Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi dan murni dari fikiran penulis. Seluruh adegan dan pemerandisesuaikan dengan kebutuhan penulis. Credits untuk seluruh gambar yang digunakan dari Pinterest.
Don't forget to VoMent Happy Reading!!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sebuah aula besar yang keseluruhan interiornya terbuat dari kayu dan bambu membuat Chery terkagum-kagum. Kanopinya megah, terbuat dari bambu dan daun nipah. Membuat aula yang di depan pintu masuknya terdapat sebuah plang besar bertuliskan 'Rumah Kain' itu terasa sangat teduh.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Satu kipas raksasa tergantung di tengah atapnya. Berputar tidak terlalu kencang, tapi membuat pertukaran udara di dalam aula terbuka itu optimal.
"Hati-hati, motret properti orang tanpa izin bisa bikin kamu jadi kriminal." Chery terlalu sibuk mengagumi apa-apa yang ada di sekitarnya sehingga tidak peduli dengan sindiran Liam. Kameranya sudah berulang kali naik turun untuk mengambil gambar dari segala sisi.
"Kita nginep disini Chef?" tanyanya penuh harap.
"Ini bukan penginapan. Ayo, ikut saya." katanya mendahului Chery, berjalan memasuki pekarangan jauh lebih dalam lagi.
Chery masih setia berjalan di belakang Liam tanpa protes sedikitpun. Matanya terlalu sibuk menatap kagum pada interior yang mereka lewati, lalu pada tanaman dan bunga-bunga tropis yang menghiasi jalan setapak. Belum lagi satu dua pohon palem yang terlihat walau dari kejauhan. Daunnya seolah sedang berdansa karena tertiup angin.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.