Rujak Juhi

3.1K 436 70
                                        

Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi dan murni dari fikiran penulis. Seluruh adegan dan pemeran disesuaikan dengan kebutuhan penulis. Credits untuk seluruh gambar yang digunakan diambil dari Pinterest.

Don't forget to VoMent
Happy Reading!!!

Baru satu malam tinggal di Kalingga, sebuah berita datang dan menggegerkan seluruh peserta

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Baru satu malam tinggal di Kalingga, sebuah berita datang dan menggegerkan seluruh peserta. Walaupun saat meeting sudah dikatakan bahwa pengambilan gambar pertama akan diadakan pada hari ketiga setelah penandatanganan kontrak, tapi tetap saja. Para anggota tidak menyangka waktunya akan datang secepat itu.

"Aduh, parah! Kok cepet banget waktunya muter? Aku belum sempet nyiapin apa-apa." Yosua berjalan panik, menjemur handuknya di laundry room dan kembali masuk ke kamarnya dengan rambut basah yang acak-acakan.

"Yah, aku gagal bikin konten deh." kali ini Alamanda yang terdengar mengeluh karena niatnya untuk membuat konten akhirnya pupus.

"Ape e kira-kira tantangannya?" monolog tante Tante Henny yang kelihatan tenang, duduk di ruang tengah sambil bermain game Home Design di ponselnya. Di tempat yang sama ada Bobby yang sedang asik video call bersama anaknya, dan juga Paramitha yang terlihat serius menatap laptop. Chery yang baru saja keluar dari kamar pun ikut bergabung dan duduk di samping Tante Henny.

"Tante Henny lagi apa?" tanyanya sambil membuka buku catatannya.

"Main game, nih." katanya memperlihatkan layar ponselnya."

"Ih, lucu. Aku mau persiapan buat besok, tapi bingung persiapan apa." Tante Henny tertawa lalu menepuk paha Chery.

"Ye, kan. Tantangannya apa saja, belum tau." sahut Tante Henny, dengan logat Bangka yang kental. Entah karena suasana mulai ramai atau karena urusannya sudah selesai, Paramitha bangkit dan kembali ke kamar. Tidak terlihat tertarik masuk ke dalam pembicaraan. Tak lama, panggilan video call Bobby juga selesai. Membuat bapak muda itu menggeser duduknya untuk bergabung dengan Chery dan Tante Henny.

"Yang lain kemana?" tanya Angga yang datang dari dapur, lalu duduk di sisi Bobby.

"Ana yang persiapan kanggo besok, ana yang masih mandi, ana yang tidur."

"Tidur?" Bobby mengangguk.

"He-eh. Nek ora salah yang namanya Segara. Durung hapal aku." melihat ketiga temannya terlihat santai, Bobby melanjutkan. "Kayane kalian jago-jago nih."

"Bukan jago Mas, we just have no clue about tomorrow." sahut Chery yang walaupun berkata begitu, tangannya terus membolak-balik buku yang ia bawa.

"Iya loh. Yang penting kan kita bisa pegang pisau yang betul, bisa nyalakan kompor, bisa bedakan kunyit, kencur, lengkuas, sudah siap. Habis ini tidur yang cukup, macam itu aja lah persiapannya." Chery tertawa kecil mengiyakan. Beruntung ada Tante Henny, dia jadi bisa mengurangi ketegangan jika berkumpul dengan orang-orang yang take things easy.

Cherry On TopTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang