"Tidak ada," jawab Wang Xia Ai santai, lalu melangkahkan kaki menuju kuda Zhang Xuen Chi. Wanita itu melompat dan menaikinya dengan mudah.
"YANG MULIA!!" teriak prajurit yang terkejut setengah mati ketika melihat aksi sang junjungan. Mereka hendak maju untuk menangkap junjungan mereka jika saja terjatuh. Sedangkan yang dikhawatirkan hanya tersenyum malu menampilkan sederet giginya.
Sedangkan Zhang Xuen Chi membeku sambil membelalakkan mata terkejut ketika melihat istrinya menaiki kuda dengan mudah. Untung saja dia tidak terjatuh, itu sangat berbahaya.
"Aiyo, terima kasih, kalian sangat perhatian. Bengong tidak apa-apa," ujar Wang Xia Ai ramah. Ia menutup mulutnya tersipu salah tingkah.
Pria itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia berjalan menuju kuda yang sudah ditunggangi oleh Wang Xia Ai.
Sang istri menepuk-nepuk sisa tempat duduk di belakangnya, mengisyaratkan Zhang Xuen Chi untuk duduk di sana.
"Xuen naiklah, biar aku yang menunggangi kuda ini," ucapnya sembari tersenyum lebar.
"Tidak! Kau tidak bisa melakukannya!" Zhang Xuen Chi sontak menaikkan nada suaranya.
Wang Xia Ai mengerutkan alisnya marah.
Apa-apaan suaminya ini! Apakah ia terlihat begitu bodoh, hingga dianggap tidak bisa menunggangi seekor kuda?!
"Mengapa tidak!" balasnya tak kalah keras.
Menyadari perubahan suara Wang Xia Ai, pria itu langsung melembutkan suaranya.
"Itu sangat berbahaya, Xia'er," tutur Zhang Xuen Chi sabar.
"Ayo Putri Mahkota ku, turunlah."
Dia merentangkan kedua tangannya untuk menggendong Wang Xia Ai turun dari kuda. Namun, dia malah mendapatkan tolakan secara mentah-mentah.
"Tidak mau!"
Wang Xia Ai membuang muka ke arah lain dengan cemberut.
Lagi-lagi Zhang Xuen Chi mengusap wajahnya kasar, kemudian pria tampan itu menghela napas berat.
'Sabar Zhang Xuen Chi, sabar.'
"Ayolah Xia'er, aku bisa membawa kuda lebih cepat, dan kita akan melihat hukuman Li Xiao Rou," katanya membujuk.
Mendengarnya, Wang Xia Ai seketika menengok pada Zhang Xuen Chi.
"Benarkah?"
"En." Dia mengangguk mantap.
"Baiklah." Ia mengangguk semangat, lalu bertukar posisi ke belakang dan mereka menaiki kuda menuju istana.
"Xuen, apakah ayah kaisar akan menghukum gadis jelek itu?" Wang Xia Ai bertanya ragu, ia ingin memastikan bahwa gadis tepung dan keluarganya akan musnah.
"En, tentu saja. Tidak ada yang boleh menghina menantu kesayangan Ayah, hmm?"
"Berjanjilah jika hukumannya akan berat! Aku tidak suka ketika melihatnya begitu sombong."
"Hahaha! Baiklah-baiklah, kamu akan puas ketika melihat seluruh keluarga Perdana Menteri Li musnah," ujar Zhang Xuen Chi meyakinkan.
Pasti ayahnya tidak akan membiarkan Keluarga Perdana Menteri Li hidup lebih lama lagi. Lagipula, banyak uang yang hilang tanpa sebab di bawah pimpinan Perdana Menteri Li. Namun, tidak pernah ada bukti kuat untuk menghukumnya.
"Aku menunggunya."
Sementara di aula Istana....
Tampak Kaisar Zhang yang sedang rapat bersama Permaisuri Liu Ning dan para menteri, termasuk Perdana Menteri Li Cheng Yu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses (TAMAT)
Fantasi'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
