15. Duel si kembar🦁

11.1K 896 0
                                        

Setelah selesai menjelaskan, keduanya kini menyaksikan secara langsung pelatihan mereka membuat keduanya berbinar penuh ketertarikan.

"AYOO HAJAR DIAA".

" TIDAKK KIRI, KANAN".

"BALAS DIA".

" AWASS".

"YEAHHH BEGITU".

Teriakan semangat keduanya membuat para bodyguard yang lain ikut menyemangati rekannya yang sedang bertanding.

TINGG.

" Selesaii" peringatan itu membuat mereka yang diluar arena mendesah kecewa sebab belum ada yang berhasil memenangkan pertandingan.
"AKUU, AKUU MAUU JUGAA" Teriak Aca sambil mengangkat tangannya penuh semangattt.

Mendengar itu sontak mereka menoleh terkejut. "Nona, anda tidak boleh bertanding. Nanti anda bisa terluka" tolak para bodyguard.

"Itu benar nona, anda menonton saja".

" itu benar".

"Tidak boleh".

" nanti anda terluka".

"Sangat berbahaya".

Dan yang lainnya.

Mendengar itu sontak Aca kecewa, melihat itu Aci merangkulnya dengan senyuman lebar di wajahnya. " ayo tanding denganku"ajaknya membuat Aca berbinar senang dan langsung menyeret Aci ke arena.

Melihat itu sontak mereka terkejut dan ingin menghentikannya namun terhenti oleh ucapan Aca yang membuatnya semakin terpaku. "Paman tolong jadi wasit ya, sebab kalo sudah gini kami tak bisa berhenti" Ucapnya.

"Nah tunggu apa lagi, ayo mulai" lanjut Aci membuat mereka tersadar dan seger memulai.

"Ba-baiklah, tapi tolong jangan sampai terluka ya nona" balas bodyguard itu.

"MULAI" lanjutnya dan secara kedua bersaudara itu saling menyerang satu sama lain membuat bodyguard yang tadi mengkhawatirkannya terdiam menatap takjub kearah keduanya.

Pukulan, tangkasan, serangan tak terduga, kecepatan, pengalihan semua dilakukan keduanya yang sangat pokus terhadap satu sama lainnya.

Hingga beberapa menit berlalu dan belum ada yang tumbang diantara mereka membuat mereka semua semakin khawatir terlebih saat merek semua melihat keduanya semakin serius akan pertandingan tersebut.

Suasana diarena semakin tak terkendali saat keduanya mengeluarkan pisau di saku masing masing, hingga para Bodyguard terpaksa memberhentikan keduanya. "Nona tolong berhenti, itu berbahaya" lerai nya, namun malah mereka yang menjadi sasaran amukan keduanya.

Dengan terpaksa mereka menghindar sebisa mungkin dan mencari cara untuk merebut pisau di keduanya. Bodyguard lainnya yang melihat itu lantas segera membantu dengan cara memeluk keduanya hingga berhenti.

Keduanya berhenti dengan nafas memburu seolah linglung dengan apa yang terjadi, sebelum mereka kembali sadar akan apa yang terjadi. "Ekhemm, maaf paman kami keterlaluan karna saking pokusnya" ucap Aca membuat mereka segera melepaskan pelukannya dan bodyguard yang di serang tadi segera memberikan pisaunya kembali.

THREEPELSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang