"Dek, abang pulang" ucapan seseorang membuat keenam gadis itu berbalik dan menatap pria tampan dengan wajah datar itu dengan pandangan terkejut, sebelum Zia bangun dan berlari kearahnya.
"Bang Lio~" Rengeknya sambil memeluk sang Abang, Lionel Glozy abang kedua Zia sekaligus Psikopat berkedok dokter yang sialnya tampan.
Rumah Sakit LZ adalah rumah sakit yang dibangun untuk Lionel merawat pasien nya, sekaligus untuk menutupi tempat praktek ilegal yang ia buat di dalamnya.
Ia adalah orang yang cukup ramah kepada pasien atau korbannya. Namun begitu ia akan dingin pada orang yang baginya mengganggu, meskipun begitu ia sangat penyayang dan posesif terhadap apa yang ia miliki dan contohnya adalah adiknya sendiri yaitu Zia.
"Abang bawakan makanan kesukaanmu" ujarnya membuat Zia berbinar senang.
"Mauuu" pekiknya senang dan segera Lio menyerahkan bingkisannya.
"Hehe makasih bang" ucapnya dan diangguki si empu, tak lama mata Lio menatap kearah Aca dkk membuat mereka tersentak sebentar.
"H-hallo" sapa Aurel dan yang lainnya hanya tersenyum tipis.
"Hm" balas Lio acuh, namun matanya menatap si kembar sebentar lalu kembali menatap adiknya.
"Abang pergi ke kamar dulu, dan bersenang senanglah dengan temanmu" pamitnya diangguki Zia.
Melihat bang Lio sudah tidak ada sontak saja mereka -si kembar heboh akan paras abang nya Zia. "Gilaa ganteng bangettt" pekik Aurel sambil mengipasi wajahnya yang panas.
"Bener, huhu bibit keluarga ini gak ada yang gagal huhu jadi insecure" balas Niza.
"Hehe Zia boleh lah ya, abang lo buat gue" lanjut Lana membuat Zia tertawa.
"Silahkan kalo abang gue mau hahaha" tawanya diikuti yang lain.
"Anjirlah" balas Lana sambil tertawa.
"Ini plot tersembunyi, kenapa mereka berdua jadi orang matre" bisik Aca pada Aci membuat si empu menoleh dan mengangguk, jelas ia ingat bagaimana awal terjadinya konflik antar ketiganya.
"Udahlah, ayo kita masuk. Kita nonton film di kamar! " ajak Zia diangguki mereka semua dan lantas segera berdiri lalu meninggalkan halaman belakang diiringi celotehan kekaguman mereka terhadap abangnya Zia.
Sesampainya di dalam mereka melihat Mommy nya Zia sedang mengobrol dengan seorang pemuda tampan, tak lupa ada bang Leo juga disana.
Mereka menghampiri ketiganya dan Zia langsung saja memeluk pemuda datar berwajah tegas itu. "Bang Gioo, abang tumben pulang? " tanyanya.
Pemuda dengan nama lengkap Althagio Glozy, Abang pertama Zia itu hanya membalas dengan elusan di kepala sang adik. "Ga boleh? " tanyanya, sontak Zia menggeleng keras.
"Bukan, hehe tumben aja gitu" balas Zia diangguki Bang Gio.
"Kenapa kalian malah berdiri, ayo duduk" ajak Mommy Zia.
Sontak mereka tersenyum malu. "Terima kasih" ucap Aca.
"Santai saja, anggap saja di rumah sendiri" balas Mommy Zia.
KAMU SEDANG MEMBACA
THREEPELS
Dla nastolatkówTak pernah terpikirkan Reren akan ber transmigrasi seperti novel yang ia baca, terlebih ia bertransmigrasi bukan seorang melainkan bersama kedua temannya! Mereka bertransmigrasi menjadi saudara kembar dan mereka masuk ke dalam novel yang amat di be...
