29. Mata mata🦁

6.6K 576 26
                                        

Duarrr.

Laptop mereka meledak membuat merek semua berhamburan menyelamatkan diri, setelah situasi mulai kondusif segera mereka mendekat setelah memadamkan api dari laptop itu.

"Wow, udah yang keberapa nih laptop? " tanya Aca main main.

"Ekhem, tiga atau empat dengan yang ini" balas mereka sambil memalingkan wajahnya malu.

Mendengar itu sontak Aca dan Aci saling bertatapan dan detik berikutnya keduanya tertawa ngakak dibuatnya. "Anjir hahahaha, so soan mau ngelawan mereka. Eh ujung-ujungnya malah duarrrr" Ejek Aci sambil menirukan suara ledakan membuat Aca tertawa dibuatnya.

Disela tawa keduanya, para lelaki tangan bisa menghela nafas pasrah diejek mereka. Sampai sering telepon memecahkan kesunyian, Ace segera mengangkat telponnya.

"Hmm, terus awasi" balas Ace lalu mematikan ponselnya.

"Siapa? " tanya Aca.

"Mata mata yang gue suruh buat pantau orang itu, dan katanya hari ini ia pergi ke suatu tempat" balasnya.

"Kemana? " tanya biru.

"Ke jalan Dermagasetya, cafe Pelangi" balas Ace membuat Aca dan Aci tersenyum.

"Ayo pergi" ajak Aca diangguki Aci.

"Mau kemana? " tanya Faris.

"Mematai dia lah, dengar orang itu gak tau kita terlibat kan? Jadi kita berdua punya peluang buat ngawasin dia dari dekat" ungkap Aca membuat mereka terkejut.

"Ide bagus" ujar Tian diangguki yang lain.

"Hati hati" ujar Noval diangguki keduanya.

"Jadi kalo gitu, sementara kita gak udah saling nyapa dulu gak sih? Biar mereka gK curiga sama kalian? " tanya Angga.

"Betul, oke ayo pergi" ajak Aci lalu segera mereka pergi.

"Tunggu, ini adalah perekam suara jadi kita bisa denger pembicaraan mereka meskipun dari jarak jauh" Ujar Angga sambil memberikan sebuah alat kecil berbentuk serangga.

"Ini bisa terbang? " tanya Aca  menatap Angga polos.

"Tentu, bahkan tampa suara" balas Angga sambil mengedipkan sebelah matanya membuat Aca berbinar takjub.

Sean yang melihat itu sontak mengusap wajah Angga kasar membuat si empu berteriak kaget. "Apaan sih anjing" umpat nya kesal di sambut tawa mereka semua.

"Gak usah genit lo" sinis Sean membuat Angga melotot kan matanya tak percaya.

"Udahlah gue pergi dulu" pamit Aca sambil berlari pergi diikuti Aci.

Melihat mereka pergi sontak Angga menatap Sean curiga. "Lo suka ya sama Aca? " tuduhnya membuat Ace menatap Sean diikuti yang lainnya yang menatap penasaran, sebab kalo di perhatikan Sean selalu curi curi pandang pada salah satu gadis kembar itu.

"Apasih" elak Sean lalu pergi menghindari rasa penasaran mereka.

"Hayolo ngaku gak lo" pekik angga, namun di acuhkan Sean membuat mereka berdecak karna tak ada balasan.

****

Disisi Aca dan Aci kini keduanya sudah sampai di Cafe yang di sebutkan oleh Ace, yaitu Cafe Pelangi.

Keduanya menatap sepenjuru Cafe dan menemukan keberadaan orang itu, dan dengan santai Aca menggandeng tangan Aci untuk duduk di meja paling sudut.

Keduanya duduk bersamaan dengan pelayan datang dan segera keduanya memesan. Setelah pelayan pergi ia berbincang bincang hal random dengan Aci dan secara diam diam Aca melepas kan robot serangga di bawah meja.

Ezro dan yang lainnya kini memantau melalui laptop yang tersambung dengan robot serangga, dengan santai Ace mengendalikan robot itu dan mulai mendekati si pelaku dengan tenang dan bersembunyi tepat di bawah meja tak jauh dari keduanya.

"Sialan anak anak ingusan itu membuat rencana kita gagal" ujar si pelaku geram.

"Sudah ku bilang, habisi mereka yang menghalangi bodoh! Jika tidak, urusan kita akan semakin panjang" balas seorang paruh baya.

"Ck, aku sudah mengirim beberapa anak buahku untuk menghabisi mereka. Tapi sepertinya keberuntungan selalu memihak mereka" balas si pelaku.

"Kalo begitu, gunakan cara itu" balas pria paruh baya itu.

"Cara itu? Kau gila, mereka cuma anak anak! " Tak Terima si pelaku.

"Dan gara anak anak itu pula rencana kita terhambat! Sudahlah, jika seperti ini terus bos akan marah besar dan membunuh kita karna tenggak waktu sudah hampir habis" Decak kesal pria paruh baya itu membuat si pelaku terdiam.

"Baiklah, ku dengar salah satu diantara mereka mempunyai kembaran. Dan kembarannya itu perempuan, dua lagi" ujar si pelaku membuat pria tua itu tersenyum miring.

"Bagus, itu akan mempermudah kita melakukan itu"balas pria tua itu diangguki si pelaku.

Mereka yang mendengar itu sontak terkejut dan saling pandang . " bagaimana nih? Mereka nargetin keduanya? "Tanya biru panik, semuanya juga kecuali satu orang yang diam diam menggigit bibirnya.

" hubungi mereka untuk berhati hati "perintah Noval dan segera Ace mengirimi keduanya pesan peringatan.

Di sisi keduanya, mereka terdiam saat melihat pesan itu. " yaampun, apa yang kedua tua bangka itu ingin lakukan? "Tanya Aca lirih sambil memakan makanan nya pelan.

" entah, jika Ace sudah bilah waspada ya mau bagaimana lagi"balas Aci sambil menundukan wajah hingga rambutnya menutupi wajah cantiknya.

"Hemm ya, lo bawa? " tanya Aca sambil tersenyum menatap Aci yang hanya di lirik sekilas dan melanjutkan makanannya.

"Hmm, lo sendiri? " tanyanya tanpa melihat Aca.

"Bawa, sebab hari sial gak terjadwal di kalender" balas Aca membuat Aci mendongak sedikit lalu ia kembali menunduk.

"Hmm syukur lah" balasnya dengan menyiratkan sesuatu.

"Tenang saja, hari itu takan pernah terulang kembali" tutur Aca sambil menatap gelas sambil memainkan minumannya dengan sedotan.

Mendengar itu Aci terdiam dan mengigit bibir dalamnya dengan diam. "Tenang saja, mereka selalu ada tak jauh dari kita. Yang jelas kita tak perlu takut apalagi ragu lagi" sahut Aci sambil mendongak menatap lekat wajah yang mirip dengannya itu, namun dengan persi lebih peminim.

Aca mendongak dan mengangguk. "Yah, mereka takan membiarkan anak kesayangannya ini terluka" bangga Aca membuat Aci mendengus, hingga kekehan kecil tercipta dari celah bibir Aca.

Aci menunduk kembali sambil bermain ponsel, dan Aca diam diam melirik ke arah dua paruh baya itu lalu pokus kembali pada ponselnya. "Hah~, bajingan itu mulai bangkit" ujar Aca sambil menyedot minumannya.

"Pergi? " tanya Aci dibalas deheman Aca.

Mendengar deheman Aca, sontak Aci menegakkan punggungnya dan mulai meregangkan tiap ototnyanyang kaku. Bersamaan dengan robot serangga itu mendekati keduanya dan hinggap di meja. "Baiklah gays, ayo kita pulang. Mom and Dad sudah merindukan anak manis ya ini" Ujar Aca sambil memberikan barang barangnya diikuti Aci.

"Sampai jumpa di rumah Ace" lanjut Aca lalu membawa robot itu untuk di tempelkan di bahunya, menyatu dengan tas yang ia bawa. Setelah selesai membayar keduanya lantas pulang.

Disisi Ace yang mendengar itu lantas berdiri dan mulai mengemasi barang barangnya. "Sampai jumpa nanti" pamit Ace diangguki yang lain.

Jangan lupa komen and vote❤👇

THREEPELSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang