Aca dan Aci kembali ke rumah yang mana sudah di sambut oleh Mommy. "Eh anak anak mommy sudah pulang" ucapnya sambil merentangkan tangannya yang mana disambut baik oleh keduanya.
"Mom, dad pulang kapan? " tanya Aci di sela pelukannya.
"Kenapa memang? " tanya mommy sambil mengelus keduanya.
"Ada yang ingin aku,Aci dan Ace bicarakan" balas Aca membuat mommy menatap kedua nya bingung.
"Apa yang ingin kalian bicarakan? Oh dan apa kalian sudah berbaikan dengan Ace? "Tanya mommy bersamaan kedatangan Ace.
" mommy "panggil Ace membuat mereka menatapnya.
" kenapa gak ajak ajak aku"rengeknya sambil ikut memeluk ketiganya membuat mereka tertawa.
"Dih mentang mentang bungsu, manjanyaaaa~" ledek Aci disela tawanya.
"Biarin" balas Ace sambil memeluk mereka.
"Udah ih minggir, aku mau ke kamar dulu" ujar Aca sambil melepaskan pelukannya.
Cup.
Aca mencium pipi Mommy lalu pergi. "By mom" pamitnya lalu pergi diikuti keduanya yang melakukan hal yang sama lalu pergi.
Melihat itu Mommy sangat senang dan merasa bersyukur kala ketiga bersaudara itu sudah berbaikan kembali.
Di dalam lift Aca diam menatap datar kedepan dengan Aci dan Ace di belakangnya. "Nanti kumpul di kamar gue, kita bahas dan pelajari semua bukti yang udah lo dapat" ujar Aca diangguki keduanya.
"Lo bawa kan ace? " tanya Aci.
"Bawa kok, sesuai yang lo minta" balas Ace.
"Hm, kita gak bisa nyimpen bukti di tempat Sean gitu aja. Terlebih lo semua sering kumpul di sana buat diskusi, lebih baik kita simpan di rumah ini. Sebab disini keamanannya sangat ketat dan dijamin takan ada yang bisa menembusnya" penjelasan Aca membuat keduanya mengangguk mengerti.
Tingg.
Pintu lift terbuka dan langsung saja mereka menuju kamar Aca. "Masuk" ajak Aca dan segera di turuti oleh keduanya.
Mereka duduk di alas karpet berbulu dan segera membuka semua berkas yang telah di dapat Sean dkk dan Estonia dkk.
Hening, mereka pokus dengan apa yang ada di tangan masing masing. Serta Ace mencoba mencari lebih jauh dengan komputer nya. "Lo inget gak kalo di novel itu ada penjelasan tentang siapa dalang dari semuanya? " tanya Ace disela pekerjaannya. Mendengar itu sontak keduanya berhenti membaca dan menatap satu sama lainnya.
"Inget, dia musuh keluarganya" balas Aci membuat Ace mendongak menatap Aci.
"Siapa? " tanya Ace.
"Gue lupa hehe, yang jelas dia musuh keluarganya. Lo inget Ca? " tanya Aci sambil menatap Aca.
Aca terdiam beberapa menit. "Gue inget, dia salah satu mafia" ucapnya lirih membuat mereka menegang seketika.
Aca menatap Ace. "Cari tau emm mafia yang berawalan hurup G! " perintah Aca dan diangguki Ace.
"Oh ia ya, mafia itukan yang berawalan G. Dan konon katanya mafia itu pernah terlibat dengan kasus me geboman beberapa pos polisi, gue gak tau kapan terjadinya" tambah Aci membuat Ace segera mengorek informasi tentangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
THREEPELS
Novela JuvenilTak pernah terpikirkan Reren akan ber transmigrasi seperti novel yang ia baca, terlebih ia bertransmigrasi bukan seorang melainkan bersama kedua temannya! Mereka bertransmigrasi menjadi saudara kembar dan mereka masuk ke dalam novel yang amat di be...
