Disisi Aca ia menatap lorong sekolah yang dilalui banyak siswa maupun siswi, hingga ia tiba di Roftof dan segera menghempaskan tubuhnya pada kursi yang tersedia.
Matanya menutup dengan sesekali mengumpat jika teringat akan kejadian kemarin maupun tadi. Ia menghela nafas lalu membuka matanya dengan menatap tajam kedepan, sampai suara tawa dan gebrakan pintu membuat ia memejamkan mata menahan marah.
Brakk.
"Asli sih kocak anjir haha".
Tak lama derap langkah mendekat dan pandangan mereka semua bertemu dengan manik tajam milik Aca. " eh"pekik mereka terkejut melihat Aca, dan Aca terkejut melihat siapa yang datang tak lama ia mendaftarkan wajahnya kembali.
"Siapa nihh" goda salah satu pemuda disana, namun Aca hanya bisa menghela nafas.
"Gabung ya neng" ujar pemuda lainnya dan segera duduk dekat Aca.
"Ke pernah lihat, tapi dimana ya" Tanya salah satu pemuda, sebut aja dia Tian.
"Lo kembarannya Ace ya? " tanya pemuda yang duduk di lesehan di depannya dengan tersenyum, sebut aja dia Ezro.
"Lo tau? " tanya balik Aca yang penasaran.
"Oalah jadi bener tohh" pekik mereka semua.
"Jadi ini Aca atau Cici? " tanya pemuda di samping kirinya, sebut aja dia Faris.
"Aca" balas Aca, membuat mereka ber'oh ria.
"Kenalin gue Noval" perkenal pemuda di samping kirinya dengan tersenyum manis namun membuat Aca memutar bola matanya malas.
"Gue Faris".
"Tian".
" Ezro".
Perkenal mereka semua dan dibalas anggukan Aca. "Gila, lo tau Ace keren jir. Dia numbangin anak sekolah lain pas nolongin gue, gerakan nya itu loh ke ahli bangett" Ujar Ezro semangat.
"Bener, gue kira tu anak Sombong atau dingin lah ya tapi gak juga weh. Dia mau nolongin kita, yah meskipun kadang kita di cuekin sama tu anak. Tapi tetap aja dia keren" Sahut Faris diangguki yang lainnya.
"Kalian pernah ketemu? " tanya Aca diangguki semangat oleh mereka.
"Sering nongkrong bareng malah" balas Noval membuat Aca terdiam.
"Oh gitu, tapi kenapa dia gak pernah bilang? " gumam Aca yang masih di dengar oleh mereka semua.
"Emangnya kenapa? " tanya Tian membuat Aca menatapnya.
Aca mengusap wajahnya kasar dan menghela nafas lelah. "Kita bertiga ribut dari kemarin sampai sekarang, gara gara dia gak mau cerita ke kita habis dari mana ia pergi. Terlebih udah tiga hari belakangan ini Ace pulang larut membuat gue sama Cici khawatir dan dia malah marah marah ngebuat kita juga ikut marah" Curhat Aca membuat mereka saling tatap.
"Ke nya itu masalah yang waktu itu gak sih? " tanya Ezro sambil menatap Noval, membuat mereka menatap keduanya dan Noval hanya menundukan wajahnya.
"Yeah, penghalang" batin salah satu diantara mereka.
"Maaf Ca, ini semua salah gue. Andai saja waktu itu-" Ucapannya terpotong ia menatap Aca dengan raut penyesalan yang membuat Aca bingung sendiri.
"Hiks ini semua salah gue, maaf ca gara gara gue hubungan kalian malah pecah hiks" tangis Noval membuat Aca bersimpati dan segera mengelus punggung lebarnya.
"Udah jangan nangis dong, gue kan jadi pengen ikut nangis" Ujar Aca sambil menatap Noval berkaca kaca.
Mendengar itu sontak mereka terkekeh. "G-gue, Ca gue berterima kasih atas apa yang Ace lakuin buat gue dan keluarga gue. Gue mohon kalian jangan berantem lagi" Ucap Noval yang kini sudah merasa lebih baik.
KAMU SEDANG MEMBACA
THREEPELS
Teen FictionTak pernah terpikirkan Reren akan ber transmigrasi seperti novel yang ia baca, terlebih ia bertransmigrasi bukan seorang melainkan bersama kedua temannya! Mereka bertransmigrasi menjadi saudara kembar dan mereka masuk ke dalam novel yang amat di be...
