16. Awal masalah🦁

10.4K 813 0
                                        

Ace kembali kerumah bersamaan dengan datangnya kedua orang tua angkatnya. "Loh baru pulang boy? " tanya Mommy sambil mengelus surai hitam milik Ace.

"Yes mom" balasnya sambil mengikuti langkah sang Mommy.

"Lalu, dimana saudaramu yang lain? " tanya Daddy.

"Mungkin sedang bergosip ria di kamar Aca" acuh Ace membuat kedua paruh baya itu terkekeh.

"Bisa aja kamu ini" balas Mommy.

Mereka disambut oleh beberapa Maid dan Bodyguard saat masuk dan dibalas anggukan oleh ketiganya. Saat sampai di dalam mereka melihat Aci dan Aca yang turun ke bawah menggunakan tangga.

"Kalian sudah pulang?" sambut Aca dan segera memeluk mereka dibalas baik juga oleh mereka.

"Iyah, kalian udah makan? " tanya Mommy mengelus surai mereka satu persatu.

"Sudah mom" balas keduanya.

"Kalo gitu kami keatas dulu mau bersih bersih" pamit Mommy dan segera diikuti Daddy juga Ace yang memicingkan matanya menatap kedua gadis itu sebelum pergi.

Melihat mereka yang sudah pergi lantas keduanya saling pandang. "Kenapa tuh anak? " tanya Aci dibalas gelengan Aca.


****

Seminggu sudah mereka menempati rumah kedua orang tua angkatnya dan seminggu pula kedua saudara kembar itu mencoba menyadarkan kecintaan Zia pada Noval. Sebab alur sama seperti di novel yang mana ia diam diam slalu mengirimi surat cinta untuk nya, membuat kedua saudara itu prustasi ditambah Ace yang sering keluyuran tanpa memikirkan membantu mereka menyingkirkan dua tokoh itu.

Dan disinilah Aca dan Aci duduk menunggu kepulangan Ace sambil menonton TV. "Sialan tu anak kemana sih" geram Aci.

Aca tak menjawab ia hanya melirik sekilas lalu kembali menonton TV, sampai suara motor memasuki kawasan mansion terdengar. Tak lama suara langkah kaki mendekat terdengar membuat keduanya menoleh.

Tanpa kata Aci berdiri menghalangi Ace yang akan pergi ke atas. "Lo dari mana aja sih? Seminggu lo keluyuran terus tanpa ngasih tau kita lo kemananya" Omelnya membuat Ace menghela nafas.

"Gue main" balasnya malas.

"Ya kemana? Lo gak tau se pusing apa kita nyariin lo? Mau kemana mana tuh bilang yang jelas, biar kita gak khawatir" Omelnya lagi.

"Gue main sama Sean dkk, emang harus tiap main harus ngasih tau dulu kemananya? Gue juga butuh privasi! Gak semua hal harus gue kasih tau ke kalian" Balasnya mulai kesal.

"Gue tau, tapi inget dong kita itu khawatir! Toh kita juga kalo mau kemana mana pasti bilangkan,gak kayak lo main keluyuran gak jelas" Balas Aci yang mulai ikut kesal.

"Gue gak pernah ya minta penjelasan lo pada mau kemana, lo nya aja yang berlebihan" Balasnya.

"Berlebihan lo bilang? Lo yang gak paham sialan! Gimana khawatirnya kita saat lo pulang larut tiga hari berturut turut! Dan lo bilang itu berlebihan?! " Nada tak percaya Aci lontarkan.

"Udahlah, gue cape" Balas Ace dan segera ingin pergi namun segera Aci tahan membuat Ace marah.

"APA SIH BANGSAT, GUE CAPE! BISA NGERTI GAK SIH! " bentuknya membuat Aci terkejut begitupun Aca yang langsung berdiri dan segera menepis tangan Ace yang di cekal Aci.

"Yang santai dong kalo ngomong, lo kalo di kasih tau kok nyolot sih anjing. Masih untung kita peduliin lo! " Marah Aca membuat Ace merasa terpojok.

"Gue gak minta lo buat peduli" dinginnya.

Mendengar itu membuat Aca semakin marah. "Lo di kasih hati malah kegak tau diri ya anjing" marah Aca membuat Ace segera berbalik enggan menanggapi yang semakin membuatnya marah.

"GUE BELUM SELESAI YA! " Pekik Aca dan segera menahan Ace yang hendak pergi, dan segera ia menepis nya namun.

"APASIH ANJING".

Plakk

Terkejut!.

Ketiganya terkejut saat Ace tak sengaja menampar Aca. Wajah Aca tertoleh tak lama ia terkekeh sambil menyugarkan rambutnya dan menatap tajam Ace. "Puas lo? " dinginnya.

"Bisa gak sih lo gak usah ngatur gue? Gue terkekang sama sikap so pemerintah lo itu! " Dingin Ace setelah keterkejutan nya.

"Gue? So pemerintah? Lo kira gue memerintah lo? " sinis Aca.

"YA DAN GUE MUAK SAMA SEGALA ATURAN YANG LO BUAT! " balas Ace marah saat Aca menatap remeh dirinya.

"TURUNIN SUARA LO BANGSAT! LO KIRA GUE GAK BISA TERIAK JUGA HAH?! HARUSNYA LO SADAR, TANPA KITA LO GAK BISA APA APA! " balas Aca tak kalah membentak.

"KALO LO LUPA, KALO GAK ADA GUE LO PADA JUGA GAK AKAN BISA JAGA DIRI LO SENDIRI BANGSAT! GAK USAH SOK PALING BERHARGA SIALAN, GUE BISA HIDUP TANPA LO PADA BAJINGAN" amuknya. Tertegun, itulah yang dirasakan kedua gadis kembar itu mendengar Ace yang mengumpat balik keduanya.

"GAK USAH LO BENTAK BENTAK BISA? LO BERDUA KENAPA SIH HAH? " marah Aci.

"MENDING LO DIEM, LO SAMA AJA KAYAK DIA" balas Ace sembari menunjuk keduanya bergantian.

Sedangkan di sisi Maid dan Bodyguard mereka terkejut mendengar nada tinggi dari tuan dan nona muda mereka dan segera menghampiri ketiganya. "Nona - nona dan Tuan Muda tolong berhenti bertengkar" Lerai kepala pelayan.

Plakk

Aca menepis telunjuk itu. "GAK USAH LO TUNJUK TUNJUK KITA. KALO LO BISA HIDUP TANPA KITA? OKE FINE! TERSERAH LO" balas Aca.

"INGET INI ACE RENAZKA DIRGANTARA, INGET LO SEDANG ADA DIMANA SEKARANG! DAN INGET LO ITU SIAPA DISINI! JANGAN CARI KITA KALO LO ADA MASALAH, CAMKAN ITU BAJINGAN!" lanjut Aca dan segera pergi meninggalkan mereka yang terdiam.

Tak lama Mommy dan Daddy sampai dan heran melihat maid, bodyguard serta kedua anaknya terdiam di ruang keluarga. "Ada apa ini? " tanya Daddy membuyarkan lamunan mereka, segera mereka menoleh secara serentak dan segera membungkuk memberi salam.

Ace hanya melirik lalu segera berbalik meninggalkan kedua orang tua nya yang bingung. "Aci? " tanya Mommy yang melihat Aci hanya diam menatap kepergian Ace.

Aci menoleh. "Maaf Mom, aku keatas dulu" Balas Aci tersenyum tipis dan segera pergi.

Melihat anak anaknya yang pergi tanpa memberitahu apa yang terjadi sontak keduanya menatap kepala pelayan yang sedari tadi diam. "Katakan" ujar Daddy membuat kepala pelayan itu menoleh sesaat lalu kembali menunduk.

"Kedua nona dan tuan muda bertengkar Tuan, Nyonya dan saya kurang tau akar permasalahnya.yang jelas Nona Aca dan Tuan Ace saling melontarkan umpatan satu sama lainnya membuat kami yang mendengar pekikan amarah keduanya datang. Maaf tuan dan Nyonya kami tak bisa mencegah pertengkaran ketiga nya" Penjelasan itu membuat keduanya saling pandang.

"Pergilah" perintah Daddy dan segera mereka semua pergi.

"Apa yang terjadi pada anak anak kita mas? " tanya Mommy khawatir.

"Tenanglah sayang, kita akan membahas ini nanti bersama ketiganya" balas Daddy sambil mengusap punggung sang mommy menenangkan.

JANGAN LUAPA TINGGALKAN JEJAK❤

THREEPELSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang