Disisi Ace, ia merasa tak tenang setelah kepergian Aca. Ditambah dengan tatapan penasaran teman teman nya membuat ia tak bisa berkata kata. "Lo puas sekarang ? Lo yang minta kita buat gak ngusik lo lagi, sedangkan lo sendiri yang ngusik kita duluan! Seenggaknya sadar dirilah bro, lo gak lupakan sama apa yang lo ucapin ke kita kemarin?oh ralat tapi bentakan lo ke kita, gak usah lo telen ludah sendiri bajingan" Dingin Aci membuat mereka kembali terdiam. Tanpa kata Aci kembali duduk dan memainkan ponselnya, tak perduli dengan sekelilingnya yang mendadak menjadi dingin.
Ace hanya diam terpaku dengan apa yang Aci katakan, tanpa kata ia keluar dari kelas dan Aci hanya melirik nya tak perduli.
Ace menyelusuri setiap sudut sekolah mencari Aca, sampailah ia di Rooftop dan mendapati Noval dkk. Mereka yang mendapati Ace sontak berdiri. "Lo ada masalah sama kembaran lo? " tanya Noval to the point.
Mendengar itu sontak ia terkejut namun kembali menormalkan kembali wajahnya. "Lo tau? " tanya balik Ace.
"Ya dan kembaran lo yang cerita ke kita" balas Faris membuat Ace menatapnya.
"Dimana dia sekarang? " tanya Ace membuat mereka saling pandang.
"Sebelum itu gue mau tanya, kenapa dia gak suka gue? Apa karna beberapa hari ini lo telat pulang karna gue? " tanya Noval membuat Ace berdecak.
"Ia terlalu terang terangan saat tak menyukai seseorang" batin Ace.
"Bukan, jadi dimana dia sekarang? " tanya Ace dengan menatap tajam mereka.
Melihat itu mereka menjadi tak enak. "Dia pergi sebelum kami menjelaskan semuanya, dia bilang dia gak mau mendengar apapun dari kita dan dia mau lo yang cerita semuanya ke dia. Dia juga bilang kalo kita nyesel harusnya kita sadar diri dan disini gue mau lo jelasin ke saudara lo agar semua kesalahan pahaman diantara kalian gak semakin melebar" Penjelasan Ezro membuat Ace memijit pelipisnya sakit dan langsung berbalik hendak pergi, namun perkataan selanjutnya membuat ia terdiam.
"Gue ngerasa bersalah terus kalo lo gak mau ngomong sama mereka dan ngejelasinnya ke mereka. Apa perlu gue datengin mansion lo dan mohon mohon buat bisa ngejelasin semua hal ke keluarga lo? Tapi dengan sikap Aca ke gue, apa lo yakin dia mau dengerin gue? " tanya Noval, namun Ace tak membalas dan segera berjalan menjauhi mereka.
Tapi sebelum ia hilang dari pintu ia sempat terdiam. "Gak perlu lakuin apapun, Aca dan yang lainnya jadi urusan gue dan lo gak perlu ikut campur" ucapnya lalu pergi, meninggalkan mereka yang saling pandang.
Ace menyelusuri lorong dengan pikirannya yang berkecamuk, sampai ia mendengarkan suara seseorang yang tengah mengobrol dan dilanjutkan dengan sebuah lantunan lagu, yang entah kenapa membuat Ace sedikit terusik.
Saat semakin dekat dengan ruangan itu ia terdiam sebentar dan mendapati ia berada di ruang musik, dan tanpa kata ia membuka (mendobrak) pintu hingga ia mendapati orang tengah ia cari tengah tersenyum senang bersama dengan seorang lelaki.
Ia melangkah dengan amarah yang membuncah dan tanpa kata ia menyeret Aca hingga si empu hampir tersungkur dan pemuda yang entah siapa menahannya membuat ia semakin tak suka.
"Santai kawan" ujarnya namun segera Ace tepis tangan yang merangkul Aca.
"Gak usah lo ikut campur" dinginnya menatap tak suka pemuda itu.
"Lo apa apaan sih Ace, sopan lo gitu" Balas Aca yang kini sudah pulih dari keterkejutan nya.
Ace berbalik menatap Aca yang kini menatap balik marah Ace. "Dateng dateng dobrak pintu dan langsung nyeret gue gitu, mana kasar banget lagi sam Bang Nizam" Sinis nya.
"Lo belain dia? Ohh, atau ni orang yang udah ngasih lo buket itu? " Tanya Ace sambil mencengkram erat lengan Aca membuat si empu meringis.
"Kalo iya kenapa? " tantangnya meskipun ia takut, melihat itu membuat amarah Ace semakin membuncah.
"Sialan, jauhin dia bangsat" Umpat Ace menatap tajam pemuda itu.
Sebelum pemuda yang bernama Nizam itu membalas, Ace sudah menyeret Aca keluar. "ACEE, LEPASSS" pekik Aca namun tak dihiraukan Ace.
"Diam atau gue gendong" balas Ace menatap tajam Aca.
"Lepas bangsat! " Umpat Aca membuat Ace tak punya pilihan dan segera mengangkatnya seperti karung beras membuat si empu terpekik terkejut.
"AHHHH LEPASIN GUEEE! LEPASSS! ACE SIALANN! " teriak Aca membuat gendang telinga Ace berdenging.
"Diamlah" dingin Ace membuat Aca semakin memberontak.
Tak jauh dari lorong yang mereka lewati, Ace melihat Aci yang nampak terkejut dan segera mendekat. "Turunkan! " perintah Aci menatap Ace tajam.
Tanpa kata Ace mencengkam tangan Aci dan menyeret nya pergi membuat keduanya terpekik kembali. "ACE! LEPAS/TURUNIN" Pekik mereka.
Aksi ketiganya sontak menjadi pusat perhatian karna jam kosong tengah berlangsung untuk semua kelas karna ada rapat guru.
Disisi teman teman sekelas Sitripels, mereka hanya bisa meringis sembari berdoa agar ketiganya akur kembali dan suasana kelas menjadi normal kembali.
****
Dan disinilah mereka di rooftop bersama dengan Noval dkk dan Sean dkk. "Ngapain sih lo ngajak kita ke sini? " sinis Aci sambil menatap mereka satu persatu.
Mereka menghela napas -Aca dan Aci. "Dengerin dulu Ci, kita mau ngejelasin sesuatu ke lo berdua" balas Angga membuat Aci berdecak.
"Jelasin? Jelasin apa hah?! Lo semua gak usah so jadi pahlawan, ini urusan kita bertiga dan gak ada sangkut pautnya sama kalian! " Marah Aci membuat mereka serentak menahan diri untuk tidak membentak gadis di depannya.
"Ada! Ace pulang telat belakangan ini semua ada hubungannya sama kita! " Tekan Aksa mencoba menahan diri.
"Lo pikir gue percaya? Jangan goblok! " Kasar Aci membuat mereka geram.
"Udahlah buang buang waktu gue tau gak?! Yah meskipun kalian ada sangkut pautnya dengan dia, tetep aja gak bakal ngubah apapun yang udah terjadi" tambah Aca membuat mereka bungkam.
Tanpa kata Aca berdiri dan berbalik pergi diikuti Aci, meninggalkan para pemuda yang terdiam kaku setelah mendengar apa yang sudah Aca katakan.
****
Aca dan Aci memutuskan untuk mampir ke warung mereka setelah meninggalkan para pemuda di rooftop tadi.
"Bos, ini uang mingguan kita" Ujar Oki yang segera Aca cek.
"Hmm" gumam Aca, lalu matanya melirik Aci yang hanya diam sambil menatap tajam ponselnya.
"Bagaimana proses pembangunan? " tanya Aca sembari menatap Oki yang tersenyum lebar.
"Beres, tinggal mengecat dan pengeramikan bos" balasnya.
Memang selama pembangunan ulang warung mereka, sementara waktu semua dagangan mereka di pindahkan ke rumah. Meskipun ada beberapa barang yang disimpan di warung, karna ruangannya yang tak muat.
Dan karna itulah warung mereka tetap beroperasi meskipun sedang di bangun ulang. "Suruh Ace yang membeli semua yang di butuhkan, bilang juga untuk tetap pokus dan jangan terlalu banyak bermain main" dingin Aca membuat Oki bingung, namun tetap mengangguk.
Disisi Aci ia mendengarkan semua yang disampaikan oleh keduanya, dan diam diam ia menggengam erat ponselnya saat nama Ace disinggung oleh Aca. "Pulang" pinta Aci membuat Aca menoleh dan mengangguk.
Keduanya lantas berdiri. "Jaga semuanya saat kami tak ada" perintah Aca sebelum berbalik pergi menuju motornya tanpa mendengarkan balasan dari karyawan nya.
"Baik bos, hati hati di jalan" balas Oki sambil melihat keduanya perlahan pergi menjauhi tempat yang saat ini ia pijak.
Jangan lupa vote and komen gays👇❤
KAMU SEDANG MEMBACA
THREEPELS
Teen FictionTak pernah terpikirkan Reren akan ber transmigrasi seperti novel yang ia baca, terlebih ia bertransmigrasi bukan seorang melainkan bersama kedua temannya! Mereka bertransmigrasi menjadi saudara kembar dan mereka masuk ke dalam novel yang amat di be...
