014

2.7K 272 18
                                        




INFOOOOOOOOOO!!!!
Ada yg baruuuu nihhhhhh

INFOOOOOOOOOO!!!!Ada yg baruuuu nihhhhhh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Udah baca belum???? ●︿●

tau ga si kalau setiap ada notif vote dri kalian, kadang kalau lgi ngelamun gtu username kalian ku inget dari siapa yg srng komen, siapa yg srng nagih update, siapa aja yg antusias nungguin.

Makasiii juga yg udh selalu sempatin waktu buat baca, komen, vote karyaku yg blm seberapa ini, pokoknya lovee uuuu pollllll

.
.
.
.
.

TYPO!

           "Mas bangun! Kamu belum makan siang loh!"

"Hnggg.."

"Ayo bangun! Udah jam tiga, kamu mau pulang jam berapa?"

Suara yang di duga dari istrinya tersebut mengusik lelap tidur Mario.


Seingatnya saat ia ikut bergabung di ranjang tadi, jam masih menunjuk angka di kisaran Satu. Lalu ntah mengapa bisa cepat sekali berganti di angka Tiga.

"Aku mau mandiin Nio dulu, kamu makan di bawah udah aku siapin, awas kalau masih tetap di tempat sampai aku balik lagi"

Bisa lelaki itu lihat, Haura berkata panjang lebar demikian di ujung ranjang tak jauh dari tempatnya berbaring sembari melucuti pakaian sang anak yang tengah asik memainkan botol sabun serta shampoo nya.

"Kok baru bangunin sekarang?" ujar Mario setelah mengecek ponsel.


Benar, jam di layarnya sudah hampir berganti menjadi angka Empat bahkan.


"Mas nyenyak banget kasihan. Sana makan."


Haura sengaja tak mau menatap sang suami yang kini tengah menatapnya.


Bagaimana ya? Kalau di suruh mengingat saat-saat ia terbangun tadi, dirinya sontak bersemu.


Hal yang masih kaku tatkala ia mendapati Mario yang mau ber skinship dengannya.

Tidur dalam satu ranjang yang sama memang pernah lebih dari sekali, tapi bukan berarti selama ini Haura terbiasa.

Ia masih malu dan canggung. Mario memeluknya hangat, dan mengecup keningnya lamat.

The Second || MarkhyuckTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang