tidak bisa keluar, perutku sakit, keram, dan kosong! Aku tidak memiliki secuil tenaga pun.

"Bodoh! Dia masih lemah!" Temannya memukul kepala pria yang tadi bertanya padaku.

"Aku hanya bertanya, aku menghkawatirkannya.." Elaknya.

"Kalian ini.. sudah jangan ribut!"

"Hey Nak, coba lihat apa yang paman bawa.." Seseorang merogoh jaketnya, lalu mengeluarkan sebuah benda yang terbungkus oleh tisu, dia kemudian membuka bungkusan itu dihadapanku yang sedang terbaring lemah.

Crazy in LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang