Hinata POV
Bagaimana rasanya kehilangan orang yang sangat berarti dalam hidup kita??? Bagaimana rasanya mempunyai hutang yang begitu besar ??? Bagaimana rasanya melepaskan cinta pertama???? Bagaimana rasanya ditinggalkan??? Bagaimana rasanya diacuhkan????
Kehidupanku berubah ketika Tuhan lebih dulu mengambil kedua orangtuaku, semua terasa begitu berat, bahkan untuk bernafas saja terasa sesak, aku yg terbiasa dengan kehadirannya , aku yg terbiasa dikasihinya, aku yg terbiasa diperlakukan seperti princess ..... Mendadak Tuhan mengambil semuanya. Ini bukan tentang aku yg manja ,,, ini tentang aku yg belum terbiasa. Terbiasa tanpa kehadirannya, terbiasa tanpa kasihnya, terbiasa tanpa pelukannya. Tuhan sedang bermain-main dengan takdirku. Pertama mengambil kedua orangtuaku, lalu ternyata perusahaan yg dikelola oleh orang tuaku juga collapse karena bawahan papaku korupsi. Tadinya aku ingin hidup sendiri , tapi tiba-tiba mereka datang, menawariku untuk tinggal bersama dan memulai semua dari awal.
Awalnya semua baik-baik saja, sampai aku mulai terbiasa dengan mereka. Mereka memintaku untuk memanggilnya selayaknya kepada orang tuaku. Alih-alih memanggil mereka Tante dan Om aku memanggil mereka dengan sebutan mommy dan daddy. Anak mereka bernama Nakamoto Yuta, tampan, tapi tengil suka banget ngisengin aku. Merasakan menjadi bagian dari keluarga Nakamoto tidak serta merta membuatku lupa akan asal-usulku. Aku harus tetap ingat untuk menjaga batasanku. Aku sadar aku siapa, aku sadar bahwasanya aku tak lebih hanyalah anak yatim-piatu. Melihat interaksi antara teman-temanku dengan orang tuanya membuatku merindukan orang tua kandungku. Terkadang aku akan menangis semalaman ketika aku merindukan mereka. Tuhan..... Engkau begitu baik.... Masih membiarkan aku untuk merasakan kasih sayang walaupun bukan dari kedua orang tuaku.
Hari-hari yang kujalani terasa begitu berat, sempat aku dibully karena kedekatanku dengan kak Yuta, hingga meninggalkan sedikit trauma untukku. Tapi Tuhan masih begitu baik kepadaku, aku masih dilindungi-Nya. Tahun selama aku berada di JHS adalah tahun terindah yang pernah aku lalui bersama dengan kak Yuta. Karena selama itu, dia selalu ada untukku, selalu melindungiku, selalu menjadi sosok yang bisa aku andalkan. Menjadi sosok kakak yang sangat melindungiku. Sungguh aku sangat bersyukur karena memilikinya.
Tapi ternyata tak berlangsung lama, awal masuk SHS hubungan antara aku dan kak Yuta masih baik-baik saja. Sampai saat kak Yuta mulai sibuk dengan keanggotaannya sebagai wakil ketua OSIS disekolah. Kami jadi jarang bertemu, jarang berbicara, jarang bercanda, bahkan dia terlihat sudah mulai melupakan aku. Aku merasa tersingkir dari kehidupannya, bukan!!! aku bukan cemburu karena mencintainya, aku hanya merindukan kebersamaan kita saja. Kudengar dia menyukai seseorang gadis , ku akui gadis itu sangat cantik, dia kakak kelas kami. Menjabat sebagai ketua OSIS.
Setelah sekian lama kak Yuta mendekati gadis itu mereka akhirnya berpacaran.Aku senang mendengarnya, aku juga mulai dekat dengan seseorang yang membuatku nyaman dan membuat jantungku berdegup kencang. Yaa.... Dia adalah crush pertamaku. Beberapa bulan kuhabiskan waktuku untuk pendekatan dengannya. Dan yaa aku dan dia memutuskan untuk berpacaran juga. Selama aku dan kak Yuta berpacaran dengan pasangan masing-masing, kami tak pernah berkomunikasi lagi. Bahkan nomor telepon kak Yuta pun sudah berganti. Aku tak tau apa salahku , tapi jika tidak ada kak Yuta, pacarnya selalu menjadikan aku sasaran bullying. Ricky yang mengetahui hal itu menjadi sangat overprotektif terhadapku. Tak pernah ia biarkan aku seorang diri, jika dulu saat di JHS ada Yura yg menjadi temanku maka saat di SHS ada Ricky sebagai sosok pelindungku. Yura bersekolah di sekolah yang berbeda denganku. Kurang lebih kebahagiaanku bertahan selama 3-4 mingguan.
Perjodohan. Ya mereka memintaku menjadi pasangan untuk anak semata wayangnya. Menjadi pasangan seorang Nakamoto Yuta. Tuhan..... Aku tak bisa menolak permintaan keduanya. Tapi aku juga begitu berat untuk melepaskan Ricky dari hidupku. Tentang kak Yuta, tentu dia tak terima dengan perjodohan ini. Bahkan dibelakang orang tua kak Yuta pernah manamparku mengataiku tak tau diri, tak tau diuntung, memanfaatkan kesempatan, mengataiku sebagai wanita rendahan dan masih banyak lagi.
Aku tak mungkin meneruskan hubungan antara aku dan Ricky maka siang itu aku bertemu dengannya. Untuk mengakhiri hubungan antara kami. Sulit..... Sungguh sulit!! Aku bahkan menangis di pelukannya. Ricky adalah sosok yang sangat baik yang pernah aku kenal, dia bahkan tidak marah kepadaku karena memutuskannya secara sepihak. Tuhan..... Aku bersumpah.... Aku tak akan bahagia sebelum kebahagiaan datang kepadanya.
Setelahnya hubungan antara aku dan kak Yuta semakin memburuk, bukan hanya kata-katanya saja yang kasar, perlakuannya padaku pun kasar. Berita tentang perjodohanku bocor . Dia menyalahkanku. Menganggap aku yang menyebarkannya. Di tambah lagi dengan hubungan antara kak Yuta yang memburuk dengan pacarnya, bahkan ku dengar pacarnya itu selingkuh dan menjadikan perjodohan ini sebagai tamengnya. Dari situ kak Yuta semakin membencimu.
Dia bahkan memutuskan untuk pergi dari rumah dan menetap di apartemen pribadinya. Setiap hari mommy nya memintaku mengantarkan bekal untuknya, mengurus apartemennya, bahkan tak jarang mengatur waktu untukku agar bisa jalan berdua dengannya. Jujur saja , aku tersiksa, rasa hutang budiku ini sungguh membuatku semakin tersiksa. Aku hanya menganggapnya sebagai seorang kakak. Tapi aku tetap menerima dan meneruskan perjodohan ini. Di pertengahan jalan aku ingin berhenti, tiba-tiba teringat jasa mereka. Tak mungkin aku mengecewakan mereka yang begitu baik kepadaku. Sifat kak Yuta semakin hari semakin bertambah buruk. Bahkan aku pernah ditinggalkan seorang diri di tengah jalan padahal saat itu waktu sudah menunjukkan pukul setengah 1 malam.
Tapi Tuhan masih begitu baik kepadaku saat kak Yuta semakin tidak terjangkau olehku ada sosok Jeno yang datang dalam hidupku. Hingga pada akhirnya aku menyerah untuk mendekatinya. Aku memutuskan untuk jujur kepada kedua orang tuanya. Aku tak sanggup lagi dengan penolakannya ..... Aku memang tidak mencintainya tapi aku juga manusia.... Aku juga memiliki hati..... Aku juga memiliki emosi..... Aku juga bisa lelah.... Dan ini adalah titik lelahku..... Pergi dan menjauhinya.
Tuhan ..... Setelah ini aku hanya meminta untuk bahagia.... Tak apa tak ada harta yang melimpah untuk kedepannya.... Tak apa tak ada fasilitas mewah seperti saat aku masih tinggal bersama mereka.... Hidup sederhana dengan bahagia tanpa beban..... Sudah cukup untukku.....
" LIFE is a JOURNEY with PROBLEMS to SOLVE and LESSONS to LEARN but most off ALL EXPERIENCES to ENJOY"

KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA ✅✅✅✅
Roman d'amourTentang seorang gadis yang berusaha membuka hati. Membuka hatinya sendiri dan orang yang dicintainya???? Atau orang yang mencintainya????