Malam harinya di mansion Dirgantara, ketiga kembar itu duduk lesehan dengan buku di meja depan mereka. "Pendapatan bulan ini cukup bagus" komentar Aci saat melihat omset dagangan mereka.
"Ya, begitulah" balas Aca sambil terus menulis catatan keuangan di buku.
"Bagaimana kalo kita buat warung itu jadi kayak mini market? " usul Ace membuat Aca mendongak menatap keduanya, lalu diam mulai berfikir.
Tak lama kedua orang tua baru mereka datang dengan pelayanan membawa cemilan. "Sedang apa sayang? " tanya Mommy sambil duduk menatap ketiganya.
Ketiganya hanya tersenyum. "Mom, kita sedang melihat perkembangan keuangan hasil warung kecil kami" balas Ace.
"Lalu, bagaimana perkembangannya? Ada kemajuan? " tanya Daddy sambil membuka laptopnya dan pelayanan yang mulai meletakkan berbagai cemilan di depan ketiganya.
"Yah Dad, penghasilan terus naik" balas Aci.
"Dad, bagaimana menurutmu tentang mengubah warung kami menjadi mini market? " tanya Aca membuat Daddy menatapnya dan terdiam.
"Yah itu bagus, menurut Daddy itu hal itu perlu kita perbaiki. Agar peminat kita semakin bertambah, plus menjadi daya tarik lainnya Daddy sarankan buka online juga. Agar memudahkan para pembeli yang malas keluar rumah" balas Daddy membuat ketiganya tersenyum lebar.
"Aku akan membuat Aplikasi belanja khusus kita" Semangat Ace.
"Aku akan membuka lowongan pekerjaan sebagai kurir nya kalo begitu" sahut Aci.
"Calm download gays, ini masih belum waktunya. Pertama tama ayo kita renovasi warung kita! " Tenang Aca membuat keduanya terdiam.
"Nah kalo begitu ayo kita catat keperluan apa saja untuk merombak semuanya dan alat apa saja yang perlu kita beli untuk dipajang di dalamnya" lanjut Aca membuat keduanya mengangguk.
"Perlu modal sayang? Mommy bisa bantu? " tawar Mommy.
"Daddy juga akan membantu" lanjut Daddy.
"Wih boleh tuh" pekik Ace.
"Tidak" tolak Aca membuat mereka semua terkejut.
"Kenapa? " tanya mereka.
Aca hanya bisa menghela nafas. "Oh ayolah bukan kah ini adalah usaha milik kita? Jadi aku ingin semua modal adalah uang kita. Maaf mom And Dad, tapi aku ingin mencoba mandiri" balas Aca.
"Tapi Daddy bisa bantu dengan cara memberikan nomor orang orang untuk memasok barang ke mini market kita, bagaimana? " tawar Aca membuat Daddy tersenyum dan mengangguk.
"Kalo Mommy? " tanyanya pada diri sendiri.
"Mommy bisa bantu pilihkan karyawan dan peralatan yang menurut mommy bagus bersama Aci, biar aku dan Ace yang akan mendisain ulang tempatnya" balas Aca dan diangguki mereka.
"Jika kalian butuh sesuatu, katakan saja pada Daddy dan mommy" ujar Daddy.
"Siap Dad" balas ketiganya sambil mengangkat tangannya hormat membuat kedua paruh baya itu terkekeh kecil.
"Dad sepertinya kamu perlu mengajari kami tentang bisnis yang sesungguhnya" Celetuk Aci membuat keduanya mengangguk setuju.
Daddy berpikir sejenak dan mengangguk. "Yah itu perlu, memang biasanya siapa yang mengelola tempat itu? " tanya Daddy, sontak mereka semua saling tunjuk dengan Aci dan Ace menunjuk Aca dan Aca yang menunjuk Ace.
"Lah, lalu tugas kalian apa? " tanya Mommy menatap Ace dan Aci.
"Tugasku hanya menunggu warung sama melayani saja" balas Ace.
"Aku hanya mengurus rumah dan masakk" balas Aci membuat kedua paruh baya itu tertawa.
"Wah kalian benar benar saling bergantung satu sama lain ya" kekehan Daddy diikuti Mommy.
"Lalu Aca hanya mengelola Warung saja? " tanya Mommy.
Aca yang ditanya hanya bisa menggaruk kepalanya tak gatal. "Sebenarnya Mom, Aca yang mengurus semua pengeluaran atau pemasukan mau itu di warung ataupun di rumah. Dia yang ngatur semuanya di rumah" Ujar Aci membuat keduanya terkejut.
"Yah dan dia juga yang pegang semua uang jadi kalo mau jajan tinggal minta sama dia, hehe" lanjut Ace sambil tertawa senang.
"Gak juga kok, aku slalu nyatet doang dan itupun di depan mereka. Yah biar kita tau aja gitu pemasukan sama pengeluaran yang slama ini kita pakai" bantah Aca sambil mengerucutkan bibirnya.
"Tapi tetep aja itu sama aja lo yang ngatur semuanya" ngegas kedua saudara nya.
"Yang bagi tugas ke kita berdua siapa? Yang sering nyuruh ini itu siapa? Trus yang sering ngomel karna ace main ponsel terus siapa? Yang ngomel karna beli daging terlalu mahal siapa? Trus yang ngomel karna minta uang terus siapa? Padahal kita kan mau jajan! " cerocos Aci membuat Aca bungkam dan memalingkan wajahnya sambil bersedekah dada.
"Kan gue cuma mau hemat dan lagian itu salah kalian" bela Aca.
"Iyain deh biar cepat" malas Ace membuat Aci gemas pengen nabok.
Mommy hanya tertawa mendengar itu dan Daddy hanya bisa menggelengkan kepala tak habis pikir. "Kalian mau jajan? Nih buat jajan kalian" Ucap Daddy sambil memberikan Blackcard pada mereka satu persatu.
"Daddy harusnya gak gitu, satu aja cukup kok buat kita bertiga" tolak Aca namun Daddy hanya menggelengkan kepala.
"Tidak apa apa, mulai sekarang kalian bebas mau beli atau makan apapun asal makanan yang sehat" Balas Daddy membuat ketiganya tersenyum senang.
"Ini sudah malam, pergilah ke kamar kalian masih masih" perintah Mommy dan segera ketiganya berdiri sambil merapihkan meja, tak lupa mereka menyomot makanan yang telah habis di cemili mereka sambil berdiskusi tadi.
"Malam mom, dad" pamit Ketiganya lalu menciumi keduanya di pipi dan disambut baik oleh keduanya yang ikut menciumi ketiga anaknya.
****
Pagi harinya, di mansion Dirgantara sudah di hebohkan dengan tiga pasang saudara yang menolak keras di antar oleh Mommy dan Daddy nya. "Mommy, kita sudah kelas satu SMA lohhh" rengek Aci.
"Iya mom, kita udah dewasa bisa jaga diri sendiri" setuju Ace yang merasa jika ia diantar oleh orang tua, pasti imej yang ia bangun hancur sudah.
"Kalian gak mau Mommy anter? Padahal Mommy mau ngerasain gimana nganter jemput anaknya sekolah" Lirih mommy sedih.
Melihat itu sontak ketiganya menjadi tak enak. "Oke, ayo antar jemput kami mulai sekarang Mom. Maaf ya, jangan sedih" Luluh Aca membuat kedua saudara nya yang lain ingin protes namun urung saat melihat binar bahagia kedua orang tua barunya.
"Beneran kan? Yaudah ayoo kita berangkattt" ajak Mommy sambill menggiring anak anaknya keluar rumah diikuti Daddy yang hanya tersenyum melihat antusias Istrinya dan Kepasrahan ketiga anaknya.
Istri nya memang dinyatakan mandul oleh dokter beberapa tahun lalu, dan hal itu membuat Istrinya sempat depresi. Namun berkat dukungan sangat suami, akhirnya ia bisa bangkit kembali meskipun sering mengeluh akan kekurangan nya.
Namun kini semuanya berubah saat ketiganya hadir diantara keluarga kecilnya. Dan Daddy sangat beryukur karna Tuhan memberikan anak anak yang kuat untuk dirinya juga istrinya jaga dan rawat. Jangan lupakan gara gara mereka juga kesehatan mental istrinya menjadi semakin membaik.
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK❤
KAMU SEDANG MEMBACA
THREEPELS
Novela JuvenilTak pernah terpikirkan Reren akan ber transmigrasi seperti novel yang ia baca, terlebih ia bertransmigrasi bukan seorang melainkan bersama kedua temannya! Mereka bertransmigrasi menjadi saudara kembar dan mereka masuk ke dalam novel yang amat di be...
