Pagi harinya Aca dkk sudah mulai bangun dan mandi. "Kita ke mall yuk, jalan jalan" ajak Aurel sambil menatap cermin.
"Hmm, boleh kebetulan gue mau beli sesuatu" balas Zia diangguki yang lain.
Tok tok.
"Non, sarapan sudah siap" Ucap maid dari luar.
"Ya bi, kami akan turun" balas Zia dan segera mengajak teman temannya turun.
Sesampainya di bawah mereka sudah di sambut oleh sang kepala keluarga dan menyuruhnya duduk. Mereka mengobrol santai dengan Daddy nya Zia dan Mommy nya juga, dengan sesekali abangnya Zia ikut berbicara jika diperlukan.
Dan jangan tanyakan bagaimana Aurel dan Lana yang dengan penuh semangat mencoba menarik perhatian kedua abangnya Zia. Sedangkan yang diperhatikan malah memerhatikan sikembar sesekali yang mana si empu hanya diam menatap Mommy Zia yang sedang berbicara, tentu semuanya tak luput dari penglihatan Daddy Zia yang hanya memberikan senyuman kecil sebagai respon.
Aca duduk sedikit gelisah namun mencoba tetap tenang, ia sadar akan Gio yang terus menatapnya dan hal itu membuatnya takut, takut dengan kejadian semalam. "Mari mulai" ajak Daddy Zia dan segera mereka makan dengan diam meskipun sesekali teman temannya saling berbisik.
Setelah selesai mereka belum beranjak dan kembali mengobrol sampai seringan ponsel membuat semua mata menatap Aca. Aca melihat siapa yang menelpon dan segera meminta ijin untuk mengangkatnya lalu segera menjauh sedikit.
"Ya, ada apa? " tanya Aca.
"Aca, tolongg kami di kejar oleh seseorang! Tolong HP gue lowbat dan gue bingung harus nyari bantuan kesiapa! Ace juga ada di sini, dia lagi berusaha numbangin orang orang itu" Ucapan penuh kepanikan itu sontak membuat Aca ikut panik.
"Dimana? Serlok sekarang" Balas Aca.
"Dijalan xxxx yang ada tamannya" Balas disebrang lalu tiba tiba mati.
Aca yang melihat itu sontak mencoba menelpon nya kembali tapi nihil tidak bisa dihubungi. Lantas ia berbalik dengan langkah santai menatap mereka yang kini juga menatapnya bingung. Aca berdehem sebentar "Om, tante saya dan Cici pamit ijin pulang. Kami ada urusan mendadak" Ucap Aca.
"Loh bukannya kita mau ke mall? " tanya Niza.
"Sorry gays, ini urgent" sesal Aca membuat mereka mengangguk.
"Urusan nya gak bisa di tunda aja? " tanya Zia dibalas gelengan Aca.
"Sorry" balas Aca.
"Mau kami antar? " tanya Leo.
"Tak perlu kami bawa motor" tolak Aca.
"Baiklah, hati hati dijalan" balas Mommy dan Daddy hanya mengangguk.
"Terimakasih sudah mengijinkan kami menginap dan makasih juga sarapannya, kami pamit" Ujar Aca sambil mengalami mereka.
"Sama sama, jangan ragu buat main kesini lagi ya" Ujar Mommy dan dibalas tawa Aca.
"Tentu Mom, tapi jangan kaget kalo cemilannya habis lagi hehe" canda Aca dibalas tawa mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
THREEPELS
Ficção AdolescenteTak pernah terpikirkan Reren akan ber transmigrasi seperti novel yang ia baca, terlebih ia bertransmigrasi bukan seorang melainkan bersama kedua temannya! Mereka bertransmigrasi menjadi saudara kembar dan mereka masuk ke dalam novel yang amat di be...
