Jam istirahat telah berbunyi beberapa menit yang lalu, dan kini Aca dkk tengah duduk sambil menunggu pesanan mereka. Tak lama terdengar beberapa pekikan dari beberapa siswi membuat mereka menatap kearah suara.
"KYAA FARIS".
"AA TIAN MAKIN GANTENG AJA".
" SAPA AKU DONG EZRO"
"KYAA NOVAL SENYUMIN GUE".
"Itu, itu dia merekaa" pekik Aurel sambil menunjuk sekumpulan pemuda yang melewati mejanya.
Aca dan Aci hanya saling pandang lalu keduanya serempak menatap Zia yang tersenyum menatap kepergian mereka. Dengan Jail Aci menempelkan telapak tangannya pada dahi Zia hingga si empu tersentak. "Lo gila ya? " tanya Aci dengan nada polosnya membuat mereka kebingungan akan dibuatnya.
"Hah? " serentak mereka.
"Lo gila ya? " tanya Aci lagi.
"Lo semua bilang mereka tampan? Katarak ya mata lo semua? muka pas pasan gitu di bilang ganteng?" lanjutnya tak percaya membuat keempatnya menatap balik tak percaya pada Aci. Sialan, dia menganggap mereka katarak?.
"Lo kali yang katarak, lo gak liat dia itu ganteng banget anjir! " Pekik tak Terima Aurel.
"Tau tuh, ganteng gitu" tambah Lana dengan muka julitnya.
"Ftt, asli sih lo yang buta karna gak bisa bedain mana yang ganteng sama yang enggak" tawa Niza menggeleng miris.
sontak Aca menatap tajam Niza. "Maksud lo apa? " tekannya membuat Niza berbatuk canggung.
"Hehe bercanda" balas Niza sambil mengangkat jarinya berbentuk Vis, saat menyadari raut datar Aca dengan tatapan yang tajam itu membuat ketiganya bungkam.
"Bukan gak bisa bedain mana yang tampan dan enggak tapi gue terlalu mati rasa buat ngerasain kekaguman yang hanya sesaat" Balas Acuh Aci dan segera memakn makanan yang baru saja sampai.
Mereka yang mendengarnya terdiam begitupun Aca yang melamun. "Makan" perintah Aci membuat Aca tersentak dan segera memakan makanan nya.
Keempatnya ikut makan dengan sesekali menatap kedua saudara kembar di depan mereka. Menurut keempatnya, keduanya terlalu tertutup tentang masalah pribadi mereka.
Disisi Ace dia menatap sang protagonis Pria dengan dingin lalu kembali makan dengan sesekali memerhatikan apa yang ia lakukan. "Lo mau ikut? Kita mau nongkrong habis pulang? " tanya Angga membuat Ace menoleh padanya dan mengangguk mengiyakan.
Setelah selesai keempatnya lantas segera beranjak pergi, namun sebelum itu ia menatap kembarannya yang asik mengobrol. Tak lama pandangan Ace dan Aci terhubung sesaat sebelum Aci berbalik berbincang kembali dengan yang lainnya.
Dengan acuh Ace segera pergi bersama teman temannya menuju lapangan yang mana sudah terisi oleh kakel yang sedang bermain bola. Keempatnya duduk memperhatikan. "Lo pada mau masuk Ekskul mana ? " tanya Biru.
"Basket? " ragu Angga.
"Kalo kalian? " tanya biru.
"Gue ngikut Ace hehe" balas Sean membuat mereka berdecak.
"Gimana Ace, lo mau masuk mana? " tanya Angga.
"Basket" balas Ace membuat Angga bersorak.
"Yes, akhirnya gue punya temen" semangatnya.
"Kalo gitu gue juga ngikut deh" sahut Biru.
"Gue juga" tambah Sean.
"Terserah" balas Ace.
KAMU SEDANG MEMBACA
THREEPELS
Fiksi RemajaTak pernah terpikirkan Reren akan ber transmigrasi seperti novel yang ia baca, terlebih ia bertransmigrasi bukan seorang melainkan bersama kedua temannya! Mereka bertransmigrasi menjadi saudara kembar dan mereka masuk ke dalam novel yang amat di be...
