TIGA PULUH LIMA

1.6K 115 42
                                        

Assalamualaikum guys
Bagaimana kabarnya? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Mohon maaf ya buat kalian semua kalo aku udah ga pernah update lagi, karena aku maju mundur bgt antara update atau ngga, takutnya emg udah ga ada yg nungguin karena udah lama bgt ga update hehe🙏

Dan aku juga lagi baca ulang cerita ku lagi biar alurnya ga aneh karna aku sedikit lupa juga dan ternyata draftku ilang semua😩

Aku harap kalian tetap setia menunggu kelanjutam cerita 'Nazira'. Sekali lagi aku terima kasih dan maaf untuk kalian semua.

Next 1k vote + 1k coment! Jangan jadi cilent readers!!

⚠️WARNING⚠️
Jadikan Al Qur'an bacaan utama ya guys🤗

Rasulullah SAW memberi motivasi, "Siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebajikan, sedangkan dari kebajikan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf." Maka jika seorang Muslim membaca setiap hari 10 ayat, sudah berapa kebaikan yang dicatat oleh Allah kepadanya?

Jangan sampai kita lupa untuk membaca Al Qur'an walaupun dalam sehari hanya 1 ayat🥰

Happy reading

*****

"Bagaimana keadaan, Mommy?"

"Kondisi mommy memburuk."

Nazira terkejut, badannya langsung terlemas. Bahkan, rasanya tulang pun tak mampu menopang tubuh Nazira.

Rakhan yang melihatnya pun langsung dengan sigap menopang tubuh istrinya supaya tak terjatuh.

"Kamu harus kuat ya."

"Bagaimana aku bisa kuat jika surgaku sedang tidak baik-baik saja?"

Rakhan mendongak ke atas menahan bulir air matanya supaya tidak terjatuh.

Ia tidak ingin terlihat sedih di depan istrinya. Karena dia harus menjadi penyemangat istrinya.

"Mommy, baik-baik saja kan?"

Rakhan terdiam.

"Jawab dong, Rakhan. Kamu bohong kan? Mommy baik-baik saja kan?"

"Nazira aku tidak berbohong, kondisi mommy melemah, dan ia ingin berbicara denganmu."

Jawaban Rakhan membuat tubuh Nazira semakin lemas. Ia gemeteran dan sangat takut.

Nazira menghapus air matanya dan lalu melepaskan mukena yang sedari tadi masih ia kenakan.

Nazira bangkit setelah menggunakan jilbabnya, ia langsung berlari menuju ruangan sang ibu. Disana sudah ada keluarga Rakhan. Bahkan, ia melihat ibu mertuanya sudah berderai air mata.

"Mommy."

Mereka semua menoleh dan menyadari kehadiran Nazira.

"Nazira...sini sayang, nak," lirih Fatimah.

Nazira mendekati Nisa yang tengah memejamkan mata, suara alat detak jantung milik Nisa terdengar berbunyi mengisi ruangan yang hening itu. Tangan Nisa di penuhi infusan, kepalanya terbalut perban, dan Nisa di bantu oleh oksigen.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 02, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

NaziraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang